
"cklek... " pintupun terbuka. terlihat Axel dan Alexa yang datang menghampiri dan langsung duduk di atas sofa.
"Kamu dari mana Axel, kenapa baru kembali?
tanya saja pada adik tuan yang telah menyandra saya, jadi tidak bisa langsung pulang ke kantor. ucap Axel yang diikuti tatapan tajam Charl ke arah adiknya.
Kakak, aku hanya mengajak Axel jalan-jalan dan makan siang, pun tidak lama hanya tiga jam saja.
Axel mengamati penampilan Charl yang agak berantakan, karena tidak biasanya dia berantakan. Charles adalah orang yang gila dengan kebersihan dan kerapian.
Axel tersenyum. " Apa Louisa sudah kembali Tuan, tanya Axel penasaran.
" sudah, dia sedang di kamar mandi," jawab Charl .
mendengar jawaban Charl Axel tersenyum.
"bos kamu sudah makan siang," tanya Axel.
"sebentar lagi aku mau makan bareng Louisa. kamu selesaikan pekerjaan yang terbengkalai karena kepergianmu tadi, jangan pulang kalo belum selesai." ucap Charl .
"santai saja, akan kubantu pekerjaanmu, sebagai wujud tanggung jawabku karena membawa kabur sekerarismu," sahut Alexa pada Axel dan melirik pada Charl.
Charles memandang wajah adiknya yang tidak biasanya berbaik hati menolong orang lain.
"sepertinya ada yang harus kamu ceritakan pada kakakmu ini," bisik Charl pada Alexa.
__ADS_1
"Tidak apa Alexa, kamu pulang saja, biar aku kerjakan sendiri, biasanya juga begitu" tolak Axel yang tidak enak merepotkan, dia juga takut terjadi serangan jantung karena jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat bersama Alexa.
Lou sudah selesai mandi dan merapikan diri di kamar mandi. badannya terasa segar tapi perutnya merasakan lapar.
"kruck...kriuck..."
bunyi perut Lou yang terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan. Charles yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengambil jas yang tersampir di kursinya.
Kamu beneran mau membantu Axel di sini? atau mau ikut kakak, mencari makan!" tanya Charl pada Alexa.
"Aku di sini saja, gih sana bawa kakak ipar, dia sudah kelaparan, pasti karena habis kakak makan ya!" ucap Alexa yang mendapatkan jentikan jari Charl di dahinya.
" Axel, jagain adik gue, jangan diapa-apain, pulang harus dalam keadaan utuh," Charl memperingatkan Axel.
"Ayo Lou, kita cari makan dulu, ucap Charl menggandeng tangan Louisa menuju lift.
Charles tetap tidak melepaskan pegangannya. baginya sekarang, semua orang tahu juga tidak masalah, malah itu lebih baik, biar tidak ada yang mengganggu Lou.
Ting... suara lift berhenti di lantai dasar. setelah lift terbuka Charl yang masih menggandeng tangan Lou berjalan keluar dari lift. mereka berpapasan dengan mamah Charl yang berjalan bersama lohita.
Mamah Charl memandang dengan tatapan tidak suka pada anaknya yang bergandengan tangan dengan Lou.
"Charles, kamu mau ke mana ? dan mengapa perempuan ini bisa ada di sini? " tanya mamah sambil memicingkan matanya.
"Aku mau pulang mah, dan Louisa Sekarang adalah asisten pribadiku." Jawab Charl datar.
__ADS_1
"Charles, nanti malam kamu bersama lohita harus menghadiri undangan pembukaan cabang perusahan milik papa di hotel Kriet.
"Tidak bisa mah, nanti aku akan hadir bersama Louisa, karena dia istriku," ucap Charl yang terdengar oleh orang yang berada di lobi dan mulai berkasak kusuk
terlebih lagi lohita, dia merasa terkejut mendengar Charl sudah menikah.
bagaimana mungkin Charl sudah menikah padahal belum ada undangan atau resepsi pernikahan." batin lohita.
"maaf Tante, saya permisi langsung ke kantor saja," ucap Lohita meninggalkan mereka bertiga.
"Louisa akan Tante pastikan kamu menyesal menikah dengan Charl," ucap mamah Charl penuh penekanan dan Ancaman.
Charles menarik tubuh Lou mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Louisa.
" mamah jangan pernah berpikir mau memisahkan kami, karena akan berhadapan dengan aku. Jadi tolong, jangan biarkan aku memilih karena mamah adalah orang yang sangat berjasa bagiku, dan Louisa adalah orang yang berhasil memenangkan hatiku!" ucap Charl sambil melenggang pergi dengan posisi masih memeluk pinggang Louisa.
Charles membuka pintu depan untuk Lou, kemudian dia duduk di depan kemudi mobilnya. Charles membawa mobilnya menuju ke restoran, tidak ada percakapan antara keduanya, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.
sampailah mereka disebuah Resto yang menyediakan masakan Jepang, mereka memesan menu pada waitres kemudian mencari tempat duduk yang nyaman.
"Charles... tidak baik kalau kamu bertengkar dengan mamahmu, aku sudah merasakan bagaimana sakitnya ditinggal orang tua selamanya, Ayahku meninggal karena serangan jantung, ibuku meninggal karena tertabrak mobil, aku bahkan tidak sempat melihat jasadnya, karena pinsan tiga hari. jadi mengalah saja pada mamahmu," ucap Lou dengan mata berkaca-kaca.
Aku menyayangi mamah dan aku juga mencintaimu, jadi aku tidak akan melepaskanmu juga.
pelayan datang membawa makanan yang sudah mereka pesan.
__ADS_1
belum sempat Lou mencicipi makanan yang dipesan, perutnya sudah seperti diaduk aduk karena mual saat mencium bau makanan.
...