
"Lou kamu berangkat bareng mas saja ya!" ucap mas Reza.
"tidak usah mas, Lou ke sana sendiri saja, kan bawa motor!" tolak Lou pada ajakan Mas Reza.
Akhirnya mas Reza pergi sendiri dengan mobilnya dan Lou pergi dengan motornya, untuk urusan kafe diserahkan pada Mas Rudi pegawai senior di kafe.
Lou memarkirkan motornya di halaman rumah Bu Ana. Lou mengetuk pintu dan memencet bel yang ada di samping kanan daun pintu. Bu Ana menyambut kedatangan Ana dan mas Reza yang ternyata sudah ada di belakangku.
"Za... ayo ajak Lou masuk, jangan dibiarkan di depan pintu terus," ucap Bu Ana dan mempersilakan masuk.
"bagaimana keadaanmu Lou, kamu baik-baik saja kan? terus Bagaimana dengan pekerjaanmu di rumah bos mu yang baru, apa kamu betah kerja di sana?" tanya Bu Ana panjang dan lebar.
"Lou... Ibu ingin kamu kembali ke sini saja, seperti dulu, bantu bantu ibu di resto,"ucap Bu Ana melanjutkan pertanyaannya.
" terima kasih Bu Ana atas tawarannya tapi sepertinya Lou belum bisa bantu ibu, majikan lou yang sekarang baik banget kok Bu, Dia juga yang membantu lou untuk kuliah lagi.
" jadi saya mohon maaf Bu, karena tidak bisa membantu ibu di sini, dan saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih pada Bu Anna dan juga Mas Reza yang sudah membantu kehidupan saya selama di sini." ucap Lou dengan mata yang berkaca-kaca.
" sudahlah Lou, kamu sudah Ibu anggap seperti anak sendiri, jadi jangan sungkan, oh iya ayok kita ke ruang makan aja dulu, nanti kita bisa makan sambil ngobrol kan lebih asik," ucap bu ana menarik tangan Luisa menuju ke ruang makan.
__ADS_1
mereka makan sambil bercanda dan tertawa bersama seperti suasana dalam sebuah keluarga. Bu Ana memang ingin mendekatkan Reza yang sudah cukup umur dengan louisa, berharap mereka berjodoh.
"Lou, Bagaimana menurutmu Mas Reza itu, ganteng gak?" ucap bu ana .
" Bu ana, Mas Reza itu orang yang sangat baik bahkan lou anggap Mas Reza seperti kakak sendiri," jawab Lou sambil tersenyum.
Reza yang terpana melihat senyum Louisa," sangat cantik," gumamnya dalam hati, selama ini Reza belum pernah melihat Lou tersenyum.
" Lou...kamu sudah ibu anggap seperti anak sendiri, tapi ibu ingin Lou bener-bener jadi anggota keluarga ibu, ehm... Lou mau nggak menikah dengan mas Reza," ucap Bu Ana yang membuat Lou tersedak makanan yang ada di mulutnya.
"huk..uhuk..."
"Maaf Bu Ana, Saya belum kepikiran ke sana, dan sekarang ini, Lou masih ingin sekolah," ucap Lou lirih dan malu.
"Ya Tuhan, bagaimana bila keluarga Bu Ana tahu Kalau Lou sudah menikah dengan lelaki brengsek bernama Charles," batin Louisa sedih.
...
sementara itu Charles baru saja sampai di halaman rumahnya dan langsung memarkirkan mobil ke garasi, dia melihat ke arah jam yang ada di pergelangan tangannya, " sudah pukul setengah sembilan, dia belum juga pulang ternyata." gumam Charl.
__ADS_1
Charl membuka pintu depan rumahnya, dia melihat rumahnya yang nampak sepi karena tidak ada louisa yang biasanya nampak sibuk menyiapkan makan malam yang enak untuknya.
Charles menuju ke kamarnya dan bersiap mandi, karena badannya yang terasa lengket setelah seharian bekerja. setelah selesai mandi dia kembali melihat ke arah jam tangannya, sudah jam sembilan kenapa Lou belum pulang juga.
Charles merebahkan badannya diatas king bed size miliknya. dia mencoba memejamkan matanya, tapi tetap tidak bisa tidur, sampai pukul sebelas malam Lou belum kembali Juga. pikiran Charl menerawang kemana mana. Charles coba menelpon nomor Lou, namun juga tidak di angkat, berkali kali dia berusaha menghubungi no Lou, tapi tidak di angkat juga.
Charles bolak-balik seperti setrika, perasaanya gelisah , setelah lama berpikir akhirnya dia bergegas mengambil kunci dan jaket nya yang tergantung di lemari mewahnya. Charles melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil matanya melihat sekeliling, dia mengarahkan mobil ke kafe, tapi sampai di sana kafe sudah tutup dan sepi. Charles mengarahkan mobil ke kontrakan Lou.
Di pelataran kontrakan, Charl memarkirkan mobilnya, dia berjalan ke arah kontrakan Lou. di depan jajaran kontrakan terparkir motor Lou. Charles bernafas lega, karena sempat berpikir kalau Lou kabur.
Charles memegang gagang pintu dan berusaha membukanya, tapi terkunci dari dalam. Charles bergegas kembali ke mobil mewahnya dan mengambil sesuatu.
Charles kembali dengan membawa sesuatu di tangannya. dia berusaha membuka pintu rumah Lou dengan alat di tangannya, setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu terbuka juga.
Charles mengedarkan pandangannya dan menuju ke kamar Lou, dia melihat Lou sedang tidak nyenyak tanpa mengganti baju. Charl mengamati sesaat wajah Lou yang terlihat cantik walaupun kecapekan.
Charl mengambil kunci mobil dari saku celananya dan meletakkan di tangan kanannya, setelah itu dia mengangkat Lou perlahan agar tidak bangun dan membawanya ke mobil, setelah memencet remot mobil yang jadi satu dengan kunci, pintu mobilpun terbuka, perlahan Charl meletakkan tubuh Lou di kursi sebelah kemudi dan memasang sealbelt. Charles tersenyum smirk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Lihat saja hukuman apa yang akan aku berikan padamu, merpati kecilku," gumam Charl
__ADS_1
...