
Dimas mengajak Naura berkeliling rumah barunya dengan menggandeng tangan istrinya. Dia menunjukkan letak dapur, kamar tamu, kamar belakang dan juga ruang santai sambil sesekali menggoda istrinya dengan mencuri ciuman dipipi dan membelai rambut Naura.
Terakhir mereka menuju halaman samping, yang belum terawat. hanya ada dua pohon mangga yang agak besar dengan rumput liar yang menghiasi halaman samping. Semilir angin sore menggoyang rumput liar yang seolah ikut merasakan kemesraan sepasang anak manusia di depan mereka.
"Kak... kadang Nau masih tidak percaya kalau kita sudah menikah, kita masih sekolah dan sepertinya terlalu muda untuk menghadapi pernak pernik kehidupan." ucap Naura sambil meletakan bobot tubuhnya di kursi panjang yang terletak di samping rumah, Dimas pun ikut duduk di sebelah Naura kemudian merebahkan kepalanya ke pangkuan Nau.
"Sayangku, jalani saja apa yang ada di depan mata kita saat ini, tidak usah terlalu banyak berfikir, karena sungai kehidupan akan terus mengalir menuju muara berdasarkan garis takdir yang sudah ditetapkan, dan kamu adalah takdirku," jawab Dimas yang masih menikmati nyamannya menikmati waktu sore bersama istrinya.
" Kita menginap di sini satu malam gimana? Ajak Dimas sambil menatap mesra mata istrinya yang saat ini berada di ranjang dengan posisi tiduran menghadap wajah Dimas .
__ADS_1
" Boleh, tapi Aku telepon momi dulu, takutnya nanti akan mencari-cari, kalau aku tidak pulang," jawab Naura yang masih fokus menatap wajah tampan suaminya.
" Hey, kamu kan sudah punya suami, mami Lou pasti memahami kita yang masih pengantin baru, nanti biar aku saja akan yang minta izin sama mami," Jawab Dimas sambil mendekat ke arah Naura dan hendak mencium bibir istrinya.
" Oh iya, Tapi kita tidak bawa baju ganti, gimana nanti coba, masa pake baju yang sama lagi, kan rasanya lengket dan risih," sela Naura yang sudah merasa gerah dan lengket pada tubuhnya.
"Tidak usah khawatir, ada beberapa bajuku, kaos juga celana pendek yang bisa dipakai," jawab Dimas.
"Ya sudah, Ayo sekarang kita mandi dulu, sudah sore ini, setelah itu kita pesan delivery untuk makan malam!"Ajak Dimas sambil menggandeng tangan istrinya menuju kamar.
__ADS_1
Dimas sangat menjaga Naura bahkan dia belum menjamah tubuh Naura. Dia ingin melakukan itu saat Naura sudah siap.
Naura yang terlalu cuek dan polos dalam hal pacaran menjadikan Dimas perlahan-lahan dalam mengajari istrinya.
Sesaat setelah memasuki kamar, Naura berniat membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Setelah mengambil kaos dan ****** ***** lemari yang terletak bersebelahan dengan pintu kamar mandi, Naura bergegas masuk kamar mandi. Pakaian seragam miliknya sudah dilepas begitupun dengan dalemanya sudah dimasukkan ke dalam keranjang, dia memakai kaos oblong putih tanpa memakai BH dan celana boxer milik Dimas suaminya.
Naura merasakan ada rasa aneh saat harus memakai boxer milik Dimas, dengan perasaan malu diapun keluar dari kamar mandi. Saat pintu kamar mandi dia melihat Dimas yang juga hanya memakai handuk dan baru masuk ke kamar.
Dimas yang baru masuk ke kamar setelah mandi di kamar mandi sebelah dapur, kemudian menerima pesanan makanan delivery, hanya berdiri mematung saat melihat penampilan Nau, kemudian mulai mengeringkan rambut Naura.
__ADS_1
Setelah selesai Dimas mendirikan Naura dan membalikkan badannya sehingga menghadap kearahnya. Dimas mencium lembut bibir isrinya. Hasratnya sudah tidak bisa diajak kompromi.
"Stop!!! kakak pakai baju dulu, Naura laper banget, yuk makan dulu!" ucap Nau yang menghentikan ciuman yang semakin meraja Lela kemana mana.