
tok... tok...tok" terdengar suara ketukan pintu
Lou masuk setelah dipersilahkan oleh mas Reza. Lou dipersilahkan duduk di kursi yang terdapat di depan meja mas Reza.
"Maaf... ada apa ya mas Reza memanggil saya untuk menghadap." ucap Louisa cemas.
"Bagaimana kondisimu? kata mamah, tadi sepeda motor milikmu menabrak belakang mobilku, kamu gak papakan?" tanya Reza pada Lou.
" kondisiku baik mas, cuma luka lecet sedikit," jawab Lou yang heran dengan sikap mas Reza.
" sudah kamu obati belum ? takutnya infeksi," ucap mas Reza.
"Belum sih mas, tadi aku tergesa-gesa, jadi lupa kasih antiseptik," jawab Lou malu, dan Reza yang mendengar itu langsung mengambil kotak P3K yang terletak di lemari sebelah meja kerjanya dan berjongkok di depan Lou.
"Mas Reza mau ngapain? nggak perlu juga mas sampai berjongkok di depan Lou, Aku ndak papa beneran Mas," ucap Lou yang bingung.
"sudah diam saja, mana kakimu yang lecet? biar mas kasih antiseptik," ucap mas Reza
"tidak usah Mas, Lou bisa sendiri kok mas, sini kapas dan anti septik nya," ucap Lou yang berusaha mengambil kapas dari tangan mas Reza dan mengoleskan pada siku dan lutut Lou yang terluka.
__ADS_1
" Terima kasih atas perhatiannya mas ! ucap Lou kemudian.
"oh ya, Lou nanti pulangnya bisa mampir ke rumah? mamah sudah menyiapkan banyak masakan untuk Lou di rumah. jadi intinya mamah pingin ngajak Lou makan malam di rumah gitu?" ucap mas Reza sambil melirik ke arah Lou.
"Sebentar mas, Lou telpon majikan Lou dulu, kalau boleh, nanti Lou bersedia ke rumah Bu Ana," ucap Lou sambil mengambil hp jadul dari saku celananya dan menelpon rumah karena Lou tidak punya nomor ponsel Charl.
Terlihat Lou berbicara pada orang rumah, dan mengambil secarik kertas dan bolpoin di atas meja Mas Reza kemudian menuliskan nomor.
Lou kembali menekan nomor pada ponselnya untuk menghubungi Charl, kemudian dia menunggu beberapa saat. dering ponsel berbunyi tapi belum diangkat juga. Lou mengulangi lagi panggilannya. setelah beberapa saat terdengar nada sambung dari ponsel Charl.
"halo...apakah ini Charles," sapa Louisa.
"iya...ini siapa ya?" Jawab Charl datar.
"Kamu boleh ke rumah Bu Ana, tapi tidak boleh tidur di kontrakan, kalau acara makan malam sudah selesai, kamu harus langsung pulang ke rumah." balas Charl.
"terima kasih Charl, sudah dulu aku matikan ponselnya ya," ucap Lou
"Sebentar.... belum kiss by, ayo ucapkan dulu aku ingin mendengarnya," ucap Charl yang menahan Lou untuk tidak menutup panggilanya.
__ADS_1
"tutttttttt....."
Namun bukan kissby yang diterima Charl tapi bunyi ponsel dimatikan. Charles tersenyum senang mendengar suara Louisa.
Axel yang duduk di sofa ruang kantor Charl heran melihat tingkah bosnya yang seperti orang gila, karena senyum senyum sendiri.
"Boz, kau kenapa? apa menang lotre kok senyum senyum sendiri, sudah seperti orang gila," ucap Axel yang dibatasi Charl dengan lemparan kertas ke arahnya.
" sialan Lo"
"Oh iya bos, kayaknya sudah lama sejak bos menikah kita tidak pernah dugem lagi," ucap axel.
"Aku sudah dugem sendiri tiap malam kok makanya sana cepat cari istri, biar bisa dugem tiap malam," ucap Charl santai yang dibalas dengan senyum kecut dari bibir Axel.
...
pukul tujuh malam, Lou bersiap ke rumah Bu Ana, Mas Reza yang biasanya pulang jam sepuluh pun hari ini ikut pulang jam tujuh.
"Lou kamu berangkat bareng mas saja ya!" ucap mas Reza.
__ADS_1
"tidak usah mas, Lou ke sana sendiri saja, kan bawa motor!"
...