
"Hei.... siapa kamu nona cantik, sepertinya kita baru ketemu di kantor ini, apa kamu bekerja disini?" tanya Thomas dengan gaya yang agak slebor.
"aku tidak bekerja di sini, terus kamu sendiri siapa?" jawab lohita
"aku kesini mau bertemu dengan kakak sepupu,"
siapa Kakak sepupumu? tanya Lohi balik.
"Charles"
"oh, tuan Charles tidak ada ditempat, dia sedang keluar kota"
sebentar Bagaimana bisa kamu tahu kalau Charles tidak ada di ruangannya?" ucap Thomas sambil mengernyitkan dahinya.
Siapa perempuan ini kenapa dia bisa tahu tentang Charles
"tadi aku baru saja ketemu sekretarisnya katanya Charl pergi keluar kota tiga hari," Jawab Lohi menjawab kebingungan Thomas.
"ya udah, yuk pulang bareng," ajak Thomas.
"maaf aku bawa mobil sendiri, ucap Lohi menolak ajakan Thomas.
*rumah sakit*
malam harinya Charles bangun mulanya dia hanya mengerjapkan matanya yang merasakan silau karena cahaya dari lampu yang ada di dalam ruangan VIP tempatnya berada.
matanya memutar ke seluruh ruangan yang terasa asing baginya, hanya ada gorden warna putih alat pendeteksi jantung dan beberapa alat lainnya yang masih menempel di tubuhnya. Charles bingung sendiri kenapa dia bisa ada di rumah sakit, dia berusaha mengingat-ingat kejadian hari ini, dia tadi pergi bersama Louisa dan pingsan di dalam mobil. mata Charl berakhir pada sosok yang berada disampingnya.
Charles menemukan sosok wanita yang sedang tidur di pinggir ranjang miliknya. Rambutnya yang panjang dan hitam terlihat berantakan, dia mengelus kepala Lou, "Lou, ayo bangun, Lou...!" ucap Charles berusaha membangunkan Lou yang tidur di kursi sambil meletakkan kepala di samping bed tempat tidur yang Charles tempati.
Charles memandang Lou yang tidur dengan pulasnya, dia ingin mencium dahi istrinya tapi karena dia belum bisa banyak bergerak maka dia urungkan niatnya.
__ADS_1
Tuhan aku sangat bersyukur bisa bertemu kembali dengan Lou dan anakku, Aku benar-benar tidak menginginkan yang lain kecuali kebahagian dalam keluargaku.
Lou kamu adalah perempuan luar biasa yang bisa membuat aku bertekuk lutut di hadapanmu. aku merasakan kehampaan saat kau pergi meninggalkan aku. cukuplah kamu satu satunya istri yang akan menemaniku sampai maut memisahkan.
Lou yang merasakan belaian dikepalanya berusaha membuka mata, Lou tersenyum saat melihat Charl sudah bangun dari tidurnya.
"kamu sudah bangun mas, apa ada yang kau perlukan mas," tanya Lou.
"Aku tidak memerlukan apapun, cukup ada dirimu disampingku, itu sudah lebih dari cukup," jawab Charl yang membuat muka putih Lou menjadi bersemu merah.
Hp Lou berdering dengan nada dering lagu zaman old dari Reza Artamevia, mereka berdua menikmati dalam kediaman hanya saling pandang.
setelah cukup lama Lou baru mengangkatnya. ternyata itu panggilan dari mbak Rina yang khawatir karena sampai malam belum pulang.
Lou meminta maaf dan menyampaikan bahwa dia tidak pulang malam ini.
setelah menutup panggilan ponselnya, Lou kembali memutar lagu tadi.
🎶🎶🎶
Kau bisikkan kata cinta kepadaku setiap waktu
Kau pastikan takkan tinggalkanku selalu bersama
Mungkinkah kau mencintai diriku selama-lamanya
Hingga maut memisahkan
Bukan hanya cinta yang sesaat terus menghilang
Bila hasrat telah usai
__ADS_1
Bukan berarti aku tak percaya kamu, kesungguhanmu
Tapi perihku di masa yang lalu belum juga hilang
Selalu membayangi
Mungkinkah kau mencintai diriku selama-lamanya
Hingga maut memisahkan
Bukan hanya cinta yang sesaat terus menghilang
Bila hasrat telah usai
Mungkinkah terwujudkan keabadian
Mungkinkah kau mencintai diriku selama-lamanya
Hingga maut memisahkan
Bukan hanya cinta yang sesaat terus menghilang
Bila hasrat telah usai
***
"Kenapa kamu bisa sakit? bagaimana hidupmu dulu ? apa kamu jarang makan sampai seperti ini" ucap Lou sambil membuat pola jari di dada Charl.
jangan pernah pergi lagi dari ku, kalau kamu tidak ingin melihat suamimu jadi mayat.
Lou menutup mulut Charl dengan jari
__ADS_1