
Pukul setengah tujuh malam keluarga Charles bersiap untuk berangkat menuju hotel tempat perayaan pernikahan Om prasaja. Naura terlihat sangat cantik dengan balutan dress berwarna pink dengan bunga-bunga kecil sebagai aksennya, begitupun dengan Varo terlihat sangat tampan menggunakan jas hitam dengan kemeja berwarna biru muda dan celana sewarna dengan jasnya, rambut tersisir rapi sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan memuji ketampanannya.
Sedangkan Charl berangkat bersama Louisa istrinya. Charles memakai jas hitam dengan kemeja putih dengan dasi biru tua . Louisa memakai dress hijau botol dengan hiasan Payet, terlihat kalung berlian melingkar di lehernya.
Varo seperti biasa berangkat bersama Naura, Varo membuka pintu mobil, diikuti Naura yang duduk di sebelahnya.
"Naura nanti disana deket kakak, jangan jauh dari kakak, biar kakak bisa awasi kalau ada yang berbuat jahat sama Naura, satu lagi jangan ikut minum anggur," pesan Varo untuk adiknya.
"Iya kakakku yang perrhatian sama dedek Naura yang cantik jelita ini, jagain jangan sampe lecet," canda Naura yang diiringi seringai sebel.
Naura dan Varo masuk ke lobi hotel dan menuju ballroom hotel tempat perayaan dilaksanakan, disana sudah berjajar pemeriksa undangan.
"Kak, nanti pulangnya jangan terlalu malam, aku belum mengerjakan PR, lagian acara seperti ini sungguh membosankan," Naura menggandeng tangan kakaknya layaknya pasangan kekasih yang tidak mau berpisah padahal mereka kakak adik, hal ini biasa mereka untuk lakukan menjaga saling menjaga dari gangguan iblis eh maksudnya perempuan atau laki-laki pengganggu.
"Kami tamu undangan dari keluarga Beird, lagipula adik saya ini berteman akrab dengan Keke." ucap Varo yang langsung dipersilahkan masuk.
Di dalam ruangan sudah penuh dengan tamu undangan Varo mengedarkan pandangan mencari mom dan papi. Charles yang melihat kedatangan kedua anaknya langsung melambaikan tangan dan meminta bergabung dengan mereka.
Varo masih tetap bergandengan tangan dengan Naura mendekat menuju papi dan mom berada.
__ADS_1
"Varo, Naura perkenalkan ini tuan Prasaja, dan Tuan Pras perkenalkan Ini putra pertama kami, Alvaro dan yang disebelahnya itu anak kedua kami Naura dia teman sekolah Keke," Papi memperkenalkan kami pada om Prasaja.
"Oh iya, saya sering dengar Keke cerita tentang Naura katanya anaknya pinter, sering juara olimpiade sains," ucap tuan Pras
Beberapa saat kemudian Keke dan Dimas mendekat karena dipanggil Pak Prasaja.
"Ini Dimas anak saya yang pertama dan ini Keke.
"Iya Om, kami juga sudah kenal kok, Kak Dimas yang kemarin lawan tanding basket dan juga karate dengan Kak Varo," jawab Naura yang diikuti tawa kedua orangtuanya.
"Baguslah kalau begitu," ucap pak Pras sambil tersenyum.
"Hai Naura, kamu terlihat beda malam ini," sapa Kak Dimas.
"Ya iyalah kak, mesti beda, kemarin kakak ketemu denganku menggunakan seragam sekolah dan berikutnya seragam karate!" jawab Naura santai.
"Papa, Om Charles kami ke sana dulu menemui teman teman," pamit Keke yang langsung menarik tangan Naura ke arah Lusi yang sudah menunggu sambil membawa cemilan di tangannya.
"Selamat menikmati pestanya tuan Charles dan nyonya Louisa, kami permisi mau menyapa tamu yang lain," pamit pak Pras yang menuju tamu lain diruangan itu.
__ADS_1
Keke mengajak temannya mencari tempat yang nyaman dan berkumpul dalam satu meja. "Lusi lihatlah Kak Varo ganteng habis, aku sampe bingung bagaimana cara menyapanya, sayang banget adeknya sulit diajak kerjasama," ucap Keke sambil melirik ke arah Naura.
Lusi yang masih menikmati cemilan mengedarkan pandangan matanya mengerjai melihat dua sosok tampan sedang bercakap.
"Keke, kak Varo ganteng tapi kakak Lo juga ganteng deketin gue dong sama kakak Lo! nanti gue gak ikut bersaing memperebutkan kak Varo sama kamu," balas Lusi yang masih memandangi kedua sosok tampan yang sedang bicara.
"Gue ambil minum dan cemilan dulu," ucap Naura yang jengah mendengar ucapan Lusi dan Keke.
Naura mendekat ke arah makanan dan minuman yang disukanya, dia mengambil beberapa jenis snack yang letakkan ke dalam piring kecil dan kemudian dia mengambil minuman yang berwarna merah.
dia berjalan kembali ke meja yang ditempati Keke, saat berjalan kaki Nau tersandung sesuatu, tubuhnya langsung goyang dan nyaris jatuh tengkurap kalau tidak ditangkap seseorang.
...
oh iya novel sejuta pesona Nana dah mulai up lagi, banyak eps yang sdh direvisi ( maklum awal belajar nulis jd tulisannya acak adul).
mampir juga ke "bukan suami kontak"
jangan lupa tetep dukungannya berupa like, fav, komen dll
__ADS_1