Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tiga puluh Lima


__ADS_3

"Lihat saja hukuman apa yang akan aku berikan padamu, merpati kecilku," gumam Charl dengan mulut menyeringai.


Charl menarik nafas panjang walaupun rasanya lelah, tapi saat melihat louisa tidur dengan nyenyak dia merasa kelelahan nya terbayar. Charl memandang dengan tatapan intens pada wajah Lou, "sungguh sangat cantik, Lou jangan pernah kau berpikir untuk pergi meninggalkan aku," gumam Charl yang sedang mengemudi mobil.


Setelah tigapuluh menit Charl sampai di mansion miliknya. Charles meminta sekuriti untuk membukakan pintu rumah, sedangkan dia kembali menggendong Lou menuju kamarnya. Charles meletakan Lou yang masih setia dengan tidur nyenyaknya di ranjang dengan hati hati. sebelum tidur Charl mengunci pintu dan menyembunyikan kunci di tempat yang tidak akan bisa ditemukan oleh Loisa, kemudian memposisikan diri rebahan di sebelah Louisa dan memeluk dengan erat nya seolah takut kalau louisa akan lepas dari genggamannya.


pagi-pagi Louisa sudah bangun, dia berusaha membuka matanya dan mengedarkan pandangan, tubuhnya terasa berat karena Charl memeluk Lou seperti biasa.


"sepertinya tadi malam aku tidak tidur dikamar ini, kenapa aku bisa sampai di sini? Yang kuingat kemarin malam aku mampir sebentar ke kontrakan kemudian aku tidak sadar karena saking ngantuknya tidur di kamar?"Whatttt, aku tertidur di kontrakan gimana gimana nanti kalo Charl marah?gumam Lou yang masih bingung dan panik.


"Ah...yang jelas sekarang ke kamar mandi dulu," gumam Lou sambil mengarahkan kakinya ke kamar mandi dan setelah selesai kamar mandi Louis hendak ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi seperti biasa.


Lou berusaha membuka pintu namun pintu tidak dapat terbuka, Lou berusaha mencari kunci di tempat yang biasanya namun kunci juga tidak ditemukan.


Akhirnya Lou mendekat pada Charl dan membangunkannya dengan menggoyang tubuh Charl.


"Charles... di mana kunci pintunya? panggil Lou sambil terus mengguncang tubuh Charl, tapi tidak bangun juga.

__ADS_1


tiba tiba Charles menarik tangan louisa sehingga tubuh louisa jatuh pada badan kekar Charles.


" kau sudah bangun rupanya charl, kenapa dari tadi tidak menyahut panggilan ku," Ucap lowisa pada Charl yang masih diam saja.


"Charles di mana kunci pintu kamar, aku mau membuatkan sarapan pagi untukmu," ucap louisa berusaha melepaskan diri dari pelukan Charles namun tidak berhasil Juga.


" hari ini kamu tidak usah memasak, tidak usah pergi kuliah, dan tidak usah pergi bekerja, khusus hari ini kamu aku hukum untuk terus berada di dalam kamar seharian bersamaku." ucap Charl penuh kemenangan.


"tidak bisa begitu dong Charl..!! teriak Lou yang terhenti karena Charl sudah membekap mulut lou dengan mulutnya, Lou berusaha membuka pautan mulutnya dan meronta agar bisa lepas dari cengkeraman Charl, namun naas bagi Lou, bukan lepas malah sekarang dia yang terkungkung di dalam tubuh Charl dengan tangan diatas kepala, kemudian Charl mengikat tangan Lou dengan kaos yang dikenakan Charl.


Air mata Lou mengalir , lengan kecilnya memukul dada Charl.


" mengapa kau melakukan itu tanpa pengaman, seperti biasanya?" ucap Lou yang terdengar parau.


Charl yang masih memeluk Lou dengan erat hanya tersenyum dan menjawab," aku ingin mengikatmu selamanya dan mempunyai keturunan darimu."


"Charles jangan bercanda, ayo kita sudahi pernikahan kita, bukankah kamu akan menikahi gadis lain pilihan orang tuamu yang sederajat, dan sudah pasti kau akan mencampakkan aku, jadi kumohon jangan bebani aku dengan mengandung anakmu," ucap Lou mengeluarkan semua beban hatinya.

__ADS_1


"Louisa Friska kita sudah menikah secara sah, kamu adalah istriku dan bukankah wajar pasangan yang menikah menginginkan keturunan, dan ingat aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Charl yang semakin mempererat pelukan pada tubuh Lou yang masih dalam keadaan naked.


"Kita bukan pasangan menikah seperti kebanyakan orang Charl, bukankah kita tidak saling mencintai? aku seperti budak yang hanya sebagai pemuas ranjang bagimu dari awal menikah," ucap Lou yang semakin sedih dengan keadaannya.


Charles perlahan membuka pelukannya dan menangkup kedua pipi Louisa.


" Awalnya aku memang menganggap kau sebagai pemuas ranjang, tapi semakin lama bersama aku merasa menyukaimu dan kurasa sudah jatuh cinta padamu, sampai begitu takut kehilanganmu, tadi malam aku hampir gila menunggumu tidak pulang, aku sempat berpikir kau pergi meninggalkan aku.


"Lou, aku ingin kamu juga membuka hatimu untukku, dan percaya padaku, bahwa aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Charl yang berusaha meyakinkan Lou.


" Charl, aku sangat lapar," ucap Lou yang juga mempererat pelukannya pada Charl. ada rasa lega dari dalam hatinya.


Charl tersenyum senang melihat Lou tidak menangis lagi dan ikut memeluk tubuhnya dengan erat.


"Sebelum sarapan, aku ingin memakanmu sekali lagi yah!" bisik Charl di telinga Lou.


...

__ADS_1


__ADS_2