Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
29


__ADS_3

Lou hendak membuka pintu namun tidak diperbolehkan oleh Charl. " biar bik Siti saja yang membukakan pintu." ucap Charl.


bik Siti membuka pintu dan mempersilahkan nyonya dan nona yang datang berkunjung untuk duduk di ruang tamu.


Bik Siti berjalan ke ruang makan dan memberitahukan akan kedatangan nyonya dan seorang wanita cantik. setelah itu bik Siti pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk nyonya.


Charles terlihat mengernyitkan dahinya, "ada apa lagi mamah datang ke rumah, apa masih soal perjodohan lagi,"gumam Charl.


"plak...plak...plak," suara sandal Charl terdengar mendekat, spontan mamah dan perempuan itu menoleh ke arah Charl.


"Malam Charl," ucap mamah seraya mendekat dan memeluk anak lelakinya itu. Charles membalas memeluk mamahnya.


"Ada apa mah, malam malam datang ke sini?" tanya Charl yang langsung memposisikan duduk di sebelah mamahnya.


" Oh... anakku... ya tentu saja, mamah pingin ketemu anak mamah yang ganteng." ucap mamah sambil tersenyum.


Charles baik mah, tidak kurang suatu apa," jawab Charl malas.


"Oh iya Charl, mamah mau minta tolong, antarkan mamah dan lohita ke boutique, ini kan sudah malam, bahaya kalau perempuan pergi malam-malam," ucap mamah memohon pada Charl.


"kan mamah bisa diantar supir, kenapa tidak mengajak supir saja," sungut Charl.


Charles ...! mang Yadi sedang tidak enak badan, jadi mamah suruh dia istirahat makanya mamah ke sini minta diantar Charl," jelas mamah.

__ADS_1


Bik Siti sudah siap mau mengantarkan minum dan cemilan ke ruang tamu, namun Lou memintanya dan dia yang akan mengantarkan minum ke mamah mertuanya, walaupun belum diakui dan mungkin tidak akan pernah diakui.


Lou bergegas ke ruang tamu dan menghidangkan teh camomile dan cemilan.


" silahkan tehnya dinikmati nyonya," ucap Lou dengan sopan.


Nyonya Arina Subroto alias mamah Charl hanya melirik dan mendengus tidak suka melihat lou. ingin sekali dia mengusir Lou dari kehidupan anaknya,Arina tetap diam dan tidak menyahut ucapan Lou.


Lou tau diri dan langsung permisi pergi ke belakang.


" mengapa kau tidak menyuruhnya pergi dari sini saja Charl" ucap Mamah ketus.


" mamah kan tahu sendiri siapa dia? jawab Charl malas meladeni ucapan Mamahnya.


"Charles!!! ayo sekarang kita pergi ke boutique, sebelum terlalu malam," ajak mamah setengah memaksa Charl agar mau mengantarkan ke boutique.


Dengan terpaksa Charl mengambil kunci dan menuju garasi untuk mengambil mobil dan mengantarkan mamah dan lohita ke boutique. Arina duduk di kursi belakang, Lohi yang ingin ikut di kursi belakang, ditolak oleh mamah Arina.


" kamu duduk di depan saja, temani Charl," ucap Mama Arina saat Lohi mau membuka pintu mobil bagian belakang.


"Charles ajak lohita ngobrol dong, masak dari tadi dia dicuekin, di sapa saja tidak," ucap mamah kesal. Mamah Arina mencoba mengakrabkan mereka berdua.


"lohita apa kabar?" sapa Charl.

__ADS_1


" baik Charl," jawab Lohi pendek.


" Charles, apa perusahaanmu membutuhkan karyawan, ucap Lohi yang memang berkeinginan untuk bekerja sama dekat dengan Charl.


" kenapa tidak bekerja di perusahaan keluargamu saja, bukankah perusahaan ayahmu juga perusahaan besar," jawab Charl yang masih konsentrasi memegang stir mobil.


"Aku ingin mencari pengalaman kerja di perusahaan lain, tidak enak kalau di perusahaan sendiri," balas Lohi yang berusaha meyakinkan Charl atas keinginannya.


" Tenang saja Lohita, Tante akan meminta satu posisi pada papah Charl, Kapan Lohi siap masuk kerja?" sahut Tante Arin yang senang karena akhirnya bisa mendekatkan Charl dengan Lohita.


" terima kasih atas bantuannya Tante," ucap lohita tersenyum senang karena bisa dekat dengan Charl.


setelah tiga puluh menit perjalanan, mereka sampai ke butik Shabrina, butik langganan Mamah Arina selama bertahun-tahun.


Lohita memilih beberapa pakaian kerja yang pas ditubuhnya.


...


Sementara itu Lou, sudah bersiap-siap menyelesaikan tugas kuliahnya. hanya empat puluh menit semua tugas sudah beres, tinggal tugas membuat topi dari kertas dan membuat tas dari kresek hitam serta selempang yang terbuat dari rafia.


pukul sepuluh malam Lou menyelesaikan semua tugasnya, dan bersiap untuk tidur.


" Charles belum pulang sampai sekarang" ucap Lou pelan sambil melihat jam dinding.

__ADS_1


"Apa wanita tadi yang mau dijodohkan dengan Charl, dia sungguh cantik" gumam Lou yang sejenak pikirannya melayang tak tentu arah, "apa yang terjadi nanti, biarkan terjadi.


yang jelas aku jangan sampai hamil, syukur karena Charl selalu menggunakan pengaman saat berhubungan." gumam Lou


__ADS_2