
Charles membawa Lou yang tidak sadarkan diri ke dalam mobil dan membawa ke rumah sakit terdekat.
" dasar keluarga iblis, bisa bisanya mereka menyiksa anggota keluarga karena harkat dan derajat. lihat saja apa yang akan aku lakukan bila sampai terjadi sesuatu pada istriku, akan aku pastikan semuanya membusuk di dalam penjara," geram Charl sambil meluk tubuh istrinya sambil mengusap air mata yang tanpa di minta mengalir di pelupukata Charl.
"oh tuhan... tolonglah istriku, selamatkan dia!
" Lou tolong bertahanlah demi Varo dan aku, kami sangat menyayangimu!" bisik Charl.
mobil melaju menembus gelap malam dengan kecepatan tinggi karena jalanan sangat lengang pada tengah malam. tepat pukul satu malam, mobil yang membawa Lou sampai ke rumah sakit. Charles turun dengan menggendong Lou menuju IGD. perawat yang sudah standby langsung menyuruh Charl meletakan di tempat yang disediakan.
"suster tolong selamatkan istri saya.' ucap Charl sambil mengikuti perawat yang mendorong bed Louisa.
" maaf tuan silahkan tunggu di luar! biarkan kami yang mengurus pasien," ucap dokter di dalam ruangan yang menahan Charl yang hendak masuk ke dalam ruang IGD.
"ah...." Charles meremas rambutnya yang sudah tidak rapi menjadi lebih berantakan.
__ADS_1
drrrt..kring....kring
getar suara gawai Charl terdengar mengagetkan Charl yang sedang hilir mudik seperti setrikaan di depan ruang IGD.
" halo" sapa Charl membuka percakapan.
"halo, kak! bagaimana dengan kakak ipar, apa sudah ditemukan?" tanya Alexa dari sebrang.
" louisa sudah ditemukan, sekarang sedang dalam pemeriksaan dokter di rumah sakit Harapan Bunda, doakan biar kakak iparmu lekas sadar dan sehat lagi," jawab Charl yang terdengar serak.
Charles berjalan hilir mudik di depan ruang IGD wajahnya terlihat cemas, geram, marah, sedih, capek, menjadi satu. tidak berselang lama keluarlah seorang dokter laki-laki yang tambul yang sudah berumur.
" apakah anda keluarga pasien?" tanya dokter tersebut.
" Iya dokter saya suaminya, Bagaimana kondisi istri saya dokter? tanya Charles dengan wajah pias.
__ADS_1
" kondisi istri anda sekarang sudah baik-baik saja, dia sudah melewati masa kritis, kalau saja tuan terlambat sedikit saja mungkin nyawa istri anda tidak akan tertolong. cuma dia sekarang belum sadarkan diri.
"kira kira kapan istri saya sadar dok," tanya char berlanjut.
" belum bisa dipastikan, minimal tiga hari ini kalo kondisi stabil." jawab dokter pamit pada Charl untuk istirahat di ruangan.
Char masuk ke ruang rawat Lou yang baru. Lou telah keluar ruang IGD dan dipindahkan ke ruang perawatan VVIP. Charles menemui lou dan duduk di sebelah ranjang tempat Lou terbaring, Charl meraih tangan Lou dan menggenggam kemudian menciumnya. "sayang maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik, hari ini sepertinya aku sangat sedih, tapi juga senang karena bisa bertemu kembali denganmu, aku sangat bersyukur menikahimu walau dengan paksaan awalnya. namun kamu berhasil membuatku sangat mencintaimu, kamu gadis yang sangat baik tapi mengapa keluargamu seperti iblis kelakuannya," ucap Charl berbicara pada Louisa yang masih menutup rapat matanya.
Setelah lama berbicara Charl pergi meninggalkan ruang Louisa. dia memanggil pengawalnya dan menyuruh berdiri menjaga ruang perawatan Louisa.
"jangan biarkan siapapun masuk kecuali dokter dan keluargaku. aku akan pergi sebentar"ucap Charles bernjak pergi keluar dari rumah sakit.
Charles membawa mobil kembali ke kediaman keluarga Wijaya. sampai di ruangan itu dia mendekati Arman dan langsung memukul wajah dan perutnya sampai puas, darahpun mengalir dari bibir Arman. istri Arman yang tahu hal itu langsung berusaha menghentikan tapi naas dia juga terkena pukulan di wajahnya.
istri Arman langsung jatuh tersungkur di sebelah Arman. nenek Arin yang masih duduk di sofa hanya bisa melihat anaknya yang sedang dipukuli.
__ADS_1
Axel yang dari tadi berada di ruang kerja Arman kembali dengan membawa beberapa berkas yang merupakan bukti kejahatan Arman dan keluarganya.