Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
enam puluh empat


__ADS_3

"aku berjanji padamu Lou, aku akan membahagiakanmu, jadi teruslah disisiku sampai maut memisahkan kita." gumam Charl sambil mengeratkan pelukannya.


sore hari Lou bangun dari tidurnya, ia masih mengerjapkan matanya, supaya mau terbuka. ia menengok kanan kiri, dan bingung karena ini bukan kamarnya. dia melihat ka samping tampak sesosok lelaki melingkarkan tangan di pinggangnya. Charles... ini beneran kamu, suamiku? aku masih merasa ini seperti mimpi," gumam Lou sambil meraba wajah tampan suaminya.


Charles yang sebenarnya sudah bangun masih tetap memejamkan matanya, dia merasa bahagia merasakan sentuhan tangan Lou pada wajahnya.


"mas... kamu tahu, sebelum kepergianku, aku juga mulai membuka diri untuk mencintaimu, tapi saat cinta mulai bersemi, aku diusir oleh mamahmu, akupun mulai berusaha mengubur rasa yang ada dan memilih pergi karena orang tuamu tidak merestui kita."


" apa yang harus kulakukan sekarang? aku tidak ingin memisahkan seorang ibu dan anaknya, itu sungguh menyakitkan."


Charles yang mendengar semua gumam dari mulut Lou langsung membuka matanya dan memandang perempuan yang berada di sampingnya.


"sayang, aku bertahan hidup hingga sekarang karena menunggu saat saat seperti ini. menunggu saat Aku bisa bertemu kembali denganmu, aku tidak mau lagi kehilanganmu. maafkan kesalahan kedua orang tuaku, karena mereka tidak sengaja membuat mamahmu meninggal," ucap Charl sambil membenamkan wajahnya ke dada istrinya.


"Pulanglah bersama denganku, aku sangat ingin hidup bahagia bersama keluarga kita. kamu dan anak kita. oh iya... siapa nama anak kita?"tanya Charl.


"seperti keinginanmu dia kuberi nama Abrisam Alvaro Beird, yang berarti Lelaki tampan yang lembut dan bijaksana." jawab Lou.


"Lou, aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukan kita walaupun dengan awalan yang tidak biasa, tidak saling kenal, tidak saling mencintai, dan tidak dijodohkan juga. mungkin inilah yang namanya dipersatukan oleh ikatan takdir. dengan berjalannnya waktu aku terbiasa denganmu, sesudah itu aku takut kehilanganmu dan terakhir cinta tumbuh diantara kita. Pulanglah bersamaku tiga hari lagi!" jawab Charl yang semakin mempererat pelukannya.


Tapi bagaimana dengan orang tuamu? mereka tidak menerimaku dan bukankah mereka juga menjodohkanmu dengan perempuan lain. ku pikir suamiku sudah menikahi gadis pilihan mamah." ucap Lou sambil manyun.

__ADS_1


Dengan gemas Charl mencium bibir manyun Louisa. lagi lagi berakhir dengan olahraga sore.


"sudah jam lima sore mas, aku harus pulang, kasian Varo pasti nunggu kita pulang."


"aku suka dengan panggilan darimu, iya ... ayok kita mandi bareng, aku sudah jarang mandi sejak kepergianmu paling mandinya dua hari sekali, terus nanti kita jemput Varo."


" mas jorok sekali, ayok mandi tapi gak pake aneh aneh loh!" jawab Lou yang diiringi senyum nakal.


mereka mandi dan berendam di dalam bathtub, Lou menggosok punggung, dada, dan bagian tubuh Charl yang lain, kemudian mengeramasi rambut Charl yang sudah panjang dan tak terawat.


tiga puluh menit mereka mandi, setelah itu Lou mengeringkan rambutnya yang masih tetap panjang dan menggulung dengan handuk. kemudian dia mengeringkan rambut suaminya.


"iya ... inikan tumbuh juga karena kamu, jadi setelah bertemu denganmu aku akan merapikan lagi."


mereka bergegas menyelesaikan ganti baju, dan memanggil taksi.


Charles membuka pintu dan mempersilahkan Lou masuk kemudian disusul oleh Charl.


di dalam mobil tubuh Charl memucat dan memegangi perutnya yang terasa sakit luar biasa, keringat dingin keluar dari dahi dan tubuhnya.


" mas kamu kenapa? pak kita kerumah sakit dulu," ucap Lou yang khawatir melihat keadaan Charl.

__ADS_1


Lou mencari ponsel Charl dikantong celana karena ponsel Lou tidak dibawa, tadi Charl main tarik jadi ponsel dompet pun Lou tidak membawa.


Lou membuka layar hp namun tidak nb bisa dibuka harus pakai finger print. Lou mengambil tangan Charl yang dingin dan ditempel ke ponsel yang otomatis langsung terbuka.


Lou mencari nomer Axel atau Alexa, yang pertama ditemukan adalah nomer Axel.


Lou menghubungi Axel dan memberitahu kalo Charl sakit dan Sekarang di bawa ke rumah sakit X, karena paling dekat dengan tempat mereka.


Charles langsung dibantu perawat yang sudah standby di UGD, dan membawanya menggunakan kursi roda. Charles masih terus memegangi perutnya, dengan wajah yang semakin pucat saat dibawa masuk ke ruang itu, Lou ingin ikut masuk namun dihalangi oleh petugas.


Lou menunggu sambil menangis di depan ruang UGD. sudah hampir setengah jam namun dokter belum keluar dari dalam ruangan.


Alexa datang bersama Axel dan Varo. karena mereka sedang berada di mall untuk mengajak Varo bermain yang juga dekat dengan lokasi rumah sakit X.


Alexa memeluk Louisa yang masih terisak-isak.


"Alexa kenapa dengan Charl, kenapa dia tiba tiba sakit padahal tadi dia baik baik saja dan kami baru saja bertemu hiks...hiks..."


nanti kita dengan penjelasan dari dokter saja kakak ipar.


...

__ADS_1


__ADS_2