Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tiga puluh enam


__ADS_3

Charl, aku sangat lapar," ucap Lou yang juga mempererat pelukannya pada Charl.


ada rasa lega dari dalam hati lou, jika benar Charl mencintainya, dengan begitu Lou juga akan berusaha membuka hati untuk Charl karena seperti apapun mereka sudah disatukan oleh pernikahan.


Charl tersenyum senang melihat Lou tidak menangis lagi dan ikut memeluk tubuhnya dengan erat.


"Sebelum sarapan, aku ingin memakanmu sekali lagi yah!" bisik Charl di telinga Lou.


Apa kamu ingin aku mati karena lemas kekurangan makan? ini sudah jam sepuluh, bukan lagi sarapan tapi makan siang.


"kamu tidak akan pinsan kalau tidak sarapan sekali, kamu tahu ini hukuman buatmu karena kamu tidak mematuhi perintahku," ucap Charl yang tangannya masih menelusuri tubuh Lou.


merekapun melanjutkan aktivitas panasnya, sampai Lou benar benar merasa lemas dan tak bertenaga lagi.


Charles turun dari ranjang dan menelpon layanan antar makan ke sebuah resto, kemudian menelpon bik Siti untuk menerima pesanan dan mengantar makanan ke kamarnya.


kampus X


dari jam delapan pagi, Fatin sudah menunggu Lou, sampai semua mahasiswa masuk, Lou belum juga datang. Fatin bergabung dengan anggota kelompok yang lainnya.


"Fatin... di mana Louisa? tanya Hasan penasaran karena tidak ada sosok Lou diantara mereka.

__ADS_1


" Aku juga tidak tahu, mungkin hari ini dia bolos kuliah kali." jawab Fatin yang menggeleng kepalanya.


"Apa dia sakit ya ? coba nanti pas pulang kita mampir ke kafe tempat dia bekerja, kan ini hari terakhir orientasi, jadi nanti semua kegiatan selesai jam sebelas ," kata Radit yang diangguki oleh semua anggota kelompok.


"kenapa tidak menghubungi nomor ponselnya saja kan Lou juga punya ponsel kan," celetuk Hasan.


"Tadi sudah ku hubungi tapi sepertinya ponselnya mati," jawab Fatin.


"Eh...itu senior bicara tentang apaan dit, dari tadi aku tidak mendengarkan," tanya Fatin yang dari tadi sibuk ngobrol.


...


jam Dua belas siang Fatin dan teman temannya sampai di lovin cafe, mereka memesan beberapa kue dan minuman. Fatin bertanya pada pelayan, tentang keberadaan Louisa. Risma menjawab kalo louisa belum datang, Fatin juga menanyakan alamat Lou. namun tidak ada yang tahu, karena memang Lou merahasiakan rumah yang ditempatinya sekarang.


Louisa baru menghabiskan makan pagi sekaligus siangnya, gurame asam manis, salad buah dan cah kangkung seafood terasa sangat nikmat sehingga Lou kekenyangan. Lou menyandarkan badannya di sofa.


Charles yang melihat ekspresi Lou hanya tersenyum .


Charl apa beneran kita mau seharian di dalam kamar, mau ngapain lagi coba? ayok kita keluar kamar! nonton tivi di ruang keluarga atau kamu mau kubuatkan masakan atau jalan jalan keluar rumah gitu," rayu Lou yang mulai bosan berada di dalam kamar.


"Kamu pindah ke Sini Lou," ucap Charl memerintah Lou pindah ke bed.

__ADS_1


dengan malas Lou berjalan mendekati bed tempat Charl duduk. Lou duduk di sebelah Charl.


"Charles, aku belum ingin punya anak, Aku ingin menyelesaikan kuliah dan bekerja dulu, ucap Lou membuka percakapan.


" aku yang menginginkan Keturunan darimu, aku tidak ingin kau pergi dariku, kupikir jika ada ikatan dengan anak maka kau semakin tidak akan meninggalkanku," ucap Charl.


"Bagaimana dengan keluargamu ? Kalau aku punya anak terus bagaimana dengan kuliahku, bagaimana dengan keinginanku, bagaimana dengan cita citaku, kau perlu berpikir jauh sebelum bertindak" ucap Lou yang berusaha menjelaskan.


"Aku sudah memikirkan semuanya dengan baik dan ingat! kamu adalah milikku, mulai besok kamu ikut aku ke kantor, jadi asisten pribadiku dan jangan lupa besok berikan surat pengunduran diri ke kafe tempatmu bekerja."ucap tegas Charl yang tidak suka dibantah.


Lou mendengus kesal mendengar keputusan sepihak Charl, tapi tidak berani protes lagi.


"Berapa kau akan membayar gajiku, kalau aku Bekerja di perusahaanmu?" tanya Lou asal.


"berapa yang kau minta," tanya balik Charl.


"emmm... bagaimana kalau sepuluh juta," jawab Lou asal juga karena tidak mungkin bayaran Aspri mencapai sepuluh jt.


"oke, aku akan membayarmu sepuluh juta tiap bulan," ucap Charl santai.


"eh...apa perusahaanmu gak jatuh miskin kalo Aspri saja bayarannya sepuluh juta, apa jangan-jangan aku disuruh kerja rodi dua puluh empat jam nonstop," ucap Lou yang masih tak percaya dengan bayaran.

__ADS_1


" Apa kau memandang aku begitu miskin jadi tidak bisa membayarmu,"


...


__ADS_2