Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tiga puluh tujuh.


__ADS_3

#Hai pemirsah... terimakasih sudah mampir ke novel Thor, jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, koment. Thor hanya suka nulis walau tanpa bayaran, he...he... just having fun, mengisi waktu luang gitu, jadi Thor seneng aja kalo banyak yang vote, like dan koment, kalo perlu share ke teman-teman yah!#


********


"eh...apa perusahaanmu gak jatuh miskin kalo Aspri saja bayarannya sepuluh juta, apa jangan-jangan aku disuruh kerja rodi dua puluh empat jam nonstop," ucap Lou yang masih tak percaya dengan bayaran.


" Apa kau memandang aku begitu miskin jadi tidak bisa membayarmu, dan nanti kamu harus melayaniku siang dan malam," ucap Charl gemez mendengar Jawaban Lou. kemudian kembali dia mencium kening Lou dan merengkuhnya dalam pelukan.


"Aku ingin lagi," bisik Charl pada telinga Lou.


"What, bukankah dari pagi kita sudah melakukan lebih dari tiga kali," jawab Lou yang masih merasakan kecapekan karena aktivitas panas dari pagi.


Tapi bukan Charl namanya kalo kehendaknya tidak kesampaian, Charl melanjutkan aktivitasnya tadi, sedang Lou sudah pasrah dengan apa yang diinginkan Charl.


"ya Tuhan, aku bener-bener dikurung bersama Charl di dalam kamar seharian, aku sekarang ngantuk sekali, dan badanku capek sekali," gumam Lou sebelum matanya terpejam dalam tidur nyenyak.


Begitu juga dengan Charl, dia tertidur dengan kebiasaannya memeluk Lou.


pukul empat sore


rumah Charl terdengar heboh dengan teriakan seorang perempuan.


" kak... kakak....kak... Charles, ehm... di mana sih orangnya, masak jam segini masih molor yang bener saja," ucap perempuan itu kesal.


"Bik... bik Siti!" panggil perempuan itu.


"iya non Alexsa, bibik datang!" ucap bik Siti yang datang dengan tergopoh-gopoh.

__ADS_1


"di mana kak Charles? tadi Aleksa ke kantor katanya kak Charl tidak berangkat, eh... ke rumahnya kok ya sepi juga," celoteh Alexa yang kesal karena belum ketemu kakaknya setelah ia pulang dari Ausie.


" Oh... itu ... tuan Charles, masih di kamarnya, dari tadi pagi dia belum keluar kamar," ucap bik Siti yang membuat Alexa mengernyitkan dahinya.


"Apa kakak sakit bik," sahut Alexa.


"tidak kok non, mungkin non tanya saja sendiri sama tuan Charles," jawab bik Siti, karena dia bingung menjawab.


Alexa naik ke lantai dua dan mengetuk pintu kamar kakaknya. tidak terdengar suara sahutan dari dalam, Alexa semakin keras mengetuk pintu kamar Charl.


Charles yang mendengar ketukan pintupun bangun dan memakai celana pendek yang tadi tergeletak di lantai. Charles membetulkan posisi selimut louisa, kemudian bergegas membuka pintu.


begitu pintu di buka Alexa langsung nyelonong masuk ke kamar. Alexa sangat terkejut melihat perempuan tertidur di bawah selimut, kemudian Alexa memandang kakaknya yang hanya memakai celana kolor.


Charles menarik tangan Alexa dan mengajak keluar dari kamarnya.


" Kakak... jangan mengalihkan pembicaraan, siapa perempuan yang tidur di kamar kakak itu? Apa itu perempuan ****** yang kakak beli," ucap Alexa dengan marah dan kesal melihat kelakuan kakaknya.


"Dia istri kakak," jawab Charl tegas


" what the hell, Jangan bercanda kak, tidak lucu juga kali!" ucap kaget Alexa karena tahu selama ini kakaknya tidak punya kekasih, yang dia tahu kakaknya biasa ONS, tapi tidak pernah mengajak pulang.


"Sini, ikut kakak!" Ajak Charl pada Alexa ke ruang kerjanya.


Charles membuka laci mejanya kemudian mengambil surat nikah yang dua duanya dia simpan. Mata Alexa melotot melihat surat nikah itu, kemudian membuka buku nikah dan membacanya," Louisa Friska Wijaya itu nama istri kakak," tanya Alexa yang masih setengah percaya.


Sementara itu Louisa juga bangun dari tidurnya, dia mengarahkan pandangannya ke sekeliling namun dia tidak mendapati Charl.

__ADS_1


Lou mandi sore, agar badannya segar kembali, setelah Lima belas menit dia keluar dan mengganti pakaiannya dengan kaos bergambar kerropi dengan paduan celana hotpants dan tidak lupa menguncir kuda rambut panjangnya.


Lou membuka pintu yang sudah tidak terkunci, dia berniat masak, karena dia sudah sangat lapar. Lou bergegas turun menuju dapur, Lou mulai memeriksa kulkas, ternyata masih ada ayam yang sudah dibumbui dan tinggal menggoreng, kemudian dia juga berniat membuat oseng kacang panjang campur udang dan bakso, kering kentang tambah sedikit kerupuk.


Lou memakai Apron kemudian mulai berperang dengan peralatan masak. setelah empat puluh menit, semua masakan sudah matang, tinggal menghidangkan. Lou mengambil mangkok untuk meletakan sayur oseng, saat mau melangkah tiba tiba ada seseorang perempuan menyapanya


"sini, aku bantu kakak ipar," ucap Alexa sambil tersenyum pada Lou.


"eh.. iya terimakasih," ucap Lou yang tidak tahu siapa perempuan cantik yang membantunya.


"Apa itu calon tunangan charles," gumam Lou yang masih menata ayam goreng dipiring lonjong dan dan kering kentang di piring lainnya, kembali menyerahkan pada perempuan itu.


Semua masakan sudah terhidang di atas meja. Lou hendak mencari Charl yang ternyata sudah ada dibelakangnya.


Charles terlihat segar setelah mandi, diapun memeluk Lou dari belakang.


Louisa berusaha melepaskan pelukan Charl, " malu ah... itu ada tamu, lepaskan!" ucap Lou yang hanya disenyumi oleh Charl.


" Oh iya Lou, kenalkan ini adikku yang mulutnya suka bawel," ucap Charl memperkenalkan adiknya.


Lou mengulurkan tangannya dengan ragu, namun disambut dengan cepat oleh Alexa.


"Alexabelle Beird, biasa dipanggil Alexa," ucap Aleksa memperkenalkan diri.


Louisa Friska Wijaya, biasa dipanggil Lou atau Louisa," balas Lou sambil tersenyum yang terlihat lesung pipinya.


"kakak ipar terlihat sangat cantik kalo tersenyum." ucap Alexa.

__ADS_1


...


__ADS_2