
Sesaat bunyi ponsel Arman berbunyi, Arman pamit pulang dan mengangkat ponsel sambil berjalan. terlihat senyum seringai keluar dari sudut bibir Arman.
Arman pergi meninggalkan gedung Tersebut. saat Axel ddan Charl sudah masuk dalam gedung, Arman kembali lagi dan menuju resepsionis dan mengatakan akan menemui bos mereka karena ada yang terlupakan.
Resepsionis itu menunjukan lantai gedung ruangan kantor direktur. Arman benar benar ingin memastikan bahwa asisten pribadi Charl adalah Louisa keponakannya seperti yang dikatakan oleh orang suruhannya.
Flashback on
Arman mengangkat telepon, Johan, orang bayaran itu mengatakan berita yang ia dapatkan bahwa "Louisa Friska Wijaya, dahulu sempat bekerja di lovin cafe setelah kematian ibunya karena kecelakaan, kemudian dia bekerja sebagai pembantu di rumah Charl, sambil kuliah di Univ X dan kemudian diangkat menjadi asisten saat masih kuliah. Lou pergi meninggalkan kediaman Charl ke Semarang karena diusir oleh orang tua Charles
tiga tahun kemudian Charles menemukan Louisa dan membawa kembali ke rumah besar tuan Charles. selama ini dia memang memakai nama Friska sejak pengusiran oleh ibu Charl , tuan." ucap Johan.
"Terus selidiki dan kalau ada kesempatan culik dia dan bawa ke kediaman Wijaya," balas Arman dengan senyum licik.
Flashback off.
Arman sudah sampai di depan pintu ruangan Charl. Seharusnya Axel ada di meja di depan ruangan bosnya tapi Axel sedang ke kamar mandi. jadi dengan leluasa Arman langsung mengetuk pintu ruangan Charles.
"tok...tok..."
__ADS_1
"masuk!" perintah Charl yang sedang duduk di dikursi dan memegang berkas ditangannya.
"Kriet...
Arman membuka pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan. matanya menyapu seluruh ruangan dan dia melihat Charl dan wanita yang sedang sibuk berkutat dengan berkas juga. Arman berjalan mendekati perempuan yang mejanya tidak jauh dari meja Charl itu.
"Louisa," panggil Arman.
spontan Charl dan Louisa mengarahkan wajahnya ke lelaki yang berdiri di depannya.
"Maaf tuan Arman, ada apa tuan kembali ke sini apa ada urusan yang tertinggal? dan maaf asisten saya bernama Friska, bukan louisa" sahut Charl sambil mengamati gerak-gerik lelaki di depannya.
Lou yang masih duduk dan mengamati dengan lekat pamannya, menjawab dengan santai.
"Maaf saya bukan Louisa, saya bernama Friska, bukankah tadi tuan charles sudah memberitahu tuan, mungkin tuan salah mengenali orang." ucap Lou yang berpura pura tidak mengenal pamannya padahal dalam hatinya dia sungguh sangat ingin mengusir Lelaki di depannya.
"Ayolah Lou, paman tidak mungkin salah orang kamu memang benar keponakanku, apa kamu tahu Lou nenek sangat menyesal dengan kejadian saat itu, maafkan dia dan pulanglah dia sangat merindukanmu," ucap Arman dengan suara lirih.
Sekali lagi tuan saya tidak punya keluarga dan saya adalah anak yatim piatu, jadi jangan seenaknya mengaku sebagai keluargaku," jawab Lou yang sudah mualai habis kesabaran.
__ADS_1
"Mohon maaf tuan Arman, nona Friska tidak mengenal Anda, jadi tolong jangan memaksa dan silahkan meninggalkan ruangan ini," ucap Charl yang ikut geram melihat Arman yang berpura pura baik didepan Louisa.
"Baiklah tuan Louisa, kalau sempat pulanglah ke rumah nenek, saya permisi tuan Charles, ucap Arman meninggalkan gedung C& L company.
Begitu Arman keluar Lou langsung menangis, dia merasa seperti ada batu besar yang mengganjal di dadanya. Charles mendekat dan memeluk istrinya sambil mencium pucuk kepala istrinya.
"Tenang saja Lou, sebentar lagi kamu akan melihat kehancuran keluarga yang telah mencampakanmu dahulu. mereka akan merasakan berkali lipat kesakitan yang dulu diberikan padamu." ucap Charl pelan tapi penuh penekannan.
"Kamu istirahat saja sekarang, aku akan menyelesaikan beberapa berkas lagi, setelah itu kita pulang." ucap Charl sambil mengajak Lou ke ruangan yang disediakan untu tempat istirahat Charl bial sedang lembur.
Charles membaringkan Lou yang masih nampak sedih di ranjang medium ruangan itu.
"Aku akan menemanimu sebentar,' ucap Charles sambil memeluk istrinya di ranjang.
" Terima kasih sayang, aku tidak Susi kalo harus menginjak rumah itu lagi, mereka harus menerima balasan yang setimpal dengan Apa yang mereka perbuat dulu,' ucap Lou sambil mengeratkan pelukannya, seolah minta perlindungan pada suaminya itu.
"Istirahat lah sayang, jangan dipikirkan lagi, serahkan semuanya pada suamimu ini, aku akan menjagamu dan anak kita dengan jiwa dan ragaku," jawab Charl sambil mencium pucuk kepala Lou berkali-kali sampai akhirnya Lou tertidur dalam dekapan Charles.
...
__ADS_1