Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
empat puluh


__ADS_3

Charles mengunci pintu dan mendekap Lou dengan erat seolah ingin melepaskan sejenak beban dipundaknya


" aku capek sekali Lou, biarkan sejenak melepaskan lelah di bahumu." ucap Charl memeluk Lou dan meletakkan kepalanya di bahu Lou.Lou bingung dengan sikap Charl, bukannya disuruh bekerja malah dipeluk erat olehnya.


Lou membiarkan Charl bersandar di bahunya hampir sepuluh menit, kemudian Charl melepaskan pelukannya dan meraih wajah Lou dengan kedua tangannya. ia menatap tajam mata Lou dan sesaat kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Lou. ciuman lembut yang akhirnya panaspun tak terhindarkan, Lou sangat ingin melepaskan ciuman Charl, karena tidak pantas melakukan hal mesum seperti itu di kantor, begitu pikir louisa.


semakin berusaha melepaskan ciumannya maka semakin erat Charl memegang tengkuk Lou. setelah hampir kehabisan nafas, baru Charl melepaskan ciumannya.


Lou dan Charl sama sama menghirup udara dalam dalam untuk mengisi paru-parunya yang hampir kehabisan oksigen.


" Apa seperti ini tugas seorang asisten pribadi? tanya Lou dengan nafas yang sedikit terengah-engah.


Charles yang mendengar hal itu tersenyum miring dan meletakkan dahinya pada dahi Louisa.


" ya, ini salah satu tugas asisten pribadiku, mengurangi kelelahan jiwa dan ragaku," ucapnya dengan muka datar.


"sekarang duduklah di sana, itu meja dan kursimu, dan untuk tugas pertamamu, buatkan secangkir kopi untukku!" ucap Charl yang kembali lagi ke kursi kebesarannya.


Lou melangkahkan kaki keluar dari kantor Charl, sampai di meja sekertaris, Lou menghentikan langkahnya. ia bertanya pada Axel letak ruang pantry untuk membuat kopi.


Axel mengantarkan Lou ke pantry yang dikhususkan untuk petinggi kantor, selama perjalanan Axel menyebutkan ruangan dan penghuninya.

__ADS_1


"tuan Axel, mau tanya tugas saya sebagai Asisten pribadi Charl itu apaan ya?" tanya Lou pada sekertaris Axel karena dia memang tidak tahu apa yang harus dilakukan.


"panggil saya Axel nona!"


" nona belum diberi tahu sama tuan Charl, apa tugas nona sebagai asisten." tanya Axel balik yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Lou.


"ya intinya nona membantu mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan oleh tuan Charl." ucap Axel menjawab pertanyaan Lou.


"oh begitu ya, terimakasih atas penjelasannya!" ucap Lou yang mulai membuatkan kopi karena mereka sudah sampai di pantry.


" pantry yang sangat bagus, semua tersedia lengkap , ada kulkas yang terisi penuh , ada kitchen set juga." gumam Lou sambil mengaduk kopi buatannya.


"Maaf ini kopinya, Charl," ucap louisa yang sudah kepalang basah masuk.


"letakan saja di meja," jawab Charl tanpa melihat ke arah Lou.


Lou menuju meja khusus untuknya, dia bingung apa yang harus dikerjakan, Lou duduk dan mengamati Charl yang sibuk membahas sesuatu dengan perempuan cantik yang duduk di sebelah Charl.


"Kalo di kafe pasti aku tidak kebingungan seperti ini, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," gumam Lou dalam hati.


louisa mulai membuka HP dan kembali mengulang lagi pelajaran bahasa Inggris yang ada di aplikasi hp. Lou pikir dari pada nganggur mending buat belajar bahasa Inggris. Lou sudah mulai belajar dari tiga bulan yang lalu, jadi dia sudah agak fasih berbahasa Inggris. Minggu depan rencananya dia akan mengikuti tes Toefel.

__ADS_1


Lou juga berencana belajar bahasa Perancis, awalnya sih dia melihat gambar menara Eiffel dengan cerita romantisnya karena itu dia ingin suatu saat mengunjungi menara Eiffel.


Perempuan cantik dan seksi nan elegan itu pamit undur diri setelah urusannya selesai dengan Charl. terlihat raut wajah perempuan itu bahagia seperti menang lotre.


lohita POV


Aku bergegas menuju ruangan Charles untuk menyerahkan berkas laporan keuangan Minggu ini.


Setelah memperbaiki pakaianku,Aku mengetuk pintu dan masuk ruangan Charl setelah diperintahkan, hatiku rasanya berdegup kencang saat melihat dia yang tengah serius membaca laporan di mejanya.


Aku duduk di sofa kemudian dia mendekat ke arahku, jantungku rasanya sulit ku ajak kompromi, berdetak dengan tidak beraturan. dia menanyakan laporan keuangan Minggu ini, aku menjelaskan sambil sesekali melirik pada wajah tampannya. "Huh... tampan sekali ternyata kalau dilihat dari dekat,.


Aku melihat seorang perempuan masuk dengan membawa kopi, penampilan yang sederhana tapi lumayan cantik, kulihat dia duduk di meja yang agak berdekatan dengan meja Charles, siapa dia? apa mungkin dia asisten Charles.


Setelah selesai menjelaskan dan dia menerima penjelasan yang kuberikan, aku pamit undur diri, sebenarnya aku ingin bekerja didekatnya tapi tidak mungkin. Aku memberikan senyum termanis untuknya, dan meninggalkan ruangan Charles.


...


" Lou... ke sini sebentar, ," ucap charles dari kursinya


...

__ADS_1


__ADS_2