
Charles benar-benar seperti linglung mencari keberadaan louisa yang tidak ketemu ketemu. setelah hampir dua jam dia berputar-putar mencari istrinya akhirnya Charles memutuskan untuk kembali lagi ke hotel tempat resepsi, yang tentunya pelaksanaan resepsi pernikahan adiknya sudah selesai.
Charles dan orang kepercayaan nya dan polisi minta bagian keamanan di hotel untuk diizinkan melihat CCTV yang terpasang di area lobi dan juga di area lorong toilet dan juga di lift. Charles mulai mengamati dengan seksama dia juga menghubungi polisi untuk menanyakan nomor polisi yang dia lihat.
Charles mulai mereka-reka kira-kira siapakah partner bisnis yang berusaha untuk menghancurkannya atau siapakah orang-orang di balik penculikan istrinya, yang berusaha untuk mencelakakan nya dia berusaha berpikir dan mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul.
Charles benar-benar tidak tidur semalaman. sampai akhirnya pagi tiba Charles mendapatkan pencerahan berita dari polisi, bahwa nomor polisi yang di miliki oleh mobil penculik dimiliki oleh seorang yang seseorang bernama Muchtar Dia terkenal sebagai laki-laki yang bekerja sebagai detektif sewaan dan dua orang lagi dipastikan adalah teman-teman Muchtar.
Ayah Charl menemui Charl di rumahnya dan menanyakan kronologi kejadian pada Charles.
Charles menceritakan panjang dan lebar. Papah Charl berfikir, siapa kira-kira orang yang hendak menculik Lou, kalo rekan bisnis dan kawan sepertinya tidak mungkin, karena pernikahan mereka tidak diketahui khalayak.apa mungkin keluarga Lou.
Charles terhenyak sesaat, dengan pikiran papahnya, Charl memikirkan Arman yang belum lama ini menemui Lou di kantornya dan memintanya untuk pulang ke rumah kediaman Wijaya.
Apa salahnya di coba, aku akan memerintahkan orang untuk menyelidiki keluarga Wijaya di kota B.
__ADS_1
Charles terlihat menelpon seseorang dan memerintahkan untuk pergi menyelidiki keluarga Wijaya di kota B.
Sementara itu di Kota B.
Louisa dan orang suruhan Arman sudah sampai di kota B. mereka menculik Lou pukul satu siang dan pukul dua siang mereka membawa ke bandara Juanda menuju ke kota J. Malam hari nya Mereka tiba di rumah besar kediaman Wijaya.
Lou masih belum sadar juga, sampai saat ini.
Arman membaringkan Lou di kamarnya dulu saat masih tinggal di rumah besar itu.
"Bukankah kemarin aku ada di resepsi pernikahan Alexa, kenapa aku bisa terbangun di sini, oh iya kemarin ada orang yang menyekapku dari belakang Setelah aku keluar dari toilet, terus siapa yang menculikku?" gumam Lou.
Louisa berusaha menggerakkan tubuhnya yang masih lemes dan berusaha berjalan ke arah pintu. belum sempat dia membuka gagang pintu, pintu sudah terbuka.
mata lou terbelalak saat melihat nenek Arin dan Arman dihadapannya. Nenek Lou yang dari dulu memang sangat membencinya dan paman yang dulu mengusir dirinya dari rumah ini.
__ADS_1
"Oh... jadi yang menculikku adalah nenek dan pamanku sendiri, bukankah kalian tidak menginginkan ku di sini, untuk apa kalian menculikku dan membawa kembali ke rumah busuk ini?" tanya lou dengan tatapan mata sinis.
"Diam kamu pencuri, keturunan pencuri pasti akan jadi pencuri juga," ucap istri Arman yang ikut bergabung.
"Ha...ha...ha..., dasar perempuan licik, kau yang berbuat tapi menimpakan kesalahan pada aku dan mamahku. bukankah kamu sendiri yang meletakkan perhiasan di lemari mamahku, karena sore itu aku melihat dengan mata kepalaku apa yang kamu lakukan," sinis Lou.
"plakk...." suara tamparan dari Mayang, istri dari Arman yang membuatnya terhuyung dan jatuh ke lantai.
flashback on
sebenarnya tiga tahun yang lalu, sepulang gladi resik perpisahan di sekolah, Lou melihat tantenya itu masuk ke kamar mamahnya, dia mengamati apa yang dilakukan oleh Tantenya di kamar mamahnya . Lou melihat Tante Mayang membuka lemari mamah dan memasukkan sesuatu ke lemari. Lou menyingkir ke kamarnya saat Tante Mayang keluar dari kamar mamah.
Lou berganti baju seragam dengan baju rumahan dan hendak menemui mamahnya dan mengatakan kelakuan tantenya. belum sampai ke dapur nenek dan om Arman sedang bertengkar hebat dengan mamah Lou, mereka menuduh Carissa mencuri perhiasan milik nenek. Lou tidak diberi kesempatan untuk bicara karena dia sudah di tarik oleh mamahnya untuk mengemas pakaian secukupnya dan meninggalkan kediaman Wijaya.
flashback off.
__ADS_1
...