
"bagaimana kalau setelah itu kita menikah, kasihan banget aku, setiap hari melihat kemesraan sepasang suami istri mesum di depan mata," ucap Axel sambil meringis.
"ha...ha...ha, derita kamu mas!" tawa Alexa.
"tapi sekarang aku juga bisa mesum dengan kekasih baru aku," ucap Axel mencium kening Alexa.
Mobil Alexa yang dibawa Axel, sudah sampai di halaman depan rumah Charles. rumah nampak lengang dan sepi seperti biasa, Alexa mengetuk pintu, sedangkan Axel masih setia menunggui kekasih yang baru saja jadian.
"cklek..." terdengar bunyi gagang pintu diputar, pintu terbuka dan nampaklah bik Siti yang membuka pintu.
"malam bik ," sapa Alexa
"malam non Alexa, eh ... ada tuan Axel juga, silahkan masuk non, tuan, saya panggil kan tuan Charles sebentar," bibi meninggalkan ruang tamu dan menuju kamar tuan charles untuk memberi tahu kedatangan non Alexa dan tuan Axel.
Charles keluar dari kamar dan mulai menuruni tangga dengan rambut yang kusut, khas orang bangun tidur.
"Ya Tuhan, Kakak jam segini sudah tidur? masih jam tujuh malam loh kak. weekend lagi, kok tidak mengajak kakak ipar kencan, apa kencannya di kamar Kak?" ucap Alexa menggoda kakaknya.
"hmm, anak kecil diam saja, tidak usah turut campur urusan orang dewasa," sahut Charl.
"Kak boleh aku menginap sini malam ini? tapi sebelumnya aku ingin jalan jalan mumpung weekend, biar selama perjalanan aman, aku ingin mengajak sekeraris kakak ,boleh tidak?
"Oh iya, di mana kakak ipar, kok tidak kelihatan, apa dia juga sudah tidur? salah satu alasan lagi aku mampir ke sini adalah ingin makan masakan kakak ipar juga?" tanya Alexa sambil tersenyum.
" tanya itu satu satu, jangan seperti kereta, cerocos terus, gak ada berhentinya, Louisa sedang tidak enak badan, jadi dia sedang istirahat di dalam kamar, dan hari ini dia tidak masak.
"dan kakak lihat alasan sebenarnya kamu ke sini adalah mau kencan sama Axel begitu," Charl memicingkan mata ke arah adiknya.
"eh... siapa bilang aku mau kencan sama Axel," wajah blousing Alexa tidak bisa menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
Sebenarnya Charl bisa tahu dari tingkah adiknya kalau adiknya menyukai temannya.
"ya.. sudah sana, hati hati, jangan pulang kemalaman, dan satu lagi untukmu Axel, jagain adikku, awas saja kalo terjadi sesuatu, bakal aku bonyokin itu muka!" Jawab Charl."
"Kamu nanti tidur di kamar tamu, sedang Axel suruh pulang, tidak boleh nginep di sini," lanjut Charl yang kembali lagi ke kamarnya setelah bertemu adik dan sekertarisnya.
Charles membuka pintu dan tersenyum ke arah Lou yang sudah terbangun.
"Kamu sudah bangun Lou? tanya Charl yang mendekat dan duduk di samping Louisa dan mencium keningnya.
"ada apa? apa ada yang kamu inginkan, aku akan berusaha mencarikannya,"
" Aku hamil, terus bagaimana dengan kuliahku, cita-citaku, dan masa depanku, Charles."
" kamu tidak boleh bersedih Lou, aku adalah masa depanmu, kamu masih boleh beraktivitas kuliah, juga kerja hanya saja kamu harus berhati-hati dan tidak boleh kecapekan, jaga dengan baik kandunganmu, aku akan mengantarmu kuliah atau kamu akan diantar jemput supir, oke," ucap Charl kembali memeluk Louisa dengan erat.
" Terima kasih Charl, " ucap Lou yang meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya.
...
Dia tidak memberitahu kehamilannya pada teman temannya
Charles juga semakin sayang dan peduli dengan Lou. Hari ini adalah jadwal kontrol kandungan, Charl berencana ikut menemani Lou kontrol nanti sore sepulang kerja.
Pagi ini Lou berangkat kuliah diantar Charl. walaupun sebenarnya dia tidak ingin diantar tapi Charl memaksa "pilih di rumah atau kuliah" kalimat sakti yang menjadi andalannya.
Setelah sampai di halaman kampus, Lou turun dan tidak lupa Charles akan mencium keningnya. " jaga baik baik anak kita Lou, jangan terlalu capek, jangan lupa hubungi aku kalau sudah selesai." wejangan yang sama dari Charl kalau Lou mau beraktifitas.
Lou berjalan masuk ke kampus, saat itu dia berpapasan dengan Fatin yang berjalan beriringan dengan Radit dan Hasan.
__ADS_1
dari kejauhan nampak seorang perempuan cantik mengawasi kegiatan tersebut dengan mata nanar. dia berjalan mendekati louisa.
"Lou, bisa kita bicara sebentar," pinta perempuan cantik yang ternyata adalah Tiara.
" Eh... mbak Tiara, ada apa mbak, kayaknya untuk saat ini aku tidak bisa mbak, ada jam kuliah," ucap Lou yang mereview ingatannya kemarin, bagaimana Tiara menangis di hadapan suaminya.
"Kapan kamu ada waktu?
" Bagaimana kalo nanti sepulang kuliah. aku selesai kuliah jam satu," jawab Lou mengamati wajah cantik di depannya.
"oke, aku tunggu di cafe depan kampus,"
" permisi mbak, aku masuk kelas dulu! ayo teman-teman, nanti keburu dosen masuk." ajak Lou meninggalkan Tiara sendiri.
...
saat jam terakhir Lou menghubungi Charl agar menjemput pukul satu. Lou berniat mempertemukan Charl dan Tiara agar menyelesaikan permasalahannya.
Pukul 12.45 Lou duduk di kafe depan kampus, dia memesan juz jeruk sambil menunggu Tiara.
"Siang Lou," ucap Tiara yang baru datang dan menarik kursi kemudian duduk di hadapan Lou.
" Siang, ada apa mbak mencari saya," ucap Lou.
" Lou, apa benar kamu sudah menikah dengan Charles Beird,
"iya mbak,"
" bagaimana kamu bisa mengenalnya, karena dulu dia tidak mudah dekat dengan perempuan. dia sangat mencintaiku, sampai aku pergi belajar ke luar negeri karena beasiswa, hp ku hilang jadi aku lost kontak dengannya, saat ini aku merasa bersalah maka aku berniat menyelesaikan kuliah di sini dan memperbaiki hubunganku dengannya," ucap Tiara dengan mata berkaca-kaca dan meneteskan air mata.
__ADS_1
" terus, maksud mbak cerita ke aku perihal semua ini itu apa?" tanya Lou balik dengan santai.
...