Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
dua puluh tujuh


__ADS_3

"Apa bekal makan siangnya tidak enak, sehingga di buang," ucap Lou yang penasaran mengapa Charl pergi ke kafe kalo memang sudah makan siang.


"bekal maksi, belum ku makan, ini ku bawa sini karena aku ingin makan ditemani Lou," ucap Charl santai.


Lou merasa heran dengan tingkah dari Charl, "ngapain mau makan di sini jika di kantor saja bisa. "aneh" gumam Louisa.


"Charles, kalau mau makan, makan saja sendiri ya, aku harus melayani tamu yang datang, tidak enak sama yang lain kalau aku sering menemani kamu makan dan meninggalkan pekerjaan.


"Kalau begitu kamu keluar saja dari pekerjaan mu dan bekerja di perusahaanku," ucap Charl santai.


"kau kan tahu sendiri, aku baru saja masuk kuliah, aku tidak mungkin kerja full sehari, lagi pula apa yang bisa ku lakukan di sana?" jawab Lou menjawab keinginan aneh Charl.


"kau bisa jadi asisten pribadiku, atau sekertaris ku," jawab Charl


Axel yang duduk disebelahnya terbatuk-batuk, akibat makanan yang tiba-tiba tertelan. akibat mendengar perkataan Charl pada Louisa.


"terus aku gimana boz" ucap Axel dengan wajah memelas.


"Ya kamu tetep kerja Axel! jadi cleaning servis," canda Charl pada sahabat sekaligus sekertarisnya itu.

__ADS_1


"Dah sini duduk dulu!' perintah Charl sambil menarik tangan Lou agar duduk di sebelahnya.


Lou mengamati tingkah Charl, yang belakangan sikapnya terasa beda, seperti cari perhatian pada Lou.


Charles melahap makan siang buatan Lou tanpa sisa, " besok bawakan bekal lagi" dan mulai Minggu depan, kamu bekerja di perusahaan sebagai asisten pribadiku, tidak ada penjelasan dan tidak ada penolakan," tegas charles.


"eh... tidak bisa begitu, bagaimana dengan kuliahku," ucap Lou yang sebel melihat pemaksaan dari Charl.


"kau bisa kerja, setelah pulang kuliah," ucap Charl yang berdiri dan berjalan menuju toilet.


Lou menuju ke dapur tapi sebelum sampai dia bertemu dengan Fatin dan 3 lelaki yang satu kelompok dengan mereka.


"Eh... Fatin dan teman teman, mari silahkan duduk, kok kalian bisa kesini, belum pulang? tanya Lou yang ikut duduk dengan temannya.


Lou kalo Lo kerja gini kapan Lo ngerjain tugas kuliah? tanya Hasan penasaran.


"sepulang kerja dhong," ucap Lou tegas.


"oh mumpung disini, ayok aku bantuin kerja, Lo kerjakan tugas Lo," ucap Hasan mengambil buku menu dan menawarkan pada pelanggan yang ada disekitarnya, hal ini membuat temanya heran.

__ADS_1


"Hasan what going on, "bisik Radit


"kasihan" jawab Hasan dengan wajah datar.


Lou menolak keinginan Hasan untuk membantunya tapi, Hasan sudah mengambil daftar menu dari tangannya. beberapa pelanggan wanita nampak senang dilayani Hasan lelaki tampan walaupun mukanya agak cool, tapi semakin menambah kegantengannya.


Louisa menarik nafas dan segera mengerjakan tugas yang menjadi bagiannya. tidak memerlukan waktu lama bagi Lou untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


Charles yang baru saja keluar dari toilet melihat sekeliling mencari Louisa. dia tidak mendapati Louisa di sana, Charl berjalan sambil mencari Lou, dia akhirnya mendapati Lou duduk berbaur dengan pengunjung kafe.


Lou terlihat sedang sibuk mengetik sesuatu pada leptop, di sampingnya ada dua lelaki dan seorang perempuan.


Charles berjalan mendekat dan memanggil Lou. " Louisa cepat ikuti aku," perintah Charl dingin pada Lou,


louisa segera pamit pada temannya dan mengekor Charl.


" siapa mereka? mengapa kamu duduk santai bareng mereka," selidik Charl pada Lou yang disuruh duduk di ruangan private room.


"mereka teman kuliah yang mau membantuku mengerjakan tugas," ucap Lou menjelaskan.

__ADS_1


" jangan terlalu dekat dengan mereka, apa lagi kedua lelaki itu, ingat! kamu istriku," ucap Charl menekan kata istri.


"iya, kami hanya mengerjakan tugas saja, tidak aneh aneh, lagian ini ditempat umum juga," jawab Lou dengan hati kesal.


__ADS_2