
tadi sebelum pintu masuk ruang UGD ditutup Lou melihat Charl sempat muntah darah, hal itu semakin membuat Lou benar benar khawatir.
"Charles Apa yang terjadi padamu? kita baru saja bertemu jangan kau membuatku takut, ayolah Charles aku berjanji akan mengikutimu kemanapun kau pergi tapi berjanjilah untuk sembuh dulu Charles! gumam Lou sambil mondar mandir seperti setrika.
setelah hampir 45 menit dokter berada di dalam ruangan untuk memeriksa Charles, akhirnya dokter membuka pintu ruang UGD dan berjalan keluar. Lou yang melihat dokter berjalan keluar dari ruangan langsung menghampiri dan memberondong dengan pertanyaan.
"dokter bagaimana dengan keadaan suami saya? dia sakit apa dokter? apa dia baik-baik saja, kenapa dia bisa seperti itu?"
"anda tenang saja nyonya, suami anda baik-baik saja sekarang, dia hanya mengalami mengalami peningkatan asam lambung yang menyebabkan luka di organ lambungnya, kemungkinan hal ini karena dia terlalu stres atau banyak pikiran, juga mungkin karena pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat." ucap dokter sambil permisi meninggalkan tempat itu.
"syukurlah kamu tidak apa-apa mas, aku benar-benar khawatir," batin lou
Lou mengikuti langkah perawat yang memindahkan Charl ke ruang VIP mereka bertiga masuk ke dalam ruangan.
Charles masih dalam pengaruh obat sehingga dia tidur dengan sangat pulas.
Lou menggendong Varo dan mencium keningnya.
"momy kenapa ayah tidul dicana?" tanya Varo penasaran.
" ayah hanya kecapekan sayang, Varo Jangan rewel oke, biar ayah istirahat dan cepat sehat," jawab Lou dengan sabar menjawab pertanyaan anaknya.
__ADS_1
Lou melirik kearah Axel.
"mengapa Charles bisa seperti ini Axel," tanya Lou meminta penjelasan.
"Anda yang sudah merubah Charl nona, semenjak kepergian nona, dia benar benar berubah, enam bulan pertama dia mengurung diri di dalam kamar dan hanya berteman dengan wine yang bukan hanya satu botol tapi banyak botol, dia jarang mau makan.
"dulu saat nona Tiara pergi meninggalkannya dia tidak sampai seperti ini, tapi saat nona dan calon anaknya pergi, dia benar-benar terpukul dan seperti tidak ingin hidup lagi. bahkan dia tidak peduli dengan orang tuanya lagi, beruntung adik kesayangannya berhasil meyakinkan untuk berubah.
belum selesai Axel bercerita Lou yang duduk bersebelahan dengan Alexa sudah berderai air mata mendengar cerita itu.
Lou meletakan Varo di sofa, menghapus air matanya kemudian mendekat ke arah bed dimana Charl sedang berbaring. Lou memandang wajah suaminya dan mencium keningnya,
" maafkan aku suamiku! jika ternyata kepergianku membuatmu Sangatlah menderita, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, sampai kamu sendiri yang mengusirku," ucap Lou di telinga Charl dan kembali mencium kening dan bibir Charl.
sore itu Lohita berencana untuk pergi ke kantor Charles, dia ingin mengajak Charles untuk sekedar makan malam bersama. lohita sudah mempersiapkan diri setelah pulang kerja dari perusahaan milik Ayah Charles, dia memperbaiki penampilannya dan memoleskan tipis make up ke wajahnya.
Lohi benar benar belum menyerah selama tiga tahun ini, walaupun kerap kali Charl menolak, toh sekeras batu karang saja bisa dilubangi oleh air. itu prinsip yang dia gunakan.
Lohi sudah memarkirkan mobilnya di pelataran kantor Charles, dia masuk ruangan kemudian naik lift menuju lantai 20 tempat Charles berkantor.
Lohi menyapa Sarah yang masih sibuk merapikan berkas dimeja sebelum pulang. Sarah sang sekretaris pengganti selama Axel pergi bersama Alexa
__ADS_1
Lohi menanyakan pada Sarah apakah Charles ada di dalam ruangannya, Sarah yang masih sibuk langsung menoleh kearah lohita
" Maaf nona mau bertemu dengan siapa? tanya Sarah yang belum mengenal Lohita.
"Charl, Charles nya ada mbak? Lohi balas bertanya.
"oh tuan sedang pergi ada urusan bisnis selama tiga hari ini."
" ke mana dia pergi? kok dia tidak bilang-bilang kalau dia mau pergi?
"anu nona, tuan perginya juga mendadak kok Mbak."
"0h ya sudah, terima kasih mbak? pamit Lohi pada sekertaris Charl itu.
dengan hati sangat kecewa Lohi ,
lohi melangkah masuk ke dalam lift, namun sial bagi dia saat keluar dari lift tubuh Lohi menabrak tubuh seorang lelaki tampan yang hendak masuk ke dalam lift dengan tergesa-gesa.. sontak tubuh Lohi jatuh terduduk di dalam lift.
lelaki itu langsung menolong Lohi yang terjatuh ke dalam lift dengan mengulurkan tangannya, kemudian menarik tangan Lohi untuk berdiri.
" maaf nona, aku tidak sengaja. saya Thomas dan anda?"
__ADS_1
saya Lohi," jawab Lohi menyalami tangan Thomas yang sudah terulur.
...