
Varo mengajak David untuk menemani ke acara makan malam memenuhi undangan dari keluarga Tuan David.
Tepat pukul jam 7 malam Varo dan David sampai ke rumah tuan David, saat David mengetuk pintu ternyata tuan David dan istrinya dan tak lupa anak tunggal mereka Alvania juga ikut menemani. sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan Varo. senyum tersungging dari bibir mereka saat menyambut kedatangan tamunya.
David yang merasa menyukai Alvania merasa bahagia bisa menemani Varo dan melihat kecantikan Nia yang berbalut blouse warna Salem, berpadu dengan kulit putih dan make up sederhana terlihat semakin cantik natural. matanya tidak berkedip saat melihat Nia.
"Mari masuk nak Varo!" ucap tuan David mempersilahkan Varo dan temannya masuk ke dalam rumah dan duduk pada sofa empuk berwarna coklat gold.
Setelah berbincang dan berbasa basi istri tuan David yang bernama Sarah itu langsung mempersilahkan para tamunya untuk ke ruang makan yang terletak de sebelah ruang keluarga. ruang makan yang terlihat mewah dengan meja lonjong panjang terdiri dari sepuluh kursi ukir dan hidangan yang tersaji juga beraneka ragam dan terlihat lezat.
"Silahkan dinikmati nak Varo, jangan sungkan, ini semua adalah hasil masakan karya istri saya dan sedikit bantuan dari putri kami," ucap pak David yang mulai percakapan
"Wah ... berarti Nia pinter masak ya tuan, alangkah bahagianya calon suami Nia nantinya tuan," celetuk David yang sedang memotong steak sirloin di hadapannya.
__ADS_1
"Ya memang wanita kan harus bisa masak, seperti apapun kesibukannya dia harus bisa memanjakan dan memuaskan perut suaminya," jawab Sarah ikut serta dalam bincang sambil menikmati makanan dihadapannya.
"Eh, nak Varo ini terlihat masih muda sekali, tapi sepertinya sudah pandai berbisnis, dan sukses lagi," ucap Sarah
"Itu usaha papi saya kok Tante, saya hanya menggantikan sementara, selama papi dirawat, jadi nanti saat papi sehat saya akan melanjutkan studi dulu Tante." jawab Varo yang mulai menikmati masakan Sarah.
"Nak Varo ini memang suka merendah Mam, padahal dia adalah pengeksekusi keputusan final bisnis yang handal dan selalu sukses dengan keputusannya, makanya papa suka berbisnis dengannya mam," ucap Tuan David sambil tersenyum pada istrinya yang nampak masih muda walaupun sudah berumur empat puluh tahunan.
"Wah, calon suami idaman nih, sudah ganteng, pinter, baik pula. emmm..., apa Nak Varo sudah punya pandangan tentang teman hidup kedepannya? Tante sih pingin punya mantu seperti nak Varo," ucap Sarah yang membuat muka Nia ikut blousing karena malu.
Pukul sembilan malam Varo dan David pamit pulang pada keluarga Tuan David.
"Terimakasih Tante atas dinernya. masakan Tante bener bener enak seperti masakan momy saya, sekalian permisi pamit Tante," puji Varo.
__ADS_1
...
Sementara itu Naura yang sedang belajar dikejutkan dengan dering gawai disebelahnya. terlihat nomor ponsel tertulis Kak Dimas ganteng**** memanggil melalui video call.
Naura mengernyitkan dahi melihat tulisan Kak Dimas ganteng, "kapan aku menulis nomer dia di gawai milikku," gumam naura. dengan malas Naura mengangkat panggilan itu
"Ada apa malam-malam kok kakak menelpon Naura?"
"Gih, jutek amat jawabnya," sahut Dimas yang senyum senyum tidak jelas.
"Naura tutup ini telepon Kalau kakak nggak serius karena Naura sedang mengerjakan PR,"
"Kangen sama Nau, gak boleh? Eh Nau, besok jadikan kita nonton, sudah kupesankan tiket nonton untuk besok, ku jemput jam tujuh malam ya!"
__ADS_1
"Dah, sana belajar lagi, jangan lupa mimpikan aku di tidur syantikmu yah, by..." tutup vc Dimas sambil tersenyum membuat Nau jengkel