Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
95


__ADS_3

desahan keluar dari mulut Lou.


"Seandainya boleh aku memilih, aku tidak ingin dilahirkan ditengah keluarga besar kalian yang kejam. belum cukupkah menyiksa mamahku, apakah sekarang kalian ingin menyiksaku juga? kalian sudah mengusir kami dengan hina, menganggap kami benalu, dan pencuri, mengapa sekarang


menginginkanku kembali." teriak Lou, mengeluarkan semua perasaan yang selama ini tertahan dalam hatinya.


"Diam kau ******! kami tidak Sudi menerima dirimu jadi anggota keluarga kami, setelah kau menandatangani berkas ini, kamu boleh pergi dari sini dan jangan pernah kembali." ucap Mayang dengan suara berapi-api.


"ha...ha....ha...sudah kuduga, dan kau siapa, oh iya Tante Mayang yang terhormat, perempuan jahat yang sudah memfitnah mamahku dengan kejam dan kamu nenekku yang terhormat termakan oleh hasutan dari Tante , oh iya dan satu lagi, ini paman terhormat yang selalu iri dengan papaku. kalian sungguh pasangan jahat yang serasi." ucap Lou dengan penuh penekanan.


" ingat baik baik perkataanku, Keluarga besar Wijaya yang terhormat. sampai matipun aku tidak mau menandatangani berkas yang kalian tawar kan itu, ha...ha...ha," tawa getir namun puas dibibir Lou.


"aku ingin melihat kehancuran kalian," ucap Lou lagi


"plak...plak...plak, Lou menerima tamparan dan tendangan dari keluarga ayahnya itu dengan mulut tersenyum. darah mulai mengalir dari sudut bibir Lou, mukanya merah lebam, namun bibir Lou tersenyum mengejek mereka.


Sebenarnya ada sedikit rasa kasihan dalam dada Arin sang nenek, bagaimanapun louisa adalah cucu pertamanya. tapi egonya mengalahkan logika.

__ADS_1


"Kunci dia di kamar dan jangan beri dia makan, biarkan dia kelaparan," ucap Arman sambil mengajak istri dan mamahnya keluar.


tubuh Lou meringkuk di lantai,tubuhnya lemas, dia menahan lapar dari kemarin. Lou menangis mengingat anak kesayangannya, juga suami yang sekarang mencintainya.


Aku tenang seandainya meninggal sekarang, anakku sudah bersama keluarga Besar ayahnya yang benar-benar tulus menyayangi.


untuk menghilangkan rasa lapar dan sakit yang mendera, Lou membayangkan kenangan bersama anaknya.


Charles benar-benar kacau, sudah dua hari belum ada kabar tentang louisa dari banyak orang suruhannya. Axel yang seharusnya menikmati liburan 3 hari, tidak jadi libur tapi mengurus perusahaan Charl, karena bosnya tidak masuk ke kantor beberapa hari ini.


" kring...kring...


"Halo....


Charles hanya mendengarkan suara orang yang berbicara dengannya di ponsel sampai selesai baru dia menjawab


"Kerja bagus, lanjutkan pekerjaanmu,"

__ADS_1


Charles kembali memencet tombol angka pada ponselnya.


"Axel tolong pesankan penerbangan ke kota J sekarang. kabari aku secepatnya!" perintah Charl sambil mematikan ponselnya.


Sementara ini Varo tinggal bersama keluarganya di mansion keluarga Beird. Sebenarnya Varo sering menanyakan perihal maminya yang belum pulang sampai sekarang. tapi Tante Alexa selalu menutupi kejadian sebenarnya dari Varo.


Charles penerbangan ke kota J adanya jam 3 sore nanti, sudah aku pesankan sekalian untuk hotel, oh iya aku akan ikut denganmu dan urusan kantor sementara ku serahkan pada Sarah.


Charles bersiap berangkat dengan diantar oleh mang Yadi menuju bandara Juanda, setelah Tiga puluh menit mereka sampai di lobi bandara. Charles keluar dari mobil dan masuk ke dalam. Charles langsung menuju ke tempat Axel bersama lima anak buahnya sudah menunggu di ruang transit.


pesawat sudah meninggalkan landasan pacu dan mengudara menuju ke kota J. Charles berusaha memejamkan matanya, namun saat terpejam dia teringat wajah can**tik louisa.


setelah dua jam perjalanan, pesa**wat mendarat dengan perlahan di bandara Soetta, Charl keluar dari pesawat dengan cepat, setelah beristirahat sesaat, Axel menerima telepon dari seseorang yang mengantarkan dua mobil sewaan untuk transportasi ke kota B.


Malam harinya mereka sampai di hotel Horison yang terletak di kota B. malam ini mereka akan beristirahat penuh, sebelum esok melakukan kerja keras.


...

__ADS_1


sementara itu tubuh Lou semakin lemas tidak bertenaga dia benar-benar dikurung, seperti seorang tahanan dan lebih parah lagi tdk diberi makan. sudah hampir tiga hari


__ADS_2