Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
Enam belas


__ADS_3

Ting tong ....ting tong..


suara bel rumah berbunyi. Lou membuka pintu depan. tampak di depannya sosok seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik dan anggun dengan pakaian elegan dan mahal tentunya.


"selamat pagi Tante? maaf tante mau cari siapa ya ?


"aaa...aa... anu, Tante mau ketemu anak Tante Charl... Charles," jawab Tante cantik dengan tergagap sambil mengamati wajah Lou tanpa berkedip, dan mendadak wajahnya pucat pasi dan bibirnya kelu.


"sebelumnya saya minta maaf, tidak tahu kalo Tante adalah ibunya tuan Charles. Mari silahkan masuk, dan silahkan duduk dulu nyonya," ucap Lou yang langsung merubah panggilan terhadap ibu dari Charl dengan panggilan nyonya." mengapa dia sepertinya ketakutan melihatku, wajanya kelihatan pucat, apa dia mengenalku?" batin lou.


Lou melangkah kakinya menuju ke ruang makan dan segera memberitahukan pada Charl kalau ibunya ada di ruang tamu.


Charlespun menyelesaikan makannya kemudian menuju ke ruang tamu, sedangkan Lou menuju ke dapur untuk membuat teh camomile untuk disuguhkan pada ibu Charl .


" mah... ada apa pagi pagi kesini? tanya Charl


pada mamahnya.

__ADS_1


"Charles, mengapa gadis itu bisa ada di sini? ucap mamah Charl dengan nada pilu karena teringat dengan peristiwa beberapa bulan yang lalu.


"mamah mengenal gadis itu? tanya Charl balik dengan wajah penasaran.


"Charles, gadis itu adalah...


tiba tiba mamah Charl menghentikan kalimatnya, karena melihat Lou datang membawa nampan yang berisi teh. Lou meletakkan teh dan cemilan ke atas meja, kemudian mempersilahkan mamah Charl untuk menikmati.


"Apa dia jadi ART disini Charl?" tanya mamah Charl.


Lou hanya tersenyum kecut, mendengar jawaban Charl. Lou sebenarnya kesal dengan jawaban yang keluar dari mulut Charl, tapi kenapa? bukankah Lou memang mirip asisten tepatnya asisten di ranjang.


Lou bergegas pergi dari ruang tamu menuju ke ruang makan dan membereskan semua yang ada di meja makan, sambil berfikir ulang tentang pernikahan gila yang dia lontarkan untuk menyelamatkan diri.


"Uhh... menyesal sekarang juga tidak manfaat, harus ku pikirkan rencana matang untuk pergi dari rumah ini, dia mungkin hanya menganggap ku sebagai pemuas nafsu alias budak sex nya saja," gumam Lou sambil mencuci piring.


Lou menuju ke kamar untuk mengganti pakaiannya, rencananya hari ini dia akan mendaftar kuliah dan berusaha secepat mungkin untuk lulus. kebetulan Charl memberikan kartu debit, mungkin maksudnya membayar semua hal yang kulakukan, jadi akan kugunakan uang ini untuk membayar uang kuliahnya nanti.

__ADS_1


"Ah... walaupun menikah tapi rasanya aku seperti pelacur, yang menjual diri demi uang," ucap Lou tersenyum pilu merasakan kisah hidupnya.


Lou bergegas pergi setelah berganti pakaian, setelah pamit dengan Charl yang masih sibuk ngobrol dengan mamahnya.


Lou menaiki motor Mio dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju kampus X, rencananya dia akan menyerahkan berkas pendaftaran hari ini. setelah menyerahkan berkas Lou melajukan motornya ke resto Bu Ana. Lou ingin berpamitan pada Bu Ana dan sekalian mampir ke kontrakan.


"Selamat siang Bu Ana," sapa Lou yang baru turun dari motornya pada Bu Ana yang juga baru datang ke restoran miliknya. melihat Bu Ana membawa banyak barang, Lou pun membantu membawakannya.


"Eh... Louisa, kok jarang kelihatan sekarang," balas Bu ana.


"iya Bu, sekarang Lou bekerja jadi ART di rumah orang kaya, dan Lou disuruh menginap sekalian di sana, jadi kadang-kadang saja Lou pulang ke kontrakan."jawab Lou.


Berarti kamu sudah tidak bekerja lagi di kafe? tanya Bu ana selanjutnya.


"masih kok Bu, Lou kan bekerjanya pagi, jadi siangnya bisa bekerja di kafe." jawab Lou.


...

__ADS_1


__ADS_2