Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tiga puluh satu


__ADS_3

Louisa berhasil melepaskan diri dari dekapan Charl, dia bergegas ke kamar mandi, dia heran mengapa serasa ada yang mengalir dari bagian bawahnya, setelah melepas pakaiannya dia melihat cairan putih susu.


"Ahhh.... shit... kenapa dia tidak menggunakan pengaman seperti biasanya. bagaimana jika aku.... ah.... Charles... sialan!" maki Lou yang kesal luar biasa.


dalam keadaan kesal louisa mengguyur badannya menggunakan shower, dia berusaha untuk mandi sebersih-bersihnya. cukup 15 menit dia sudah menyelesaikan mandinya, Luisa keluar dari kamarnya menuju ke walk-in closet dia akan mengambil baju ganti untuk berangkat ke kampus.


sementara itu Charles baru bangun tidur dia tersenyum saat melihat louisa sudah rapi menggunakan pakaiannya.


"pagi sayang," ucap charles dengan senyum merona sambil membayangkan kejadian tadi pagi, "semoga berhasil" gumamnya dalam hati.


" maaf hari ini, aku tidak menyiapkan sarapan keburu berangkat kuliah, nanti kamu minta tolong saja sama bik Siti saja untuk menyiapkan sarapan pagi. aku pergi dulu ya!" ucap Lou berlalu pergi menuju garasi, mengambil motor yang akan mengantarkan menuju ke kampus.


sementara itu dalam perjalanan Louisa Masih kepikiran dengan kejadian tadi pagi. "bagaimana seandainya aku hamil, ahhh... tak bisa kubayangkan, terus...apa yang harus kulakukan? sungguh aku tidak mau terjebak selamanya dengan Charl, aku tahu diri dengan statusku yang hanya pemuas ranjang walau terikat pernikahan, lagian mamahnya menginginkan dia menikah dengan wanita pilihan nya yang sederajat,' gumam lou sambil membawa motornya.


karena melamun akibatnya Lou tidak melihat lubang di jalan raya dan motor yang dikendarai oleng dan menabrak mobil di depannya.

__ADS_1


keluar dari dalam mobil sesosok perempuan yang masih terlihat cantik mesti sudah cukup berumur.


"maaf, eh.... ibu Ana, maaf aku tidak sengaja menabrak mobil ibu," ucap Lou yang kaget ternyata motornya menabrak mobil mas Reza.


" oh ya... kamu tidak apa-apa kan Lou? apa-ada yang terluka? Ibu antar ke rumah sakit kalau kamu terluka," ucap ibu Ana sambil melihat lihat keadaanku yang tidak terluka hanya lecet sedikit di bagian siku dan kaki.


"saya tidak papa Bu Ana, saya minta maaf sekali lagi karena kurang hati-hati berkendara.


"eh ...Lou mau kemana pagi pagi begini?" tanya Bu ana penasaran.


"Maaf saya mau permisi berangkat kuliah dulu Bu Ana, ini saya hampir terlambat." ucap Lou malu.


"Eh... Lou jangan lupa lain kali mampir ke rumah, sudah lama kamu tidak ke rumah, dan hati-hati berkendaranya jangan melamun dan jangan sampai nabrak lagi ya," ucap Bu Ana mengakhiri percakapan dan mempersilahkan Louisa pergi meninggalkannya.


" Mamah habis ngobrol sama siapa di luar, tanya Reza yang baru saja masuk ke mobil setelah menyelesaikan urusannya.

__ADS_1


"Itu, tadi Louisa menabrak bagian belakang mobil, mungkin karena tergesa-gesa mau ke kampus," jawab Mamah sambil memasang seal belt.


"Reza, bagaimana menurutmu Louisa itu," tanya mamah penasaran


Reza mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan mamahnya.


"Baik, rajin, tumben mamah bertanya tentang Lou," tanya Reza yang merasa ada kejanggalan dengan sikap mamahnya.


" kalau kamu menikah sama Lou bagaimana Za, mamah sayang sama anak itu, lagian kasihan dia sudah sebatang kara di sini, setidaknya biar ada seseorang yang melindungi dia,' ucap mamah mengutarakan keinginannya pada Reza.


" sudah Reza duga, arah pertanyaan mamah, kalau masalah itu nanti dulu mah, Reza tidak mencintai dia mah," jawab Reza


"Reza, ayolah... kasihan Lou, Reza pendekatan dulu saja sama Lou yah!" ucap mamah meminta pada Reza.


...

__ADS_1


Sementara itu Charl, masih di dalam kamarnya, dia tersenyum membayangkan pergulatan tadi pagi, dia sengaja tidak menggunakan pengaman, dia mempunyai rencana membuat Lou hamil, dengan begitu tidak mungkin ada niatan dari Lou untuk berpisah darinya.


__ADS_2