Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
delapan puluh satu


__ADS_3

Sesampai di toko perhiasan Alexa dan Axel memilih perhiasan yang mereka inginkan untuk pernikahannya. Alexa mencoba beberapa cincin yang pas dijarinya, pilihannya akhirnya jatuh pada sepasang cincin sederhana yang memiliki permata di bagian atasnya.


Setelah selesai urusan dengan mencari cincin, Alexa menawarkan pada Varo untuk jalan-jalan tapi Varo hanya menggelengkan kepalanya.


" Tante aku lapa, aku mau makan dulu! nanti balu jalan-jalan ya." ucap Varo dengan nada cadel yang terkesan lucu di telinga Alexa.


"ya sudah, Ayuk om! kita cari makan dulu, ini ponakan Tante Alexa yang imut sudah kelaparan," Ucap Alexa menggandeng tangan Axel dan Varo di tangan yang satunya.


Alexa masuk ke sebuah restoran seafood yang ada di dalam mall setelah Axel memesan makanan untuk mereka bertiga.


Alexa memilih cumi pedas manis, udang goreng, sedang Varo memilih kwetiow seafood, cah kangkung seafood dll. mereka menikmati makanan dengan lahap. Axel membayar semua pesanan mereka, kemudian Axel mengajak Alexa untuk pulang.


saat berjalan keluar Resto Alexa berpapasan dengan teman Lelakinya.


"Halo Alexa, Apa kabar lama tidak bertemu, tambah cantik saja," ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba menyapa mereka bertiga


"Hai...Toni sedang apa kau di sini? bukannya kau masih kuliah di Australia?


" Aku sudah selesai setahun yang lalu Alexa, Aku kesini mau meneruskan usaha papi yang sudah berjalan,"

__ADS_1


" kau sendiri kesini bareng siapa? tanya Toni.


" Oh ini, sama calon suamiku dan ponakanku,"


" Kamu sudah mau menikah? tanya Toni tidak percaya dan seperti ada perasaan kecewa.


" Iya bulan depan, aku akan menikah mengadakan resepsi pernikahan, aku akan memberikan undangannya kepadamu," ucap Alexa yang membuat Toni nampak terkejut.


"Oh iya ton perkenalkan ini Axel calon suamiku," ucap Alexa diikuti Axel menyodorkan tangan untuk bersalaman yang diterima oleh Toni.


" Aku Toni, teman Alexa saat kuliah di Aussy"


"Evander Exelino, tunangan Alexa."


"Bareng sama mamah, cuma biasa kalo Ibu ibu belanja lama pake banget, jadi aku tunggu di resto saja"


"Ya udah aku, duluan," ucap Alexa meninggalkan temannya di restoran.


*Senin pagi pukul delapan*

__ADS_1


Alexa sudah siap dengan memakai kemeja berwarna putih dengan rok panjang berwarna coklat muda terlihat sangat sederhana, tapi membuatnya sangat cantik. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh nya hari dimana mereka resmi menjadi suami istri dalam ikatan pernikahan.


Axel menggunakan pakaian yang senada dengan alexa dan datang menjemput tepat pukul 08.00. Axel bertemu dengan orang tua Alexa, dan mengobrol sebentar untuk menunggu kedatangan Alexa.


Begitu Alexa datang maka Axel pun langsung pamit mengajak Alexa pergi ke kantor catatan sipil. Ada perasaan bahagia pada diri mereka, penantian selama tiga Tahun akhirnya bisa berakhir bersama sama menuju jenjang pernikahan.


Pukul setengah sembilan mereka tiba di kantor catatan sipil, mereka menemui petudas untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Setelah melalui rentetan pertanyaan dari petugas petugas pencatat, mereka pun berfoto kemudian foto mereka dipasang di buku nikah. masing-masing mendapatkan 1 buku nikah. Setelah mengucapkan terima kasih mereka berpamitan pada petugas.


Axel melajukan mobil menuju ke Apartemen mewah miliknya. setelah sampai di parkiran Axel menarik tangan Alexa menuju lift. mereka memasuki lift dan memencet tombol 20. Setelah tiba di pintu apartemen, Axel membuka pintu dengan tidak sabar kemudian menutup dan mengunci pintu tersebut.


Axel memeluk tubuh Alexa lama sekali, seolah beban yang ditahan selama ini telah terlepaskan semua.


" Sayang, akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya. aku sudah bersabar tiga tahun tidak menyentuhmu, bolehkah hari ini aku menjadikanmu milikku seutuhnya. " tanya Axel yang diangguki oleh Alexa.


Axel mulai mencium lembut bibir Alexa, Alexa membalas setiap ciuman Axel, sehingga semakin lama semakin panas. Tangan Axel mulai bergerilya masuk ke kemeja Alexa kemudian membuka satu persatu kancing bajunya.


"Kak ini pertama kalinya untukku, jadi aku agak takut,"


"Tenanglah aku akan melakukan secara perlahan." ucap keduanya dengan nafas yang tersengal-sengal.

__ADS_1


Axel melanjutkan aktivitas panasnya, hampir dua jam lebih mereka melepas keperjakaan dan keperawanan. kemudian mereka berdua beristirahat selama setengah jam kemudian mereka memulai lagi aktivitas panas mereka untuk yang kedua kali.


...


__ADS_2