Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
delapan puluh enam


__ADS_3

maaf tuan Charles apa itu karyawan di sini?" tanya Arman penasaran.


" oh .. iya, itu asisten pribadiku, dia Friska tuan. apa tuan Arman mengenal nya?tanya Charl basa basi dan menggunakan nama tengah istrinya.


"oh .... mungkin saya salah mengenali orang," ucap Arman yang sebenarnya penasaran dengan asisten Charl itu.


"Silahkan tuan," Axel mempersilakan tuan Arman Wijaya untuk meninggalkan ruangan.


Axel berjalan beriringan dengan rombongan tua Arman menuju lobi sampai mobil jemputan datang. setelah rombongan meninggalkan lobi Axel masuk kedalam, dan kembali ke ruangan. Charl mengajak Axel untuk berunding tentang rencana selanjutnya yang sudah dipersiapkan untuk menggulung perusahaan Wijaya itu. penandatanganan kerjasama masih akan diadakan seminggu hari lagi, setelah peninjauan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan Charlie hospital itu.


Charles mengajak Lou pergi untuk makan siang di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari perkantorannya. Charles sebenarnya ingin menyuruh louisa untuk pulang duluan, dia tidak enak melihat istrinya yang sedang terlihat sedih dan teringat pada masa-masa dia dan ibunya diusir.


"Oh iya Lou, lusa aku akan pergi ke kota B untuk meninjau lokasi yang akan di bangun hospital. apakah kamu ada keinginan untuk ikut ke sana , setidaknya untuk melihat kehancuran pada perusahaan milik paman mu itu.


"Tidak usah, aku tidak mau ikut. belum saatnya aku membalas dendam terhadap semua perbuatan mereka. mereka harus membayar semua yang telah mereka lakukan pada Mama aku. aku tetap di Surabaya saja, " ucap Lou menolak ajakan Charl.


"Mas kita jalan-jalan yuk! agar pikiranku bisa agak fresh setelah ketemu pamanku yang jahat itu!"ucap lou dengan nada sedih di wajahnya.


" emmm...baiklah sayang ,kamu mau pergi ke mana? akan aku antar," jawab Charl.


" Pergi ke mana saja yang penting hatiku bisa melupakan sesaat kejadian tiga tahun yang lalu itu, jawab Lou.


" ya sudah, ayo kita berangkat!" ajak Charl.

__ADS_1


ternyata Charles mengajak louiza pergi ke Mall karena pikir Charles perempuan itu suka belanja barang-barang, sehingga dia ingin memanjakan istrinya dengan memberikan berbagai barang bermerek dan mahal.


Charles menggandeng tangan Lou, dan menuju ke toko perhiasan.


Mas... ngapain kita ke sini? tanya Lou.


"Pilihlah perhiasan yang kamu suka," ucap Charles.


"mas... kemarin saja kabaru membelikan aku perhiasan yang sangat mahal, masa ini aku disuruh memilih perhiasan lagi." ucap Louisa.


" pilihlah!! buat apa aku bekerja siang dan malam, kalau tidak untuk menyenangkan istri dan anak-anakku," jawab Charles sambil memeluk pinggang istrinya.


"Ya sudah, aku pilih yang...e e... yang ini saja, sebuah set kalung, anting dan cincin sederhana tapi elegan dan cantik." ucap lou.


"Charles! suara panggil seseorang pada Charl, spontan Charl dan Lou menoleh pada sosok perempuan yang memanggilnya.


"Oh ... Lohita, apa kamu mauencari baju juga di sini? tanya Charl yang masih menggandeng tangan Lou.


"Oh iya Lohi, kenalkan ini adalah istriku, ucap Charles mengenalkan istrinya pada Lohita.


Lou mengulurkan tangannya, dan lohita menerima tangan Lou dengan terpaksa.


"Louisa Friska"ucap lou.

__ADS_1


"Lohita, jawabnya.


"Sepertinya kita pernah berjumpa dulu, saat Tante Arin mengajakku ke mansion Charles, bukankah kamu pembantu di rumah Charles?" jawab Lohi dengan memicingkan sebelah mata.


"Dia bukan pembantu dirumahku, dia berada di rumah karena aku telah menikahinya, jadi sejak awal dia masuk ke rumah dia adalah istriku," sahut Charl dengan kesal.


"permisi, kami mau memilih baju buat istri dan anakku," jawab Charl.


Lohi hanya bengong mendengar kata anak keluar dari mulut Charl.


Apa benar Charl sudah punya anak, bukankah dulu istrinya pergi meninggalkan dia.


Charles dan Lou meninggalkan butik dan meninggalkan lohi. dan mengantar Lou pulang setelah selesai mengelilingi Mall dan membeli banyak barang.


Sebenarnya Charles ingin kembali ke kantor, tapi dia mengurungkan niatnya karena tidak ingin melihat istrinya sedih.


" Lou lusa aku akan berangkat ke kota B. kamu bener nggak mau ikut? tanya Charl yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Lou.


...


malam ini cuaca sangat dingin tapi Lou tidak merasakan kedinginan, karena hatinya panas mengingat kejadian tiga tahun yang lalu. semilir angin yang berhembus dari arah balkon menerpa rambutnya.


Pagi tadi Charles dan Axel sudah berangkat ke kota B. Lou mengantar. kepergianya dengan pesan agar berhati-hati.

__ADS_1


...


__ADS_2