Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
130


__ADS_3

"pelanggan yang menyebalkan," gumam Varo dalam hatinya tapi saat pelayan itu berbalik Varo lebih terkejut lagi karena yang ditampar perempuan itu adalah Sita temannya kuliah.


Setelah pembicaraan antara pelanggan dan manajer cafe selesai, terlihat Sita mengikuti langkah sang manager menuju ke ruangannya. Sita hanya diam dan menundukkan kepalanya, mendengarkan semua yang diucapkan oleh manajer yang kesal melihat sikap tidak profesional yang ditunjukkan oleh Sita tanpa membantah sedikitpun.


Sita sangat bersyukur karena sang manager memberikan satu kali lagi kesempatan kepadanya, dan tentu saja apabila dia melakukan kesalahan yang sama maka sang manajer tidak segan-segan akan langsung memecat Sita.


Dengan langkah gontai sambil menundukkan kepalanya, Sita berjalan keluar dari ruangan manager, tanpa sadar ia menabrak laki-laki yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Tubuh Sita terpental hingga hampir jatuh, bersyukurnya sita saat tangannya ada yang memegangi hingga dia tidak jadi terjatuh.


"Maaf atas keteledoran saya! dan terimakasih atas pertolongannya," kata yang keluar dari mulut Sita sambil membungkukkan badannya.


"Iya, tapi lain kali kalau berjalan lihat ke jalannya dan jangan melamun," jawab Varo yang hendak keluar dari Kafe menyusul David dan temannya yang sudah keluar terlebih dahulu.mereka pergi dan menyuruh Vaaro sang bos untuk membayar tagihan.


Sita yang mengenal suara Varo langsung mengangkat kepala


"Varo, ternyata kamu, maaf ya, tadi fikiranku


sedang tidak fokus," ucap sita yang terlihat wajahnya sedih tapi berusaha menyembunyikannya.


"Yang sabar saja, kadang pelanggan memang banyak yang aneh, tidak usah di masukkan ke hati, anggap saja itu pengalaman yang akan membuat kamu lebih maju kedepannya." ucap Varo sambil memandang wajah cantik tanpa polesan make up di wajahnya.


"Sudah sana kerja lagi jangan sampai di marahi bos kamu lagi gara gara ngobrol kelamaan denganku, aku pergi dulu ya, yang semangat kerjanya!" ucap Varo diselingi senyum sambil melangkahkan kaki keluar dari area Kafe menuju parkiran.


Sita memandang kepergian Varo dengan detak jantung yang tidak teratur, melihat sikap dan senyumannya.


Sita menepuk nepuk pipinya," sadar Sita, siapalah kamu, seperti nyamuk diantara kawanan kambing," gumam Sita yang kembali melangkah menuju pantry dengan bibir tersenyum.


"Ngapain Lo lama banget di dalam," tanya David yang bicara dengan keras pada Varo.

__ADS_1


" Yang jelas aku tidak tidur di dalam, yuk kerumahku saja kita main game, ajak Varo pada David.


"Oke, gue ajak juga dua cecunguk itu!" sahut David yang menelpon Galang dan Rafi.


***


Sementara itu Naura dan Dimas sudah sampai di parkiran WBL.


"Naura, yuk kita ke sana kamu duduk sini aja aku yang antri tiket masuknya." perintah Dimas yang mendudukan Naura di kursi tempat masuk.


Setelah lima belas menit ikut antrean Akhirnya Dimas mendapat dua karcis juga. dengan menggandeng tangan Naura Dimas berjalan mendekati loket masuk .


"Senyum dong yang, jangan cemberut, aku janji akan membuatmu senang hari ini, yuk kamu mau main yang mana?


Dimas dan Naura mulai mengantri di wahana jet coaster, sesaat kemudian mereka sudah menaiki wahana tersebut. berawal dari jalan pelan kemudian kecepatan bertambah, Naura berteriak sekencang kencangnya


Kakkkkk....Dimasssss...Aaaaa, akuuuu syukkaaaa naik wahana ini," teriak Naura yang suaranya kabur tidak begitu jelas.


"Apaaaa!!!!"


"Aku mencintaimu Naura," teriak Dimas lebih kencang lag mereka saling sahut tanpa terdengar dengan jelas.


Mereka berdua turun sambil terengah-engah dan berusaha menjaga keseimbangan agar tidak oleng. Naura berpegangan pada lengan Dimas.


Dimas mengajak Naura membeli air mineral di stand yang tidak jauh dari wahana jet coaster itu.


"Berikutnya main bom bom car ya! ucap Naura yang terlihat senang dengan wajah terulas senyum.

__ADS_1


"Siyap, yuk sekarang kita antri," ucap Dimas yang kembali menarik tangan Naura agar mengikutinya.


Naura duduk di kursi kemudi permainan itu. mulai menjalankan stir berputar mengelilingi arena permainan. Dimas menyusul dari belakang, kemudian menabrak bagian belakang Naura.


Naura secepatnya menjauh kemudian berbalik arah dan menabrakkan diri pada mobil mobilan Dimas. Dimas tertawa melihat ulah Naura.


Setelah selesai mereka menaiki wahana berikutnya yaitu tornado, kemudian menaiki wahana kora kora.


"Kak... aku laper," ucap Naura setelah turun dari Wakana kora kora.


Yuk kita ke kafe yang itu," ajak Dimas memasuki resto yang ada di dalam wahana tersebut.


Naura memilih duduk dekat jendela yang mengarah ke laut seperti hamparan luas membiru dengan ombak yang tidak terlalu besar. angin semilir menerbangkan rambut yang dikuncir kuda. diikuti Dimas yang duduk berhadapan dengan Naura.


"Haiii Dimasss," panggil seorang perempuan cantik yang memakai jeans ketat dan kaos pink yang pas di badan, berjalan mendekati Meja Dimas, kemudian duduk di sebelah Dimas.


"Hai Juga Rachel, kamu sedang liburan juga ya, sama siapa kamu ke sini? tanya Dimas yang sedikit risih karena posisinya hampir berdempetan dengan Rachel. Naura hanya memandang ke arah perempuan itu dengan santai.


"Aku sedang Anter adik, tuh masih naik wahana tornado. kalau tahu kamu mau ke sini, Kita kan bisa berangkat bareng sama kamu," ucap Rachel terus memandang wajah Dimas, sedangkan Dimas mengarahkan pandangan pada Naura. Naura terlihat mengarahkan pandangannya ke luar.


" Dim kamu makin ganteng aja deh, mau dong diajak kencan sama kamu," ucap Rachel dengan wajah tersenyum sok cantik.


" Sorry Rachel, aku sedang kencan, kenalkan ini Naura pacar aku," ucap Dimas membalas memperkenalkan Naura sang kekasih pada Rachel.


Rachel memicingkan mata tidak suka ke arah Naura, tahu hal itu Naura hanya memandang balik tanpa respon ke arah Rachel.


"Ya sudah, aku ke adik aku dulu Dim," ucap Rachel yang langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


"Cantik loh kak Dimas, kok dianggurin," suara Naura setelah melihat Rachel pergi meninggalkan resto.


...


__ADS_2