
"Alexa! kok kamu bisa ada di sini!" mereka berdua sama terkejut.
dengan cepat Alexa berjalan cepat menuju ke arah louisa dia memeluk kakak iparnya dengan sangat erat.
Axel yang melihat kejadian itu secepat kilat mengambil foto dua perempuan yang sedang berpelukan dan mengirim pada seseorang.
"Ya Tuhan, kakak ipar aku merindukanmu, mengapa kakak pergi begitu saja meninggalkan kakakku, apa kakak tahu kakaku hampir gila karna kepergianmu," ucap Alexa sambil menangis terisak.
"Alexa bagaimana kabarmu? sudah lama kita tidak bertemu," ucap Lou yang masih tetap memeluk adik suaminya, dia satu-satunya keluarga suamiku yang menerima aku sebagai istri Charles.
"bagaimana kabar kakakmu Alexa? mungkin dia sekarang sudah menikah lagi dengan perempuan pilihan ibunya," suara Lou tercekat di tenggorokan.
"eh iya ayo, masuk saja ke dalam di sini ramai sekali," ucap Lou yang menarik tangan adik ipar ke lantai Dua rumahnya.
"mbak Rina, aku tinggal dulu, tolong ganti aku di dapur dulu yah!" ucap Lou saat mau ke atas dengan menarik tangan Alexa.
Lou menyuruh Alexa duduk di sofa samping balkon lantai dua.
"oh iya, bagaimana keadaan Kakakmu, setelah kepergianku," ucap Lou pelan sambil menunduk pandangan, ada rasa bersalah pada suaminya karena pergi tanpa pamit padanya.
" setelah kepergian kakak ipar, kakakku seperti orang gila, hampir enam bulan dia tidak mau keluar rumah, hanya berada di dalam kamar, kalaupun dia keluar kamar hanya untuk mencarimu, dia benar-benar terpuruk, aku berhasil meyakinkan untuk bangkit dengan menggunakan namamu.
__ADS_1
dia sudah mempersiapkan diri bila suatu saat kamu dan anakmu kembali." Alexa mengambil nafas dan menghembuskan pelan.
"Kamu tahu Kak ipar, gara gara kamu pergi, kakak sama sekali tidak mau menginjakkan kaki di rumah kami, bahkan... dia tidak mau bekerja dikantornya yang dulu. dia memilih keluar dan membuka usaha sendiri. jadinya aku menunda kelulusanku, ikut bekerja menggantikan suamimu." cerita Alexa panjang lebar.
" Benarkah yang kamu katakan Alexa, aku jadi hiks...hiks...hiks... merasa bersalah sama Charl."ucap Lou dengan terisak sehingga tidak bisa meneruskan kalimatnya.
"Momy... momy... kenapa menangis? tanya Varo yang langsung menjatuhkan diri dipelukan bundanya.
"Jadi... benar ini keponakanku Lou," tanya Alexa tidak percaya.
"iya Alexa, ini anak Charl, dia keponakanmu," ucap Lou membelai anak tampannya.
"Abrisam Alvaro Beird, itu namanya, Ayo Varo peluk Aunty!" Lou memberi tahu nama anaknya.
Charles sudah berpakaian rapi dengan menggunakan jas warna hitam berpadu dengan celana hitam dengan kemeja berwarna biru muda dan dasi dengan warna senada, terlihat gagah dan tampan tapi dengan raut muka yang dingin dan tidak peduli terhadap semua yang ada dihadapannya
Charles melirik kearah HP yang baru saja berbunyi. dia membuka pesan yang dikirim oleh Axel dan betapa terkejutnya dia saat melihat foto adiknya berpelukan dengan perempuan yang selama ini dicarinya, ya dia adalah Louisa. Axel juga mengirimkan share lokasinya saat ini. mata Charl berkaca-kaca karena bahagia dan seolah tidak percaya.
Charles belum sempat sarapan dia sudah langsung menelpon sekretaris sementara nya untuk memesankan penerbangan menuju ke bandar bandara Ahmad Yani di Semarang sekarang juga.
"Pak Charles penerbangan paling cepat pukul sembilan pagi ini." ucap Reihan sekertarisnya yang baru.
__ADS_1
"ya pesan sekarang juga, dan cancel semua urusan bisnis untuk tiga hari kedepan." ucap
Charles tegas.
Charles tidak sempat merapikan baju, dia hanya membawa hp dalam dompet yang berisi sejumlah uang dan berbagai jenis ATM.
tunggu aku. Aku akan segera datang dan menjemputmu kembali ke tempat yang seharusnya di mana kamu berada yaitu disisiku bukan jauh dariku.
senyum merekah terpampang jelas di wajah Charles yang menahan kerinduan hampir tida tahun.
Supir melajukan mobil dengan sangat cepat menuju ke arah bandara Juanda . setelah Charles check in di bandara selang berapa lama pesawat pun terbang menuju ke daerah Semarang. Tidak memerlukan waktu lama Hanya satu jam saja, Charles sudah menginjakkan kaki di bandara Ahmad Yani Semarang.
Charl menyetop taxi dan langsung menyuruh Supit taksi tancap gas ke alamat yang dituju.
jantung Charl benar benar berpacu dan detaknya tak beraturan.
Lima belas menit, Charl tiba di resto milik Lou.Charles menelfon Alexa, memberitahu bahwa dia sudah di depan resto Louisa dan menyuruh membawa Lou keluar dari Resto.
Alexa tidak jadi melihat lokasi proyek yang akan dikerjakan, dia hanya menyuruh Axel untuk mewakilinya melihat lokasi pembangunan hospital dan dia lebih memilih berkangen ria dengan keponakan dan kakak ipar.
Lou bergegas keluar sambil menggendong Varo karena Alexa mengatakan ada orang penting yang datang. namun saat keluar Lou bingung, karena tidak ada orang yang ada hanya seorang lelaki yang hanya Nampak punggungnya. Lou menghampiri lelaki tersebut.
__ADS_1
permisi apa tuan mencari saya," ucap Lou dengan sopan
...