Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tujuh puluh tujuh


__ADS_3

" Ya iya lah, hari Minggu, catatan sipil pasti libur. kalo mau mendaftar ya besoknya lagi hari Senin," gerr, semua yang ada di ruang tamu tertawa kecuali mamah Arina.


" Ayo, silahkan dinikmati hidangannya!" ucap papah pada tamunya.


Lou terheran heran melihat ternyata suaminya bisa bercanda juga. selama ini dia melihat Charl selalu bersikap datar dan agak galak, tapi beberapa bulan terakhir sebelum kepergian Lou sikap Charl mulai perhatian tapi tetep datar. tapi jarang bercanda.


ini adalah kali pertama Lou melihatnya. ada rasa bahagia melihat banyak perubahan pada suaminya.


Setelah bincang bincang selesai mereka menuju ke meja makan di sana sudah terhidang banyak sekali masakan. Lou bener benar menikmati berada dalam kebahagiaan sebuah keluarga besar. Lou bersyukur mamah Charl mau menerima dirinya dan anaknya.


Ruang makan masih saja terdengar candaan charles menggoda Axel teman sekaligus sekertarisnya. setelah selesai acara makan makan keluarga besar Axel pamit pulang. Alexa dan Charles mengantar keluarga besar Axel sampai keluar dari pintu gerbang.

__ADS_1


Alexa menghadap kakaknya dan langsung memeluknya. terimakasih karena sudah datang. aku bahagia akhirnya keluarga kita bisa bersatu lagi. Charles hanya tersenyum dan mengelus kepala Alexa.


"Ayo, masuk pasti kakak ipar sudah menunggu di dalam, ajaklah dia kekamarmu." ucap Alexa.


Ayo, Varo mau ikut ke kamar papi tidak? ajak Lou pada Varo yang masih bercengkrama dengan kakek dan neneknya.


"tidak mau, Varo mau di sini bersama kakek nenek dan tante Alexa saja," tolak Faro pada kedua orang tuanya.


"Ya sudah, Pah, mah, Charl dan Lou ke kamar dulu, mau istirahat." ucap Charl pada kedua orang tuanya.


"lni kamarku dulu sayang, ayok masuk," ucap Charles sambil menggandeng tangan istri tercintanya. Louisa hanya diam dan mengikuti semua yang dikatakan oleh Charles. sampai di dalam kamar Louisa melepaskan tangannya dari genggaman Charl. dia berjalan mengitari ruangan yang ber cat abu muda dan warna hitam terkesan sedikit gelap tapi elegan. dengan pencahayaan yang cantik benar benar kamarnya nampak istimewa.

__ADS_1


ranjang yang luas dengan bed yang sangat empuk, tapi dia berpikir, kenapa dia merasakan seperti pernah ke ruangan ini.


Lou mencoba berfikir kapan dan kenapa dia bisa merasa begitu familiar dengan ruangan ini.


Charles yang dari tadi menatap wajah Lou, juga merasa aneh, kenapa Lou tiba tiba murung, Charl mendekati Lou dan memeluk pinggang Lou.


kamu kenapa sayang? Apa yang kamu pikirkan dari tadi aku lihat kamu mondar-mandir di kamarku kemudian kamu duduk melamun seolah ada yang dipikirkan, ada apa sih sayang?


"Entah kenapa aku merasa sangat familiar dengan kamar ini, sepertinya aku pernah berada di dalam kamar ini tapi kapan? aku juga nggak pernah tahu. kupikir ini pertama kali aku datang ke sini. tapi kenapa bisa merasa aku merasa familiar dengan kamar ini." jelas Lou sambil merebahkan diri di ranjang empuk kamar suaminya.


Charles pun ikut merebahkan diri di sebelah Louisa dan memeluk dengan erat tubuh Lou.

__ADS_1


sudah jangan berfikir macem macem, mending kita yang macem macem. sudah lah kita istirahat saja dulu.


Lou berusaha memejamkan matanya tapi kantuk tidak pula datang mengunjunginya, "ah...kemapa aku tidak bisa tidur?


__ADS_2