
"Kau pasti datang malam ini, kalau tidak datang tahu sendiri akibatnya!" ucap Charles dengan nada penekanan dan mengintimidasi sambil berjalan meninggalkan kafe.
Louisa, Risma dan Anton membersihkan ruangan yang habis digunakan acara pesta ulang tahun.
'Lou...apa kau kenal dengan Lelaki yang tadi itu, sepertinya dia menyukaimu juga?" tanya Risma dengan penasaran karena sikap yang ditunjukkan Lelaki saat pesta.
tidak tahu, aku sama sekali tidak mengenal lelaki gila pemaksa itu ," jawab Lou kesal.
Antonpun ikut bergabung dengan percakapan itu, " Lou..., Risma...Tuan Charles yang tadi merayakan ulang tahun itu merupakan seorang pewaris group BEIRD loh. siapapun tahu perusahaan Beird membawahi bidang properti, rumah sakit, Mall, dan beberapa sekolah. dengar dengar nih akan merambah ke bisnis kuliner," jelas Anton yang takjub dengan kekayaan yang dimiliki group Beird.
Sudahlah tidak usah kepo dengan urusan orang lain, kerja aja yang bener," sahut Louisa sambil melipat taplak meja di depannya.
Setelah selesai merapikan ruangan, mereka siap siap pulang, karena hari ini kafe tutup jam tujuh. Lou sama sekali tidak berniat untuk datang menemui dan berurusan dengan Charles.Dia ingin secepatnya pulang, takut si Charles datang lagi.
Lou keluar dari kafe dengan terburu buru menuju halte bus BRT. Yah jam segini biasanya masih ada dua bus yang akan lewat. Setelah hampir lima belas menit bus yang ditunggupun datang juga.
Lou memang suka naik bus BRTselain murah cukup membayar tiga ribu lima ratus juga nyaman, ditambah lagi ada AC juga.
__ADS_1
Lou tidak menyadari ada mobil mewah mengikuti bus yang ditumpanginya. Setelah lima belas menit perjalanan sampai juga di halte dekat kontrakan. Lou bergegas menuju kontrakan karena yang ada di bayangan sekarang hanya mandi air hangat dan kasur.
setelah mengambil kunci rumah, Lou masuk dan meletakkan tas di atas dipan kamarnya, mengambil handuk dan merebus air untuk mandi. Cukup sepuluh menit dia mandi dan berganti pakaian kerja dengan baju baby doll.
"kasur, aku datang," gumam Lou sambil berjalan ke arah kasur dan merebahkan badannya di atas kasur dengan berselimut hangat dan tak lupa selendang milik Mamah yang selalu ia peluk saat tidur sebulan ini, Ia langsung berangkat ke Alam mimpi.
"Tok...tok...tok..."
Terdengar suara ketukan pintu, namun tidak ada jawaban dari dalam rumah.
Charles duduk di sofa dengan kaki diangkat ke meja, tangan kanan memegang puntung rokok dan tangan kiri memegang gelas berisi wine.
Pikirannya melayang mengingat sosok perempuan yang ada di kafe, wanita yang cantik, seksi dan sepertinya tidak gampangan, sudut mulutnya tertarik keatas terbentuklah sebuah senyum seringai yang susah diartikan.
Terdengar bunyi nada panggil dari HP milik Charl. Charles mengambil HP yang terletak di meja dan mengakatnya
Charl :"Ada apa, kenapa sampai sekarang gadis itu belum sampai di sini?"
__ADS_1
Axel :" Maaf bozzz, kayaknya gadis itu sudah tidur dengan pulas, sampe ketukan pintu tidak di dengarnya.
Charl:"Entah bagaimana caranya, bawa gadis itu kemari! culik kalau perlu, tidak mau tahu dalam satu jam harus sudah dibawa ke sini!
Charles memutuskan panggilan dengan geram.
"Sial!!!" Berani sekali gadis itu mengabaikanku" ucap Charl sambil membanting gelas ditangannya.
Dengan menggunakan alat pembuka pintu, Axel yang ditemani tiga orang bodyguard berhasil membuka pintu. Axel langsung mengarah ke kamar Lou. benar saja Lou sedang pulas tertidur dengan memeluk Selendang mamahnya.
Axel mengangkat Lou yang pulas tertidur dan membawa keluar dari rumah. benar saja setelah tiga puluh menit mereka sampai di mansion Charles.
Pak Gino, si kepala pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan Axel masuk. sebenarnya pak Gino heran, "tumben Axel membawa gadis ke mansion". karena selama ini hampir tidak ada gadis yang di ajak ke mansion kecuali Tiara.
Axel membawa gadis itu ke kamar Charl.
...
__ADS_1