
"Ah... hari ini aku tidak ketemu dengan Charles, padahal niatan aku kerja di sana, agar bisa bertemu dengan lelaki tampan itu, semoga dengan berdekatan denganya dia bisa jatuh cinta padaku, dan bagaimana pun caranya aku akan membuat dia jatuh cinta padaku," gumam Lohita sambil memejamkan matanya.
"ya Tuhan, kucinta dia, kusayang dia, kurindukan dia." gumam Lohita bersenandung.
...
pagi harinya.
Louisa bersiap berangkat kuliah, seperti biasanya, dia menyiapkan sarapan dan keperluan lainnya untuk Charles.
tidak lupa Charles mengingatkan Lou untuk datang ke kantornya siang nanti sesudah selesai mengikuti kuliahnya . Lou yang mendengar itu hanya mendengus kesal dan berusaha untuk mengangguk dengan lemahnya.
Lou menyelesaikan sarapan, kemudian menuju garasi hendak mengambil motor, namun dicegah oleh Charles, hari ini kamu berangkat bareng aku ke kampus, nanti siang biar supir yang menjemput ke kampus.
" tidak usah diantar, aku bisa berangkat sendiri, lagian aku juga belum tahu selesai kuliah jam berapa." ucap Lou menolak ajakan Charl.
Hati hati di jalan dan apa kamu tahu di mana kantor ku?" tanya Charles pada Lou yang diikuti gelengan kepala oleh Lou.
Charles mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu nama pada Louisa,
" kantor Beird group, jalan Anjasmara no 123, Surabaya. terus kantor kamu berada di lantai berapa? tanya Lou balik.
" lantai 20," ucap Charl.
"baiklah aku berangkat dulu," ucap Lou pada Charl yang masih berada ruang makan.
Setelah memakai helm,Lou melajukan motornya dengan kecepatan sedang , hari ini dia berencana pamit pada mas Reza dan teman temannya, "haish... alasan apa nanti yang harus kuberikan." gumam Lou.
"Lou memarkirkan motornya, dan dia bergegas menuju ruang kuliah yaitu gedung A lantai dua. dalam perjalanan dia berpapasan dengan kakak kelasnya yang hendak menuju ke ruangan dosen.
"Eh... mbak Tiara, mau bimbingan mbak, tanya Lou sambil tersenyum yang melibatkan Tiara membawa banyak berkas dalam map.
__ADS_1
"Iya Louisa, aku tinggal mengajukan sidang untuk skripsiku, doakan ya semoga semua cepat diberikan kemudahan dan semuanya cepat kelar," ucap Tiara sambil mengajak Lou .
"Kamu mau kuliah Lou?" tanya Tiara.
"iya, aku ada kuliah jam delapan," jawab Lou sambil melihat ke arah jam tangannya.
"masih ada waktu Lima belas menit sebelum kuliah dimulai, jadi yuk temani aku dulu,"ajak Tiara menuju tempat duduk yang disediakan pihak universitas untuk menunggu dosen.
" mbak Tiara rencananya mau kerja di mana setelah lulus nanti," tanya Lou.
"Belum tahu Lou, mungkin aku akan melamar di beberapa perusahaan besar yang ada di kota ini. Tapi pinginnya sih aku keterima di perusahaan BEIRD, perusahaan besar yang berani membayar mahal karyawan." jawab Tiara sambil menarik nafas, seolah ada yang mengganjal di dadanya.
"Oh... perusahaan BEIRD ya," ucap Louisa pelan.
setelah cukup lama ngobrol Lou permisi ke ruang kuliah, di sana Fatin sudah menunggu dengan bibir manyunnya,
"Kenapa kemarin tidak masuk kuliah Lou, kami semua cemas bahkan kami ke kafe, tapi kamu juga tidak masuk kerja, sebenarnya di mana sih rumahmu Lou, " tanya Fatin penasaran.
" Eh... dosennya sudah datang, lain kali saja ceritanya," ucap Lou yang beranjak duduk ke sebelah Fatin.
" sekarang cerita," ucap Fatin setelah selesai memesan makanan.
"aku kemarin masuk angin, aku di kamar seharian, maaf kemarin HP mati, jadi tidak bisa menghubungi atau dihubungi," jawab Lou bohong karena tidak mungkin cerita kalo dia dihuku.
"Lah kalo rumahmu di mana?" tanya Fatin lagi.
" Aku tidak punya rumah, selama ini aku tinggal di rumah majikan tempatku bekerja." Jawab Lou menunduk.
"oh,... jadi kamu tinggal di rumah pemilik kafe," tanya Fatin lagi yang di jawab dengan gelengan kepala.
"Aku jadi ART di sebuah perumahan mewah, setelah pulang dari kafe." jawab Lou tertunduk
__ADS_1
"Eh... maaf Lou,
"tidak apa kok, begitulah hidupku, sudah ah, yuk makan, habis itu kita masuk kelas lagi!" jawab Lou senyum.
Pukul satu siang Lou menyelesaikan kuliah, kemudian bergegas pamit pada Fatin, setelah itu Lou mengarah ke lovin kafe dan bertemu dengan mas Reza. sebenarnya mas Reza berat melepaskan Lou, tapi karena Lou ada kepentingan lain maka ia mengizinkan Lou mengundurkan diri.
Lou memacu kendaraan bermotornya menuju jalan Anjasmara, setelah hampir setengah jam akhirnya sampai juga di pelataran gedung tinggi menjulang dengan tulisan BEIRD GROUP di depannya.
Lou bergegas memarkirkan motornya, dia memakai tas punggungnya dan berjalan sambil mengamati gedung gedung pencakar langit dan menuju meja resepsionis.
"Maaf mbak, saya mau bertemu dengan tuan Charles," ucap Lou sopan pada resepsionis.
"maaf apa anda sudah ada janji dengan beliau?" tanya resepsionis yang di jawab dengan kata "sudah".
" silahkan tunggu dulu, saya akan menghubungi sekertarisnya," jawab resepsionis yang memperlihatkan Lou dari ujung rambut hingga ujung kaki . kemudian resepsionis menekan nomor pada telepon dan terlihat berbicara pada seseorang .
selang berapa lama Axel muncul dari lift dan mengajak Louisa ke lantai Dua puluh. sang resepsionis kembali keheranan karena tidak biasanya sekertaris dari Charles itu menjemput tamu, kecuali kalau tamu itu sangat penting, nah ini dia sendiri yang datang menjemput perempuan itu. "ehm... siapa sih perempuan itu," gumam sang resepsionis penasaran.
Lou dan Axel sampai di lantai dua puluh.
" silahkan nona," Axel mempersilahkan Lou untuk keluar lift dan mengikutinya.
"ini ruangan tuan Charles, silahkan masuk saja," ucap Axel pada Lou yang masih takjub.
"tok...tok ..tok"
"masuk," ucap seseorang dari dalam.
Lou mengetuk pintu dan masuk setelah dipersilahkan.
Charles yang melihat Lou datang langsung menghentikan aktivitasnya, dan mendekati Lou.
__ADS_1
Charles mengunci pintu dan mendekap Lou dengan erat seolah ingin melepaskan sejenak beban dipundaknya
" aku capek sekali Lou, biarkan sejenak melepaskan lelah di bahumu." ucap Charl memeluk Lou dan meletakkan kepalanya di bahu Lou.Lou bingung dengan sikap Charl, bukannya disuruh bekerja malah dipeluk erat olehnya.