
hari Sabtu ini Charles mengajak louiza dan anaknya pergi ke villa yang terletak di kota Batu, Malang. rencananya sore nanti mereka akan mengunjungi BNS (batu night square) dalam perjalanan yang ditempuh Dua jam dari Surabaya Varo berceloteh tentang aktivitasnya selama papinya pergi.
"papi ... papi ... kemarin Varo nangkep kupu sama belalang Varo dapet banyak, tapi kata tante belalangnya harus dilepas lagi agar tidak menyiksa, jadi Valo lepaskan semua belalangnya," cerita Varo dengan wajah polosnya.
bagus dong Varo, kita memang tidak boleh menyiksa binatang, " jawab Charl.
Setelah selesai bercerita Varo tertidur di pangkuan Louisa.
Charles mengemudikan sendiri mobilnya, setelah dua jam mereka sampai juga di villa pribadi keluarga Beird. Charles membuka pintu mobil . kemudian bergegas membukakan pintu untuk Lou, Charl mengambil alih menggendong Varo yang masih tertidur.
Bapak dan Ibu Salim penjaga villa menyambut kedatangan Charles dan keluarganya, beliau mempersilahkan Charles untuk masuk dan membawakan kopernya yang berisi pakaian dan beberapa kantong plastik yang bahan makanan dan susu untuk Varo untuk diletakkan di dalam kulkas. tak lupa Charl juga membawakan oleh oleh untuk pak Salim dan istrinya.
Charlesperjalanan menuju ke kamar yang biasanya dia pakai saat mengunjungi bila Charles melepaskan paru di atas ranjang kemudian dia menghampiri istrinya.
"Ayok kita keluar sayang! udara di sini sangat sejuk dan pemandangan di halaman saja sangat indah." ajak Charl pada lou.
Charles menggandeng tangan istrinya menuju ke halaman rumahnya.
" Mas di sini memang udaranya sangat sejuk ya," ucap Lou sambil menarik nafas dalam dalam.
Charles memeluk Lou dari belakang.
"iya, pemandangan di sini memang sangat indah, di halaman rumah ini banyak sekali bunga yang ditanam oleh Pak Salim dan juga istrinya, mereka merawat dengan baik semua tanaman hias disini kemudian lihatlah ke sana sayang, itu adalah hamparan perkebunan apel milik keluargaku, nanti kita juga akan pergi ke sana untuk memetik apel."
__ADS_1
ucap Charl yang membuat Lou takjub.
"ini masih jam 3, nanti kalo Varo bangun kita ke kebun apel itu ya mas, aku ingin makan apel yang langsung dipetik dari pohonnya. sepertinya rasanya berbeda mungkin lebih fresh," ucap Lou dengan wajah berbinar-binar.
iya, tapi yang ini lebih fresh, ucap Charl sambil membalikan badan Louisa dan mencium lembut bibir istrinya kemudian berbisik
"I love you, my dear" dan kembali memeluk istrinya dengan erat.
Aku sangat bahagia mas, terimakasih untuk semua Tuhan, atas anugerah suami yang akhirnya mencintaiku juga," ucap Lou.
"Ayo mas ke kamar, takut Varo sudah bangun nanti bingung mencari kita," ajak Lou sambil menarik tangan suaminya.
Benar saja Varo sudah bangun dan duduk dengan setengah kesadarannya.
"Momy... momy... "panggil Varo yang kebingungan di ruangan yang tampak asing, ia mulai menangis, untung saja Lou cepat kembali. Lou memeluk anaknya yang mulai menangis.
"mau momy," ucap Varo yang langsung berhenti dari menangis dan tersenyum.
"oke..., tapi mandi dulu ya!" yang diangguki oleh Varo.
sementara itu Charl sedang menerima telepon dari seseorang, "biarkan dulu satu pekan ini, baru pekan depan kita bergerak menghancurkan perusahaan Wijaya itu," jawab Charl pada orang berbicara dengannya.
"Lihat saja Arman, pekan depan pasti perusahaanmu akan oleng," gumam Charl sambil tersenyum.
__ADS_1
...
Axel dan Alexa baru sampai ke halaman rumah besar milik keluarga Beird. Axel langsung keluar dan membukakan pintu untuk Alexa.
"terimakasih sayang," ucap Alexa sambil tersenyum dan keluar dari mobil sambil memegang tangan Axel.
"Ayo masuk mas, ajak Alexa lagi.
Alexa dan Axel berjalan beriringan masuk ke dalam rumah .
Selamat sore, om ... Tante, sapa Axel pada papa dan mama Alexa.
"panggil papah dan mamah saja, kamu sudah menjadi bagian dari keluarga besar Beird Axel!" ucap papah Alexa.
" Iya... Pah, Jawab Axel yang terasa kaku karena belum terbiasa.
ya sudah Pah, Kami ke kamar dulu, mau mandi, " ucap Alexa.
"Oh iya Alexa, ajaklah Varo kemari, mamah kangen sama celoteh cucu mamah itu," ucap Arina pada Alexa.
"Varo sedang di Villa mah, sama Papi momynya, mereka sedang menikmati liburan di sana, rencananya besok aku sama Mas Axel juga mau menyusul ke sana, apa papa dan mamah ikut sekalian, itung itung libur keluarga." ajak Alexa pada mamah Arina.
"gimana Pah," tanya Arina pada suaminya.
__ADS_1
"Baiklah besok pagi pagi sekali kita berangkat Pah,... mah...," sahut Alexa.
....