Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
Empat puluh dua


__ADS_3

Charles dengan wajah tegas dan datarnya menolak mengantarkan lohita." kamu pulang biar diantar Axel saja," ucap Charl meninggalkan Lohita dan Axel.


Lou mengikuti langkah cepat Charl, saat sampai di parkiran Lou hendak mengambil motornya, namun tangannya di tarik Charl menuju mobilnya. "kamu pulang bareng aku ," ucapnya.


" bagaimana dengan motorku, terus bagaimana besok aku berangkat kuliah," ucap Lou dengan bibir manyunnya.


Charles tidak peduli, dia tetap menarik lou masuk ke dalam mobilnya. sopir yang sudah standby di depan kemudi langsung menyalakan mesin mobil dan melaju menembus jalanan yang padat merayap.


Di dalam mobil tangan Charl tidak diam, dia memposisikan tangan di pinggang Louisa dan menyuruh meletakan kepala Lou di bahunya, sebenarnya Lou tidak merasa nyaman, tapi mau bagaimana lagi, dari pada beradu argument malah menghabiskan energi, pikirnya.


"Awas kalo manyun, bibir kamu bakal habis aku makan," ucap Charl membuka percakapan.


Lou mengangkat kepalanya kemudian nyengir kuda kearah Charl.


Kenapa sekarang sikap posesif Charl sungguh sangat aneh, jangan jangan besok besok aku malah dikurung di rumah, haish... bagaimana nasibku besok besok," gumam Lou dengan kepala masih bersandar di bahu Charl.


Semakin lama Lou merasakan ngantuk, dan diapun tertidur di bahu Charl.


Sementara itu di kediaman BEIRD.


Alexa sedang duduk diruang santai bersama mamahnya. mereka sedang berbincang tentang rencana pendidikan Alexa, karena saat ini Alexa hanya pulang liburan saja.

__ADS_1


"Mah... kakak sudah menikah ternyata, kemarin aku ke sana dan ketemu istrinya, dia sangat baik dan cantik." ucap Alexa dengan semangat karena senang.


tapi raut wajah Mamah terlihat tidak antusias malah cenderung tidak suka.


"Mah, kapan akan diadakan resepsi pernikahan kakak?" tanya Alexa.


" jangan harap ada resepsi, kalau bisa mereka secepatnya berpisah, mamah malu punya menantu dari kalangan jelata yang tidak seimbang bobot bibit dan bebetnya." ucap mamah ketus.


Dan kamu alexa, carilah jodoh yang sesuai dengan kita," ucap mamah memperingatkan Alexa.


"Mamah... menikah itu di dasari cinta bukan harta dan tahta, kakak sangat mencintai istrinya mah, masak mamah tega memisahkan mereka," sahut Alexa tersungut.


"kamu anak kecil, diam saja, tidak usah turut campur urusan orang dewasa." ucap mamah ketus dan berjalan meninggalkan Alexa yang sibuk dengan ponselnya.


...


"huh.... istriku kalau tidur seperti orang pinsan saja, diangkat, dipindahkan juga tidak bangun, menggemaskan sekali," gumam Charl sambil tersenyum melihat wajah istrinya yang terlihat lelah.


Charles meminta tolong bik Siti untuk membuka pintu kamarnya, Charl berjalan ke arah ranjang dan meletakan dengan pelan tubuh louisa ke ranjang besar miliknya. diapun ikut merebahkan diri ke atas ranjang.


Charles meminta bik Siti untuk menyiapkan makan malam karena tidak mungkin Lou masak.

__ADS_1


Charles meraba perut rata Louisa, dan bergumam "semoga secepatnya dirahimmu ada buah cinta kita."


setelah rebahan Charles bangun dan menuju ke kamar mandi, dia membersihkan badan yang rasanya lengket setelah seharian bekerja.


pukul setengah sembilan Charl membangunkan louisa, bukannya bangun Lou malah membalikan punggungnya dan memeluk guling. bukan Charl namanya kalau sampai tidak bisa membangunkan Lou.


Charles mendekatkan badannya ke arah Louisa, setelah sebelumnya mengambil guling terlebih dahulu. Kemudian mendekap erat tubuh Lou, dia mulai meniup telinga, meraba leher jenjang dan, mencium bibir Lou.


Lou yang mulai risih dengan perlakuan Charl, akhirnya mulai membuka mata, dia melihat suaminya di depan mata, sudah Wangi, bersih juga terlihat sangat tampan, sayangnya dia brengsek menurut Lou.


"tadi kalau kamu tidak bangun juga, pasti sudah kumakan dirimu sampai habis. sekarang mandi dulu, habis itu kita makan malam," perintah Charl yang diikuti Lou menuju kamar mandi.


Cukup sepuluh menit waktu yang diperlukan Lou untuk mandi. dia keluar hanya memakai handuk dan membawa baju yang kotor untuk dia masukan ke keranjang. Charles yang melihat itu menelan ludahnya dan mendekat ke arah Lou. Lou tidak tahu kalau Charl masih dalam kamar, dia pikir Charl sudah ke ruang makan.


Charles berada dibelakang Louisa, yang sedang mengambil baju di lemari besar milik Charl. tangan Charl menarik handuk Lou, seketika terlihat tubuh ***** Lou.


Lou berteriak dan menutup bagian tubuh yang bisa ditutup dengan tangannya, Charl tertawa melihat reaksi istrinya, Charl menahan hasrat sebisa mungkin, tapi apa daya, pemandangan di depan mata sangat menggoda, untuk dirasa. dengan gairah memuncak dan pandangan mulai berkabut dia menikmati sesuatu yang membuat jiwa melayang selama satu jam.


Charles tersenyum puas dengan apa yang baru saja mereka lakukan. berbeda dengan Lou yang memasang muka masam. Charles mengambil pakaiannya yang berserakan dan memakai kembali, begitu juga Lou yang bersegera memakai baju.


Charl mengajak Lou makan malam. bukan makan malam tapi makan mendekati tengah malam. tanpa perbincangan, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


...


__ADS_2