
### para pembaca yang baik, ini aku tambahi cerita kehidupan mereka setelah anak anak mereka tumbuh besar. kira kira jadi seperti apa ya anak anak mereka? yuk... ikuti, jangan lupa tetep dukung author ya!!! lop yu oll 😘😘😘 ###
"Mommy....Naura mendapatkan surat panggilan dari BP, kali ini dia mengajak temannya berkelahi, dia menonjok dan menjambak rambut temannya, orang tua temannya tidak terima sehingga memanggil mami untuk bertemu di BP besok pukul 10.00, ini mami ini surat panggilan dari BP." ucap Varo sambil memberikan surat yang diberikan oleh pak Hasan, guru BP di sekolah Naura.
Author POV
Yah, sekian waktu berlalu, sekarang Varo sudah kelas 3 SMA dan Naura kelas 3 SMP, ke dua adik kembarnya sudah sekolah SD kelas 3, mereka semua bersekolah di sekolah unggulan yang letaknya berdekatan karena masih satu yayasan. mereka bersekolah diyayasan yang sama yaitu Yayasan Bina Bangsa yang membawahi pendidikan dari SD, SMP dan SMA .
Varo Tumbuh menjadi lelaki yang tentu saja tampan seperti papinya, pintar sudah pasti, dengan sikapnya yang mudah bergaul dia memiliki banyak teman, tapi dia sangat protektif terhadap adik adiknya.
Beda cerita dengan adik perempuannya. Naura tumbuh menjadi gadis cantik dengan rambut pendek sebahu, pintar yang pemberani, cuek dan tegas, bila ada sesuatu yang menyinggung dirinya dan teman temannya, maka dia siap menonjok habis musuhnya. Tempat favorit langganan adalah BP ( bimbingan penyuluhan). Hampir setiap Minggu ada saja kejadian yang menyebabkan dia dipanggil BP.
__ADS_1
semua anak Charles dan Louisa diwajibkan untuk mengikuti ekskul beladiri. di rumah sebenarnya sudah ada pelatih khusus, tapi di sekolah juga diwajibkan untuk mengikuti bela diri. Mungkin karena itu Naura menjadi pribadi yang berani
Pak Hasan selalu memberikan surat panggilan untuk orang tua Naura pada Varo. karena seantero sekolah tahu kalau ada apa-apa maka Varo yang akan pasang badan untuk adik adik tercintanya.
###
Louisa memijit keningnya, "Varo, tolong panggilkan adikmu, Naura, suruh kesini momy mau bicara dengannya!" ucap Lou dengan gemas.
" Naura, sekarang apalagi yang kamu lakukan sehingga pak Hasan memanggilmu lagi?" tanya louisa sambil membelai kepala anak perempuannya.
"Nau tidak semua masalah harus diselesaikan dengan berkelahi, kenapa tidak coba dengan bicara baik baik sih, kan bisa kamu ajak temanmu itu bicara, atau kamu ngalah saja!" nasehat Lou pada putrinya.
__ADS_1
"Ish... momy belum tahu aja itu kelakuan si ulat bulu Moni, dia mah tidak bisa diajak ngomong baik mom, yang ada kalo kita ngalah malah kita yang ditindas. mentang mentang anak kepala sekolah, dia merasa bisa berbuat seenaknya," sanggah Naura pada momynya.
"Besok kita temui pak Hasan, jelaskan duduk perkaranya, momy ingin semua berakhir baik. sekarang mandi dulu, habis itu bantu momy masak." ucap mom yang diangguki oleh Naura.
" Okeh... siyap momy, Nau ke atas dulu nih!" izin Naura yang langsung berlari menaiki tangga.
Varo mendekati momy, sambil merangkul bahu momy, karena sekarang tubuh Varo lebih tinggi dari Louisa.
"Sabar ya mom, jangan dibawa ke hati kelakuan Naura, kalo dipikir sih sebenarnya Nau tidak salah, dia mewarisi sifat baik mom, tapi galak dan tegas seperti papi."
"Iya-iya mom juga tahu kok, anak anak mom baik semua, giih...sekarang tolong panggil si kembar di halaman samping, suruh mandi sudah sore, sebentar lagi papi pulang,"
__ADS_1
...
tbc