Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.13


__ADS_3

"Mah lihat mah papi mulai membuka matanya," teriak Varo saat hendak pamit pergi ke kantor.


Louisa yang masih duduk di sofa langsung berdiri dan berjalan setengah berlari menuju bed tempat Charl berbaring, Lou begitu bahagia melihat suaminya membuka mata yang masih mengerjap karena masih menyesuaikan diri dengan cahaya yang ada di ruangan. Lou memeluk dan mencium dahi suaminya yang baru saja sadar.


Varo yang melihat kejadian itu sangat terharu dan bahagia, dia memencet tombol merah untuk memanggil dokter, benar saja selang beberapa waktu dokter dan perawat datang untuk memeriksa pasien.


Lou dan Varo mundur untuk memberikan ruang gerak bagi dokter memeriksa Charles.


Setelah pemeriksaan detak jantung, nadi dan alat Indra, Charl dinyatakan sudah sadar, tinggal menunggu pemulihan badan yang harus distimulasi agar bisa bergerak lagi dengan sempurna setelah sekian lama hanya terbaring.

__ADS_1


Lou menghubungi Oma, Opa dan semua anggota keluarga dengan gawainya, selesai menelepon Lou kembali menemui dokter yang hendak pamit dari ruangan ruangan Charl. louisa mengantar kepergian dokter sampai pintu, kemudian cepatnya berbalik menemui Charles yang juga sedang memandangnya, senyum mengembang dari bibir louisa dia menatap mata suaminya dengan pandangan rindu yang sangat dalam begitupun dengan Charles


Sudut bibir Charl sedikit terangkat agar bisa tersenyum, kemudian berusaha bersuara tapi belum bisa berbicara , Louisa memegang tangan Charles dan mencium punggung tangannya" Aku sangat merindukanmu sayang," bisik Lou ditelinga suaminya, Charl hanya berusaha tersenyum.


"Papi, syukurlah akhirnya papi sadar juga, aku sangat takut kehilangan sosok papi lagi, lega rasanya berarti papi sebentar lagi bisa kembali mengurus perusahaan Papi, Varo sudah bosan mengurus perusahaan papi, aku ingin sekolah dan mengejar pendidikan dulu." ucap Varo memegang tangan papinya." ucap Varo sambil mengarahkan pandangannya pada papinya dan dibalas dengan senyum oleh Charl.


Charles mengarahkan pandangannya kearah tangan Louisa yang masih memegang selendang yang sebenarnya akan dicuci saat nanti pulang. Charles memandangi selendang itu sambil menitikkan air matanya, akhirnya Louisa memberikan selendang itu lagi pada Charles.


"Papi," teriak si kembar r langsung menghambur menuju ke pelukan Charles, Louis sayang masih duduk di sebelah Charles hanya memberi ruang sedikit kepada anak kembarnya karena bagaimanapun kondisi tubuh Charles masih lemah sehingga belum boleh dipeluk erat oleh si kembar.

__ADS_1


Ara bercerita panjang dan lebar yang ditimpali oleh Nathan, bahkan berlanjut bertengkar karena tidak ada yang mau mengalah. Charles sangat bahagia walau dia belum bisa berbicara dan bergerak dengan normal, tapi dia bisa mendengar kan cerita keluarganya.


Naura lari tergopoh-gopoh menuju kamar perawatan papinya, dia datang bersama Keke dan Dimas. Naura langsung berlari saat sampai lobi rumah sakit meninggalkan Keke dan Dimas yang masih memarkirkan mobilnya.


"Papi...papi....ini Naura datang, papi...," panggil Naura yang baru saja membuka pintu, dan berjalan cepat menuju bed tempat Charl berbaring dan menggeser si kembar. Naura sudah tidak bisa lagi membendung air matanya, dia tidak mampu berucap sepatah katapun sambil memeluk Papinya.


"tok... tok... tok"


Keke dan Dimas masuk ke dalam ruangan yang sudah penuh dengan anggota keluarga Beird, "Selamat sore Oma, Opa, Tante Lou dan semuanya," sapa Keke yang matanya tak sengaja melihat sosok tampan Varo duduk manis di sofa bersama Oma. Hatinya berdesir, jantung seakan berloncatan.

__ADS_1


Oma mempersilahkan Keke dan Dimas duduk dulu di sofa, karena di dekat ranjang sudah berkerumun si kembar dan juga Naura.


__ADS_2