Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.25


__ADS_3

#Pemisah mohon maaf eps kemarin typo bertebaran dimana-mana ha...ha...


mungkin sampai keriting bacanya, ya#


***


Hari ini adalah hari keberangkatan Charles dan louisa ke Jepang, mereka akan menikmati honeymoon yang kedua, mereka ingin menikmati hidup berdua dengan pasangan tercintanya yang sudah menemani hampir seperempat abad lamanya dan berharap bisa sehidup semati.


Varo menarik dua koper besar yang akan dibawa oleh kedua orang tuanya. Charles dan louisa berpamitan dengan anak- anaknya sambil memberi nasehat apa yang harus dilakukan saat mereka berdua tidak ada di rumah.


Mereka sekeluarga mengantar kepergian keduanya sampai bandara. Nathan dan Ara terlihat sedih karena tidak diperbolehkan untuk ikut ke Jepang. Varo dan Naura sudah dewasa sehingga memahami betul keinginan kedua orangtuanya.


setengah jam lagi pesawat take off.


Varo, papi serahkan tanggung jawab masalah perusahaan dan adik adik padamu selama Papi tidak di sini, kemudian papi sudah menyediakan bodyguard untuk kalian, jaga diri kalian baik baik.


"Iya, papi dan momy hati hati di sana jangan lupa jaga kesehatan , aku akan berusaha menjaga adik adikku, nikmati waktu kalian berdua ya, kalau perlu pulang bawa adik untuk si kembar he...he...," ucap Varo sambil memeluk Papi dan momy nya.


"Mom, hati hati, jaga diri kalian baik baik, aku sayang mom, jangan lupa oleh olehnya." ucap Naura memeluk Lou dengan erat dan tersenyum yang diangguki oleh Louisa dan berbisik," jaga diri mu juga adik-adikmu, mom pergi dulu.


****


Pukul setengah satu siang Varo meninggalkan kantor hendak menuju kampus untuk mengikuti perkuliahan yang berapa hari ini agak terbengkalai akibat kesibukan diperusahaan. Varo melepaskan dasi dan jasnya, dia hanya mengenakan hem panjang berwarna biru tua yang pas di badan. dia menggulung bagian lengannya kemudian menyisir rambut dengan jarinya, terlihat lebih santai dan tentu saja ganteng. Varo merapikan jasnya kemudian menggantung di mobil bagian belakang.


Setengah jam perjalanan menuju kampusnya.

__ADS_1


setelah membuka pintu mobi, Varo mengambil tas ransel yang berisi buku perkuliahan. dengan langkah cepat berusaha memburu waktu agar tidak sampai tertinggal pelajaran.


Saat hendak keluar area parkir, matanya menangkap sosok yang familiar sedang bercengkerama dengan tangan menggelayut mesra di bahu seorang lelaki muda kemudian mencium sosok lelaki itu.


Varo tersenyum simpul saat melihat sosok Nia dengan kekasih hatinya, tidak ingin semakin terlambat Varo mempercepat langkahnya menuju ruang kuliah, saat Varo Sampai di ruang tersebut ternyata perkuliahan sudah dimulai.


Setelah mengetuk pintu dan meminta izin pada dosen pengampu, Varo duduk di pojok belakang karena hanya dua kursi itu yang masih kosong. David yang duduk di depan Varo berbisik.


" Tumben kamu berangkat, gak sibuk nih?" tanya David yang langsung mendapat tendangan pada kursi yang diduduki David sehingga menimbulkan bunyi dan mendapatkan teguran dari dosen yang mengajar.


"Diam, jangkrik! perhatikan tuh penjelasan dari pak Samsul biar nilaimu tidak nasakom (nilai satu koma) melulu." bisik Varo pada teman akrabnya itu.


"Sialan Lo, teman lucknut!" gerutu Dimas yang terena teguran dosen pengampu.


Saat jam kuliah hampir berakhir, pintu ruangan terbuka diketuk dari luar. sesaat kemudian masuk seorang yang merupakan mahasiswi pindahan, setelah dipersilahkan masuk perempuan manis itu dipersilahkan memperkenalkan diri.


David langsung membalikkan badan kemudian mengulurkan tangannya,


"Gue, David tadi nama kamu panjang banget tadi, sampai aku lupa. nama panggilan kamu tadi siapa?" tanya David yang hendak tebar pesona


"Aku Sita," jawabnya datar sambil membalas jabat tangan David.


"Kamu tinggal di mana, dan no ponsel kamu berapa? tanya David lagi.


Sita mengernyitkan dahi," Aku tinggal di bumi," jawabnya singkat.

__ADS_1


"Jangan sewot dong, siapa tahu kamu perlu bantuan gue, kan tahu kemana hendak dituju," jawab David sambil cengengesan. Varo yang melihat kejadian itu hanya geleng kepala dan kembali fokus memperhatikan pada tugas yang diberikan pak Samsul.


"Varo, pulangnya mampir ke kafe triple X yuk, penat gue menghadapi aktivitas hidup,"


"Gue mau langsung balik ngantor,"


"Ya ampun nyet, kepala Lo apa tidak pecah rasanya, mikir perusahaan, kuliah tanggungjawab keluarga, sudah pokoknya sekarang kita refreshing sejenak , kasihan Lo, tua sebelum saatnya," ucap David menarik tangan Varo saat keluar ruangan.


"Yang tua itu muka Lo, jangkrik! oke, yuk tapi bentar aja ya, jam 4 sore aku ada meeting sama investor dari Jepang." ucap Varo mengikuti langkah David.


kafe triple X


David yang sampai duluan, sudah menunggu Varo yang baru saja turun dari mobilnya. mereka masuk bersamaan dan duduk di sofa yang disediakan. kafe triple X merupakan kafe ekslusif yang menyediakan tempat nyaman bagi pengunjung selain sajian menu yang menarik dan enak tentu saja.


Pelayan menghampiri meja mereka,


" silahkan dipilih menunya," ucapnya sambil tersenyum, namun saat David mendongakan kepalanya dia terkejut melihat Sita menyodorkan menu kafe.


" Ya Tuhan, sepertinya kita berjodoh deh, karena selalu dipertemukan dengan tidak sengaja bukan sekali tetapi beberapa kali," gombal David yang hanya dibalas tatapan malas oleh Sita.


Perempuan manis berdarah Jawa, Bugis itu beralih menghadap Varo dan menanyakan pesanannya.


"kopi Vietnam 2, serta stoopwafel," pesan Varo yang langsung diangguki dan ditulis oleh Sita.


" silahkan tunggu sebentar," ucap Sita undur diri

__ADS_1


... tbc


__ADS_2