
"Naura aku akan menikahimu, Kamu tidak usah khawatir , masih bisa kok sekolah melanjutkan belajar menuntut ilmu, dan mengejar cita-citamu, hanya status kita saja yang berbeda," ucap Dimas yang berusaha menenangkan Naura, sebenarnya dalam hati Dimas senang karena akan dinikahkan dengan Naura, hanya saja melihat kesiapan mental Naura sepertinya dia harus sabar membujuk.
"Yang benar saja kak, kita baru pacaran dua hari masak langsung nikah, terus bagaimana nasib masa depan kita." sahut Naura yang masih terisak di bawah bantal karena kesal, sedih dan emosi.
"life must go on, sayang, kita jalanin saja dahulu, ada apa dengan masa depan? aku tahu kok masa depan aku itu sama kamu Naura, dan masa depan kamu itu aku, kita jalani kehidupan ini bersama-sama ya!" jawab Dimas sambil membelai rambut Naura kemudian mengambil badan Naura agar bisa duduk, setelah itu Dimas mengusap air mata yang masih mengalir di pipi kemudian mendekap Naura.
"Tapi kan kakak tahu, umur aku baru tujuh belas tahun loh Kak, masih kelas 2 SMA, kakak juga masih kuliah belum bekerja juga terus bagaimana nasib kita kalau menikah? terus apa yang harus kulakukan, sana kakak bantuin ngomong ke kak Varo ya!"ucap Naura.
"Belum ngomong saja sudah dapat jotos, apa lagi kalau aku membantah, nanti dikira aku tidak mau tanggung jawab sama kamu, terus bisa bisa dipukuli sampai mati , sudahlah kamu istirahat dulu, kakak pulang dulu ya, dan jangan terlalu diambil pusing, jalani dengan semangat, oke!!! i love you," sahut Dimas pada Naura yang belum plong perasaannya. Dimas mencium kening Naura.
"Ish... bilang saja kalau kakak takut dengan kak Varo, "sungut Naura yang melepaskan diri dari pelukan Dimas kemudian memposisikan diri untuk tidur.
###
Pukul 09.30 pagi adalah saat istirahat pada jam sekolah. Keke dan Lusi yang sedang duduk di taman berusaha menelpon Naura.
Mereka keheranan mengapa Naura tidak berangkat sekolah apalagi bolos tanpa keterangan merekapun hendak calling Naura.
__ADS_1
Naura yang masih sibuk bergelung dengan selimut dengan malas mengangkat telepon dari teman-temannya.
"woiii....sudah jam 9.30 masih aja molor, kamu tidak sakit kan?" tanya Keke pada Naura yang terlihat berusaha membuka matanya yang bengkak karena kelamaan menangis.
" Nau kenapa mata kamu bengkak jangan jangan kamu habis nangis ya," sahut Lusi yang sudah mendekat ke arah Keke.
"Apaan sih, pusing kepalaku, sana kalian belajar saja, aku mau tidur lagi," ucap Naura yang langsung mematikan panggilan dari temannya.
"Eh, itu sepertinya Naura lagi sakit deh, sudah mata bengkak, wajah gak semangat, nanti pulang sekolah kita mampir ke rumahnya saja ya," ajak Keke pada Lusi.
###
Keke dan Lusi sudah duduk di bed Naura, mereka datang untuk menjenguknya mungkin lebih tepatnya mengganggu atau menjahilinya.
" say Kamu kenapa sih, badan kamu ndak panas, cuma matamu satu yang bengkak, sakit apa?Ada apa sih say?" cerita dong sama kita-kita," ucap Keke membuka percakapan.
"Iya nih jangan diem aja, Ada apa sih cerita lah bagi-bagi ke kita, siapa tahu kita bisa membantu menyelesaikannya!," sahut Lusi menambahi kalimat Keke.
__ADS_1
Tiba-tiba Naura menangis kembali, saat ditanya oleh teman-temannya, Akhirnya Naura menceritakan kejadian sebenarnya pada teman temannya.
" Ya Tuhan Naura, ternyata kamu sudah jadian sama kakak aku, mana ke gap dalam satu kamar lagi, ya iya lah kamu lebih baik dinikahkan," ucap Keke sambil tertawa. yang membuat Naura semakin kesal.
"Potek hati aku bang, ternyata engkau lebih memilih sahabat aku yang lempeng ini," ucap Lusi yang membuat Keke semakin tertawa, dan Naura hanya senyum sedikit , geli dengan ucapan Lusi.
"Nau kalau kamu gak mau nikah sama babang Dimas, gue mau kok gantiin, bagaimana ini ide yang solutif Khan!"ucap Lusi dengan mata puppy eyes.
"apa aku kabur saja ya! tapi kasian kedua orangtua, dan adik adik gue, kak Dimas gak mau diajak kerjasama, mungkin satu satunya solusi tinggal merayu papi sama mami saja."
"kabur kemana? jangan gila deh, kasihan sama om dan Tante neng geulis, kalo mau kabur ke rumah gue saja ya," Sahut Keke
"Kalo kabur ke rumah Lo, yang ada langsung dinikahkan tanpa bak bik buk, lagi Oneng," gemes Naura.
" Eh... Naura, kamu coba rayu om Charl dan Tante Lou dulu aga menunda pernikahan setidaknya sampai lulus, tapi mereka tidak terima alasan lo, kenapa gak jalani aja pernikahan itu. kalau belum siap banget ya nikahnya jangan di publikasikan, baru kalo siap buat resepsi yang gede." saran Lusi yang tidak membuat Naura menimpuk kepala Lusi dengan bantal.
"Kenapa solusi kalian ujung ujungnya juga gue suruh nikah sama kak Dimas,"
__ADS_1