Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
133


__ADS_3

Hampir tengah malam tapi Varo tidak bisa tidur, pikirannya masih berkecamuk memikirkan keadaan adiknya yang tanpa pemberitahuan. pukul 1 dini hari terdengar ada pesan masuk.


Varo langsung mengambil hp-nya dan membuka pesan yang terkirim, hatinya langsung merasa lega saat ia tahu bahwa pesan itu berasal dari Naura. dan memberikan kabar bahwa dia baik baik saja dan karena di daerah WBL sedang hujan deras plus angin kencang sampai malam hari ini, maka mereka memutuskan menginap di


hotel.


Karena penasaran Varo kemudian menelepon via video call pada Naura. karena posisi bangun tidur wajah Naura terlihat kusut dengan rambut acak acakan. Varo tersenyum melihat penampakan adiknya yang lucu seperti singa.


Apa kamu baik baik saja Nau, sapa Varo yang sudah terlihat baik baik saja.


Naura baik baik saja kak, maaf tadi Naura telpon kakak berkali-kali tapi tidak ada jaringan jadi tidak bisa terhubung," jawab Nau yang masih merem melek menahan kantuk.


"Kak, besok aku diizinkan tidak masuk sekolah ya, sepertinya tidak akan sampai waktunya lagian Nau masih capek," ucap Nau yang suntuk karena bangun tidur mendadak.


"Naura siapa yang telpon Tengah malam begini?" tanya Dimas yang terbangun dari tidurnya saat mendengar bunyi ponsel Naura.


Varo yang mendengar suara laki-laki dari kamar Naura langsung memasang wajah emosi.


"Naura ....kamu satu kamar dengan Dimas? apa kamu sudah hilang akal sampai tidur satu kamar dengan seorang yang belum berhak atasmu?"


" Bukan begitu kak, kami tidak melakukan apapun kak Dimas tidur diatas sofa sedangkan aku tidur di ranjang, beneran kami nggak ngapain kak,"


"Naura... apa kakakmu ini bodoh! laki dan perempuan dewasa dalam satu kamar kira kira mikirnya mereka sedang apa? apalagi tahu kalau Dimas jelas jelas menyukaimu," bentak Varo dengan emosi yang membuat Naura ketakutan karena kakak selama seperti apapun kelakuan Naura, kak Varo tidak pernah memarahi Naura.

__ADS_1


"Panggil Dimas! kakak mau bicara dengannya," perintah Varo tegas yang membuat Naura mengurungkan memberikan alasan mengapa mereka bisa satu kamar,


Naura memanggil Dimas yang sedang duduk melihat wajah Naura yang sedang ketakutan. Dengan penasaran Dimas mendekat ke arah ranjang Naura.


Naura memberikan ponselnya pada Dimas yang masih sedikit bingung saat Naura memberikan ponselnya. dia bertanya dengan menggunakan kode namun Naura hanya diam tanpa menjawab.


Karena penasaran Dimas langsung mengambil hp dari tangan Naura. Dimas mengamati layar gawai Naura yang menampakkan muka merah padam Varo pada adik dan temannya itu.


"Haiii... ada apa Varo, " sapa Dimas pada Varo.


Dimas terkejut melihat Varo langsung memberondong dengan kalimat penuh kemarahan dan mengamuk tidak karuan, mungkin kalau Dimas ada dihadapannya langsung ditonjok tidak karuan.


Setelah puas marah marah, Varo menutup panggilan VC nya.


Melihat Naura menangis sesenggukan, Dimas merasa terenyuh dan mendekati Naura. Dimas meletakkan kepala Naura di dadanya setidaknya dia ingin Naura melepaskan kesedihannya.


"Maafkan aku Naura, aku benar-benar tidak tahu semua akan jadi seperti ini, kamu jangan sedih! besok biar aku yang akan menghadapi Kak Varo. Apapun keputusannya aku akan bertanggung jawab terhadap apa yang aku perbuat hari ini, kita tidak melakukan kesalahan apapun jadi kamu jangan merasa cemas ya, sayang ku!!!" ucap Dimas sambil mengangkat dagu Naura yang masih saja menangis karena sedih kakaknya tidak mau menerima penjelasan dari nya. Dimas menghapus air mata dari pipi Naura.


" kupikir jagoan cantik kakak tidak bisa menangis, ternyata baru tahu kalau nangisnya bukan karena adu jotos tapi nangisnya karena dimarahi kakaknya," goda Dimas sambil terkekeh yang membuat Naura memonyongkan bibirnya karena gemes dan mencubit perut Dimas dengan keras.


" Kenapa kak Varo marah sekali, seumur umur ini pertama kali kak Varo marah padaku, biasanya seperti apapun kelakuanku dia tidak pernah marah, aku berkelahi sampai babak belur pun dia tidak marah, tapi kenapa sekarang kakak marah marah padahal kita kan tidak ngapa ngapain, kak Dimas juga kan tidak salah," ucap Naura yang masih sedikit terisak saat membayangkan kemarahan kakaknya.


" Itu mungkin karena saking sayangnya seorang kakak pada adiknya Naura, kakakmu ingin menjaga adiknya dari orang-orang yang ingin mengganggu ataupun merusak adiknya, dia ingin menjaga kehormatanmu Naura," ucap Dimas dengan masih memeluk Naura.

__ADS_1


" Akupun mungkin akan melakukan hal yang sama apabila melihat kejadian seperti ini terjadi pada Keke adikku,


jadi bersyukurlah punya kakak yang baik dan pacar yang tampan lagi baik," lanjut Dimas yang terkekeh membayangkan apa yang baru saja terjadi.


" hmmm... hua ...hua... kenapa orang yang jadi pacar Naura narsis begini,, suka maksa lagi" tangis Naura semakin mengeras tapi membuat Dimas tersenyum senang.


Karena lelah menangis Naura Akhirnya tertidur dalam rengkuhan Dimas. Begitu juga dengan Dimas yang masih mengantuk akhirnya tidur di satu ranjang yang sama, dalam kondisi saling memeluk.


Pukul 05.00 mereka bergegas bangun dan bersiap-siap untuk check out dan pulang.


###


Pukul tujuh pagi mereka berdua sampai di mansion tempat Naura dan keluarganya tinggal.


Dimas keluar dari mobil sebenarnya mau membukakan pintu untuk Naura, tapi karena Naura sudah membuka pintu sendiri, Dimas hanya memegangi tangan Nau saat keluar mobil.


Nau dan Dimas berjalan ke arah pintu.


Mereka menyadari aura membunuh dari Varo yang sedang berdiri di depan pintu.


Naura berjalan menunduk sedangkan Dimas berjalan dengan santai tanpa ada ketakutan mendekat ke arah Varo


...

__ADS_1


__ADS_2