
Pagi sekali Varo sudah bangun dia berencana untuk lari pagi, sekedar menyegarkan badan nya dan menghilangkan penat, menghirup udara segar yang untuk mengisi rongga dadanya. Keluar dari Kamarnya, Varo mengetuk pintu kamar Naura.
Varo biasanya berlari pagi ditemani Naura,ia membangunkan Naura untuk menemaninya joging di area perumahan karena memang biasanya mereka berlari bersama terkadang si kembar juga ikut berlari Kalau saat hari libur.
Varo dan Naura mengelilingi kompleks tiga kali, putaran terakhir mereka duduk di kursi taman dan ngobrol banyak hal. ibu ibu kompleks yang juga sedang joging menyapa Varo dengan bahasa yang aneh" wah calon mantu ku sedang joging, pulangnya mampir ya!" sapa ibu ibu dengan yang tubuhnya sintal dan terlihat masih cantik walaupun sudah paruh baya. dan banyak lagi hal lucu yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Varo.
"Wah, calon mantu idaman nih, dah banyak loh yang antri, mau pilih yang mana?" ucap Nau menggoda Varo.
" oh iya, Kak Varo Minggu depan sekolah akan mengadakan kemah selama dua hari ke daerah Batu, Nau boleh ikut kan kak?"
"Boleh asal Nau bisa jaga diri dan kesehatan, kakak tidak ingin menghalangi kegiatan yang Nau ikut selama kegiatan itu positif." Jawab Varo yang membuat mata Nau berbinar senang.
"Ayo, pulang mungkin Dimas sudah menunggu kita di rumah,"
"Ngapain kak Dimas pagi pagi ke rumah, tidak bilang Naura juga kalau mau datang."
Kakak yang meminta Dimas datang untuk bertarung di ring, kalo dia sampai kalah lagi dari kakak, maka dia tidak boleh deketin Adek aku yang jutek tapi cantik ha...ha...," ucap Varo yang disusul tawanya dan berlari menuju ke arah rumahnya.
"Eh kok bisa gitu sih kak, apa hubungannya bertarung sama deketin Naura emang Naura barang taruhan apa," dengus Naura sambil mengejar kakaknya.
Dan memang benar Dimas Sudah duduk di kursi taman yang ada di halaman depan rumah Varo yang luas dengan bunga yang tertata rapi. dengan menggunakan kaos putih celana kain hitam 3/4
__ADS_1
"Noh orangnya sudah nunggu di kursi taman," tunjuk Varo pada Dimas. Naura mengikuti telunjuk kakaknya.
Naura mengamati punggung tegap Dimas yang berbalut kaos putih kemudian menghampirinya.
"Pagi kak Dimas, tumben kesini pagi buta mau ngapain?" tanya Nau yang pura pura tidak tahu sambil mendudukan pantatnya di kursi yang berhadapan dengan kursi Dimas.
Mata Dimas memindai Naura dari atas ke bawah sambil tersenyum. jantungnya berdetak tak karuan melihat penampilan Naura mengenakan kaos pink dan celana training hitam dengan rambut dikuncir kuda sehingga terlihat jelas leher putih dan jenjang miliknya.
" Ya tentu saja , mau ketemu sama bidadari yang belum mandi, kangen sudah tiga hari tidak bertemu," jawab Dimas dengan alis digerakkan.
" Gombal, eh ... paling kakak datang mau ketemu sama baik Siti, minta dibuatkan sarapan," cebik Naura.
Varo ikut gabung setelah meminta bik Siti membawa teh hangat dan air mineral ke halaman. Varo menduduki kursi di sebelah Dimas.
" Bagaimana kabarmu Dim?" tanya Varo sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Baik" jawab Dimas yang kemudian melanjutkan percakapan tentang bisnis. Karena Dimas juga mulai terjun ke dunia bisnis atas permintaan ayahnya.
Naura hanya menatap malas pada obrolan lelaki yang menurutnya membosankan. untung bik Siti cepat datang membawa teh hangat, air mineral dan juga cemilan , setidaknya dia bisa menikmati hidangan sebelum pergi ke kamarnya.
Kak gue duluan," pamit Naura.
__ADS_1
"Iya, habis ini kamu ke lantai atas ya, jangan lupa ganti bajumu dengan baju karate," ucap Varo yang hanya diangkati jempol ke atas oleh Naura yang berjalan menjauh.
###
Varo , Dimas dan Naura sudah ada di atas matras dengan baju yang sudah berganti dengan baju karate. mereka bertiga akan bertarung gaya bebas. semua bisa saling serang yang berdiri sampai akhir berarti dia yang menang.
Setelah saling mengangguk dalam dan pasang kuda-kuda, Varo memulai dengan menyerang Dimas, begitupun dengan Naura.
Tendangan Varo meleset tapi tendangan Naura mengenai perutnya. Saat Varo konsentrasi menahan pukulan dan tendangan balasan dari Dimas, Naura kembali memasukan tendangan ke perut kakaknya. tapi naas satu pukulan mengenai muka Naura. mereka bertarung hampir satu jam, tapi belum ada yang terkapar satupun. mereka melanjutkan pertarungan hingga yang terkapar pertama adalah Naura setelah terkena tendangan dari Varo. selanjutnya duel Varo dengan Dimas. sedangkan Naura sudah keluar dari area dan menikmati air mineral yang di bawanya.
Duel berlangsung sengit sampai akhirnya Dimas tumbang duluan, di atas matras sesaat kemudian Varo ikut merebahkan badan di sebelah Dimas. Naura yang sedari tadi sudah beristirahat menghampiri membawa dua botol air mineral. mereka bertiga duduk di atas matras berlanjut obrolan.
Varo meninggalkan mereka berdua karena masih ada urusan. Naura berdiri juga akan mengikuti langkah kakaknya, Dimas yang tahu hal itu langsung meletakkan kaki depan kaki Naura yang siap melangkah. Naura terjerembab tapi tidak sampai jatuh karena tubuhnya ditangkap Dimas yang masih duduk di hadapannya kemudian berguling, tubuh Naura yang ditangkap kemudian dipeluk erat.
"Ah, lepasin kak"
"Sebentar saja, biarkan aku memelukmu, aku beneran kangen bidadariku yang cantik ini," ucap Dimas sambil memeluk erat tubuh Naura yang masih berontak minta dilepaskan.
"I love you," bisikan yang membuat muka Naura memerah
tbc
__ADS_1