Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tujuh puluh enam


__ADS_3

Kalo begitu nanti Varo nginap di sini yah, Nemani kakek sama nenek," ucap papah pada Varo.


"Oke kakek, bial momy dan papi buat adek untuk Valo,"


semua yang ada diruang tamu hanya tersenyum mendengar ocehan Varo. Varo duduk manis di atas pangkuan ayah Charl.


" Terima kasih Papah sudah mau menerima Varo sebagai cucumu. Charl sangat bahagia apabila Mama dan Papa mau menerima kehadiran istri dan anakku yang sangat aku sayangi. dan sebenarnya aku juga tidak pernah membenci kalian berdua. kalian adalah orang tua yang sudah merawat dan membesarkan aku dan maaf kalo Charl selama ini berlaku tidak baik sama papah dan mamah."


Saat ini rombongan keluarga Axel sudah tiba di halaman rumah besar milik keluarga Beird.


Axel didampingi oleh ayah dan ibunya juga dua orang adik lelaki yang sudah bekerja di perusahaan keluarga Beird dan seorang lagi masih kuliah.


"selamat pagi om dan tante." ucap Axel setelah mengetuk pintu.


"selamat pagi, mari masuk dan silahkan duduk!" ucap papa Alexa mempersilahkan tamunya untuk duduk.


Axel masuk kemudian menyalami satu persatu keluarga Beird yang ada di ruang tamu. sebenarnya Axel juga agak terkejut saat melihat Charles dan Louisa sudah ada di ruang tamu, karena setahu dia Charl belum akur dengan mamahnya.

__ADS_1


Alexa sudah terlihat keluar dari kamar setelah dipanggil oleh seorang pembantunya. Alexa mengenakan dress perpaduan warna biru tua dan biru muda dengan hiasan Payet kombinasi merah, pink, dan hijau.


Axel terpesona dan terus mengamati calon istrinya yang berjalan anggun menuju ke ruang tamu. Alexa duduk disebelah papah dan mamah nya.


"Halo Tante, hali ini Tante kok tantik cekali," ucap Varo memecah keheningan sesaat yang masih tetap bertengger di pangkuan kakeknya dan diikuti gelegar tawa dari orang yang ada disana.


"Oh iya, perkenalkan, ini cucu pertama kami, ucap papah membuka obrolan.


Papa Axel membuka ucapannya,


"Ya, saya juga senang dengan kedatangan keluarga Exel, tapi kalau untuk urusan meminang putri kami bukan saya yang memutuskan, tetapi harus ditanyakan dulu pada yang bersangkutan, menerima atau menolak lamaran ini." jawab papa dengan bijaksana.


"Bagaimana dengan jawabanmu Alexa?" tanya papa pada Alexa yang menunduk dengan muka memerah karena malu.


" Iya Ayah, aku menerima lamaran dari Axel," jawab alexa.


"Seperti yang kamu dengar Axel, Alexa menerima lamaranmu, kami selaku orang tua juga menerima lamaran ini. Jadi sekarang kamu sudah sah menjadi calon suami Alexa, terus kira-kira mau kapan dan bagaimana pernikahan kalian?" tanya ayah lebih lanjut.

__ADS_1


" kalau bisa secepatnya Om, seminggu lagi atau dua minggu lagi, kita bisa melangsungkan pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga." jawab Axel.


" Tidak bisa, untuk pernikahan kali ini harus dirayakan secara besar-besaran, untuk apa Papamu punya uang banyak uang, kalau merayakan pernikahan saja secara sederhana, cukup pernikahan kakakmu saja yang tidak diketahui khalayak, masa sekarang adiknya juga tidak dirayakan, apa kata relasi bisnis papamu, apa biar kita kehilangan muka karena dikira jatuh miskin. Hal ini seharusnya juga bisa untuk menjalin relasi bisnis biar lebih besar, biar acara pernikahan dari gedung, catring dan gaun pengantin saya yang urus semuanya." sahut mamah Arina.


"Satu lagi, resepsi pernikahan paling cepat bulan depan,bukan Minggu depan." sahut mamah lagi.


"Tapi bolehkah kami, mendaftarkan pernikahan kami besok pagi?" tanya Axel pada semua.


"Wah...wah... sudah tidak sabaran kamu Axel, tapi kalo kamu mau mendaftarkan besok pagi, tidak aku perbolehkan," jawab Charles dengan tersenyum.


Axel melotot pada Charles,


" Ya iya lah, hari Minggu, catatan sipil pasti libur. kalo mau mendaftar ya besoknya lagi hari Senin," gerr, semua yang ada di ruang tamu tertawa kecuali mamah Arina.


" Ayo, silahkan dinikmati hidangannya!" ucap papah pada tamunya.


...

__ADS_1


__ADS_2