Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.23


__ADS_3

Naura berjalan ke arah luar setelah mendengar bunyi pintu diketuk kemudian membukakan pintu.


"Selamat malam Kak, mau masuk dulu apa langsung berangkat nih," tanya Naura yang menyadarkan tatapan takjub Dimas pada penampilan Naura malam ini.


" Nau... kamu terlihat sangat cantik malam ini sampai pangling kakak, ehm... mamah kamu atau Varo ada di rumah tidak Nau? aku mau pamit sama mereka mau lamar anak perawannya, eh... mau ajak jalan anak perempuan nya," ucap Dimas dengan senyum senang karena melihat Naura sedikit blousing dan mengernyitkan dahinya.


"haish... garing ah, aku jadi kenyang sebelum makan gara gara dengar gombalan receh kakak malam ini, emang biasanya Naura jelek ya!" jawab Naura dengan muka cueknya.


"Oh iya, Momy di rumah sakit menemani papi dan kakak Varo pulangnya tidak pasti, biasanya sih jam enam sore, tapi ini sampai jam 7 malam kok belum pulang. Tapi Naura sudah izin sama kakak dan juga momy kok." jawab Naura dengan muka datar tapi terbersit malu, karena ini pertama kali ada lelaki yang mengajak jalan berdua, biasanya jalan rame rame bareng teman-teman.


"Ya sudah yuk, kalau kelamaan bisa telat nanti," ucap Dimas mendahului berjalan hendak membukakan pintu mobil untuk Naura.

__ADS_1


"Aku bisa sendiri kak, aku seperti anak manja banget pake dibukain pintu segala." tolak Nau yang mau membuka sendiri pintu mobilnya.


"Untuk perempuan cantik pertama yang kuajak jalan, jelas dong kuberikan hak istimewa," sahut Dimas yang sudah membukakan pintu mobil untuk Naura.


Naura masuk dengan perasaan aneh karena perlakuan Dimas yang dirasa tidak wajar. Dimas pun langsung masuk dan membuka pintu tempat kemudi. Dimas menyalakan mesin mobil sport Ferrari keluaran terbaru kesayangannya. Dimas mulai membuka percakapan untuk memecah kebisuan yang terjadi.


"Nau, apa ada sesuatu kejadian yang mencurigakan selama dua hari setelah penyerang kemarin?


" sepertinya biasa saja kak, tidak ada sesuatu yang mencurigakan juga kok , mungkin kemarin mereka benar-benar orang yang hanya ingin mengganggu perempuan saja," ucap Naura yang pandangannya mengarah pada Dimas yang fokus menyetir mobil.


" Naura juga tidak tahu kak, sepertinya sih aku tidak punya musuh, tapi sudahlah! Semoga mereka tidak berani datang lagi. nanti kita akan melihat film judulnya apaan kak?" tanya Naura.

__ADS_1


" love and fight ," jawab Dimas cepat.


" oh iya nau, kalau ada apa-apa jangan lupa menghubungi kakak, kakak pasti datang membantu, jangan merasa jadi jagoan sendiri !" ucap Dimas sambil mengacak rambut Naura.


Mobil melaju selama 40 menit, Akhirnya sampai juga di bioskop yang hendak dituju. sepuluh menit lagi film akan diputar, sebelum antri untuk pembayaran karcis Dimas membeli popcorn dan coke.


Naura mengambil popcorn yang ada di tangan Dimas kemudian mereka melangkah bersama menuju ke loket dan membayar tiket masuk mereka berdua memasuki gedung


Dimas membawa coke dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya berupaya menggapai tangan Naura kemudian menggenggam tangan Nau saat memasuki gedung bioskop.


"seperti orang sakit saja kak, pakai digandeng segala," celetuk Naura yang masih terdengar oleh Dimas.

__ADS_1


"Hadeh... Naura kamu emang bener bener polos banget apa cuek banget sih, kayaknya perlu diajari nih," gumam Dimas sambil gelengang geleng kepala.


"Iya aku yang jatuh dan mengalami sakit Nau,


__ADS_2