
begitu aktivitas Lou sehari hari selama dua bulan dia berjualan nasi bungkus, karena pesanan semakin banyak juga mengingat kandungan Lou juga sudah semakin besar jadi dia memutuskan untuk mencari asisten yang dapat memperingan pekerjaannya.
dia adalah mbak Rina, perempuan tiga puluh lima tahun yang baru saja bercerai dengan suaminya, karena suaminya selingkuh.
Mbak Rina bertemu dengan Lou dengan membawa tas besar saat belanja di pasar, jadi mereka menunggu angkutan umum bersama, setelah ngobrol akhirnya Lou mengajak untuk bekerja di tempatnya.
Resto kecil milik Lou tidak hanya menyediakan nasi bungkus, sekarang juga mulai melayani makan siang ditempat dan juga catring untuk acara rapat.
Lou membeli 5 meja dan 4 set kursi untuk tempat duduk pelanggan. dan halaman juga sudah dipasang galvalum. Lou mendekorasi warungnya dengan tanaman hias walau kecil tapi nyaman pikirnya
mbak Rina membantu menyiapkan bahan masakan, sedang kokinya tetap Louisa.
karena sudah memiliki freezer dan kulkas jadi sekarang Lou cukup belanja dua kali seminggu, bahkan ada penjual yang mau mensuplai kebutuhan resto Lou yang bertambah ramai pembeli.
Lou juga menambah dua orang pegawai. dia adalah Marni dan Susi, dua orang desa yang mencari peruntungan dengan mengadu nasib ke kota.
"Mbak Rina minta tolong, nanti saat saya melahirkan, mbak yang gantikan saya memasak kemudian biar Susi dan Marni yang melayani pembeli," ucap Lou yang kandungannya masuk bulan ke sembilan.
sementara ini, Lou hanya membantu mengarahkan mereka bertiga. Lou duduk di meja kasir karena perutnya yang membesar membuat dia sulit bergerak.
karena kesibukan yang seperti tiada henti, Lou seperti lupa dengan penderitaan saat diusir oleh mertuanya. dia sudah bertekad untuk berjuang bersama anaknya.
__ADS_1
Tuhan memang maha baik, Lou tidak mengalami kesulitan dengan kehamilannya walaupun dengan kesibukan yang menggunung.
saat malam hari perut Lou merasa mulas, awalnya jarang, namun semakin lama semakin sering. Lou meminta tolong Susi untuk memanggil mobil untuk mengantar Lou menuju rumah sakit.
Mbak Rina memapah Lou menuju ke mobil yang sudah di pesannya. dan ikuti mbak Rina mengantarkan ke rumah sakit. perjalanan yang tidak jauh namun Lou merasakan Sangat lama, karena perutnya semakin melilit.
" Ya Tuhan, sakit sekali rasanya, akh....hu...hu..., desah yang keluar dari mulut Lou. mbak Rina yang sudah pernah melahirkan menyuruh Lou untuk mengatur nafas.
"Tarik nafas dalam mbak Lou, kemudian hembuskan pelan pelan." instruksi yang diberikan mbak Rina. Lou mengikuti apa yang disarankan oleh mbak Rina.
setelah lima belas menit mereka sampai di lobi rumah sakit dan langsung disambut perawat yang sudah membawa ke kursi roda.
Lou langsung di bawa ke ruang UGD kemudian dibawa ke kamar bersalin. peluh keluar dari dahi Louisa, setelah hampir dua jam, akhirnya Lou melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan.
Charles, anakmu sudah lahir dan ternyata sesuai dengan keinginanmu, anak laki laki yang sangat tampan sepertimu, gumam Lou sambil menangis
...
tiga tahun sudah berlalu. kini anak Lou yang bernama Abrisam Alvaro Beird. Lou memberi nama sesuai apa yang diinginkan oleh suaminya, jika anaknya lelaki maka dia menginginkan anaknya menjadi lelaki yang tampan, lembut dan bijaksana sesuai dengan arti nama yang diberikan.
Lou tersenyum melihat malaikat kecil tampan yang sedang tidur, "semakin besar wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Charl," gumam Lou
__ADS_1
* kediaman beird*
Arina Subroto atau nyonya Beird, sedang merenung ditaman belakang, sejak kepergian Lou, Charl benar benar berubah menjadi dingin dan tidak mau menginjakkan kaki di rumah orang tuanya.
keangkuhan mamahnya tentang status dan harta kini membawa perubahan besar pada anak lelakinya, dia sedih melihat sikap Charles yang bahkan tidak mau bertemu dengannya lagi.
Anak itu benar benar sudah merubah anakku, apa ini memang balasan dari Tuhan untuk kami yang sudah semena mena padanya.
" mah... mamah sedang apa mamah disini sendirian,"panggilan Alexa seraya mendekat dan duduk di samping mamahnya.
"mamah sedang menikmati suasana sore," jawab Arina berusaha menyembunyikan kesedihannya.
"mamah pasti sedang memikirkan kakak kan? kakak baik baik saja mah, cuma dia masih belum bisa menerima kenyataan kakak ipar pergi meninggalkannya," ucap Alexa.
Alexa akan tetep berusaha untuk menyatukan hubungan yang retak antara ibu dan anak. antara kakaknya dan mamah.
"oh iya mah, besok Alexa mau keluar kota selama tiga hari, mamah baik-baik di rumah ya!
...
sementara itu Lohita masih terus berharap cinta Charl, walaupun Charl sekarang sudah pindah kantor dan mendirikan perusahaan sendiri, lohita sering menghubungi bahkan mengunjungi Charles dan membawakan makan siang.
__ADS_1
Charles sudah seperti mengunci mati hatinya. dia bersikap sangat dingin pada perempuan. tapi Lohita pantang menyerah untuk memperjuangkan cintanya.
...