Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
delapan puluh lima


__ADS_3

Charles melirik istrinya yang duduk tidak jauh dari tempatnya , Charl terlihat terkejut melihat istrinya menangis sepagi ini.


"Ada apa sayang kenapa kau menangis? apa ada sesuatu yang membuatmu bersedih hari ini?" tanya Charles kepada Louis.


"Mataku hanya kelilipan saja kok, sehingga mengeluarkan air mata," bohong louisa pada Charles.


Sebenarnya Charles penasaran kenapa louisa bisa menangis dia yakin ruangannya bersih dan tidak ada debu yang beterbangan jadi Charls yakin kalau Louisa sedang berbohong padanya.


Charles mengamati louisa yang masih memegang lembaran-lembaran berkas di depannya. mata lou masih mengamati sambil masih mengeluarkan air mata.


"Sayang kamu tidak boleh berbohong padaku apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan yang aku tidak boleh tahu? tanya Charl.


" ini apa ini perusahaan Wijaya company yang berada di kota B itu mas. Kalau benar berarti orang ini adalah pamanku." jawab Lou pelan.


Charles memandang ke arah lembaran-lembaran kertas yang dipegang oleh Lou. dia meminta berkas tersebut kemudian dia berusaha untuk membaca lebih teliti, benar juga, benar juga itu adalah Wijaya company kepunyaan keluarga besar Wijaya. kemudian Charl memanggil sekretarisnya Axel untuk datang ke ruangannya sekarang.


Axel yang sedang menikmati kebersamaan dengan istri barunya, dengan agak terpaksa Axel harus pergi ke perusahaan yang harus ditempuh dalam waktu 10 menit dari apartemen miliknya.

__ADS_1


"kamu tenang saja sayang, aku akan menghancurkan perusahaan milik keluarga besar Wijaya." geram Charl pada keluarga yang telah menyia nyiakan istri dan ibu mertuanya.


"Mas aku takut bila bertemu lagi dengan keluarga besar dari ayah kandungku, aku belum ingin bertemu dengan mereka saat ini. aku memang sangat ingin membalas dendam perbuatan mereka yang menyakiti hati Mamah ku, tapi sepertinya aku belum siap kalau itu terjadi sekarang." ucap Lou yang sekarang wajahnya terlihat pucat.


Charles adalah pebisnis muda yang cerdas dan juga ditakuti oleh lawan-lawannya karena tidak tanggung tanggung dia menjatuhkan perusahaan lawannnya yang berakhir dengan gulung tikar.


Charles memang mendirikan perusahaan nya sendiri baru tiga tahun, namun sudah menjadi perusahaan terbesar ke dua setelah perusahaan milik ayahnya di kota Surabaya.


Axel baru saja datang ke perusahaan dia langsung menuju ke kantor bosnya.


" bos kenapa kamu menyuruhku datang sekarang? bos kan tahu sendiri aku masih pengantin baru,"


"Ini adalah rancangan bentuk kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan Wijaya dan kamu tahu tidak Wijaya Group adalah perusahaan kepunyaan keluarga besar Wijaya yang merupakan keluarga dari istriku. keluarga mereka telah menyia-nyiakan istriku dan juga Mamah mertuaku, oleh karena itu aku menginginkan kebangkrutan bagi perusahaan mereka," ucap Charles dengan wajah datar dan bengis.


Axel yang juga memiliki kemampuan lebih untuk mempelajari dengan cepat dan mengambil keputusan, segera ia mengambil berkas itu, dia membaca sebentar dan berusaha memahami berkas itu kemudian dia tersenyum simpul.


" tenang saja bos ayo kita hancurkan bersama perusahaan mereka." ucap Axel dengan senyum sinis juga.

__ADS_1


Axel dan Charl memang pasangan sempurna dalam dunia bisnis, ide dari Charl dan yang mengembangkan ide adalah Axel.


Axel memanggil Sarah dan menyuruh sekertarisnya itu untuk merubah dan mengganti beberapa poin yang ada di berkas itu.


Pukul sembilan tepat Arman datang ke perusahaan C&L, dia disambut langsung oleh Charl dan Axel. Mereka berjalan beriringan menuju ruang meeting.


Axel membagikan berkas kepada Arman. Axel menjelaskan secara rinci bentuk kerjasama mereka melalui penayangan slide.


Lou yang berada di ruangan Charl benar benar gelisah, dia mondar-mandir sambil menggigit kukunya. hampir dua jam meeting dilaksanakan tapi Charl belum juga kembali. sampai akhirnya Lou keluar dari ruangan Charl dan hendak pergi ke pantry untuk membuat kopi.


saat Lou berjalan menuju pantry, pintu ruang meeting juga terbuka. Lou tanpa sengaja melihat pamannya yang hendak keluar ruangan bersama Charl. Lou langsung menunduk dan berjalan cepat menuju pantry.


Arman melihat perempuan yang berjalan menjauh, saat memiringkan tubuhnya hendak membuka pintu, pamannya menatap intens,


"*wajah itu mirip dengan Louisa," gumam Arman.


"maaf tu*an Charles apa itu karyawan di sini?" tanya Arman penasaran.

__ADS_1


" oh .. iya, itu asisten pribadiku, dia Friska tuan. apa tuan Arman mengenal nya?tanya Charl basa basi.


"oh .... mungkin saya salah mengenali orang," ucap Arman yang sebenarnya penasaran dengan asisten Charl.


__ADS_2