
Lou bergegas keluar sambil menggendong Varo karena Alexa mengatakan ada orang penting yang datang. namun saat keluar Lou bingung, karena tidak ada orang yang dia kenal, hanya seorang lelaki yang hanya Nampak punggungnya. Lou menghampiri lelaki tersebut dan berucap
"permisi, apa tuan mencari saya," ucap Lou dengan sopan.
Charles yang mendengar suara Lou tubuhnya bergetar, ada rasa yang tidak bisa terlukiskan dengan kata dan perbuatan sehingga menjadikan ia sulit untuk menggerakkan badannya. setelah menarik nafas dalam dan mempersiapkan diri, Charl menarik tubuhnya menghadap Louisa.
tubuh Lou terpaku dengan tatapan mata tak berkedip, menatap sesosok lelaki tampan dengan wajah terlihat tirus tertutup jambang tipis dan badannya yang dulu gagah, tegap sekarang terlihat lebih kurus. benarkah pandangan mataku ini, atau aku sedang halu karena memikirkan dirinya.
lelaki dihadapanku seperti juga sama terpakunya denganku, matanya tidak berkedip melihat kearahku dan anak yang ku gendong, air matanya mengalir begitu saja, tanpa bisa mengucapkan satu katapun. dia berjalan kearahku dan memelukku yang masih menggendong Varo dengan sangat erat.
"momy ciapa laki becar ini?" ucap Varo yang memecahkan kekakuan diantara Lou dan Charl.
"kemarin Varo bilang pingin ketemu ayah, nah, lelaki dihadapan Varo itu adalah ayah Varo," jawab Lou yang berusaha menjelaskan siapa lelaki didepannya.
"Ayah, "panggil Varo, Charles yang merasa dipanggil oleh anaknya, langsung mendekat mengendong lelaki kecil yang sangat tampan. Charles mencium seluruh muka anaknya dan memeluknya sangat erat. Varo yang belum paham, hanya bisa diam dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
Alexa yang melihat dari kejauhan tak kuasa tangisan bahagia, akhirnya Tuhan mempertemukan mereka, Tuhan berikan mereka kebahagiaan, bisik Alexa dalam hatinya. dia berjalan ke arah kakaknya.
"Varo, ikut Tante jalan jalan yuk!", ajak Aleksa pada Varo yang masih berada dalam pelukan Charles. Varo menengok ke arah Alexa,dan tersenyum.
"Tante tantik, ayok jalan jalan," ucap Varo yang langsung melepaskan pelukan dari Charl.
Varo turun dari gendongan Charl dan berjalan ke arah Alexa, yang kemudian menggedongnya. " Ayuk... Varo kita naik mobil keliling kota," ucap Alexa uang meninggalkan Charl dan Lou berdua.
Alexa sebenarnya ingin memberi ruang pada kakaknya dan Louisa untuk berbincang.
taxi berhenti pada sebuah hotel Novotel. hotel bintang lima yang ada di kota ini. Charles masih terus menggenggam tangan Lou.
Charles melakukan cek in di hotel tersebut. sang asisten sementara sudah memesan kamar hotel lewat aplikasi.
Sang resepsionis memberikan kunci kamar 303 pada Charles. Charles yang masih setia menggandeng tangan Lou berjalan menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai Lima. tidak ada kata yang keluar dari mulut keduanya.
__ADS_1
Ting... suara lift terbuka dan merekapun masuk ke dalam, satpam yang berjaga di dalam memencet tombol 5 setelah Charl memberitahunya. setelah beberapa saat mereka sampai dilantai Lima Charl berjalan menyusuri lorong menuju kamarnya, sebuah kamar VVIP.
Setelah kamar ditemukan, Charl menggesek kartu untuk membuka pintu. secepat mungkin Charl dan Lou masuk dan menutup pintu. sesampainya di dalam Charl langsung memeluk Louisa dengan erat. menangis di bahu Louisa, Lou yang mendengar tangisan Charl ikut menangis. hampir setengah jam mereka berpelukan, Charl mulai melepaskan pelukannya dan menangkup wajah cantik louisa.
Charles mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Louisa, merekapun berciuman sangat lama seolah kerinduan yang memuncak selama tiga tahun tidak bisa dibayar dengan kata hanya bisa dibayar dengan sentuhan. Charles berbisik ditelinga Lou," aku sangat merindukanmu Lou, bahkan aku hampir gila karena menahan rindu," bisik Charl sambil menggigit telinga Lou.
Lou hanya mendesah, tanpa menjawab, karena sebenarnya Lou juga sangat merindukan Charl, tapi mengingat keluarga Charl yang menolak dirinya, Lou tidak berharap lagi, bahkan dia berusaha mengubur dalam-dalam rasa rindunya.
"Lou, aku sangat mencintaimu, jangan pergi dan jangan menjauh lagi," ucap Charl yang terus melampiaskan kerinduannya selama ini.
Charles mulai membuka satu persatu baju lou, begitupun dengan Lou. mereka menghabiskan waktu siang ini dengan berolahraga beberapa kali.
karena kelelahan Lou tertidur dengan pulas ya. sementara Charl masih terus memeluk Lou dan mencium kening Lou berkali kali.
"aku berjanji padamu Lou, aku akan membahagiakanmu, jadi teruslah disisiku sampai maut memisahkan kita." gumam Charl sambil mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
..