
Naura mengernyitkan dahi melihat tulisan Kak Dimas ganteng pada layar ponselnya, "kapan aku menulis nomer dan nama dia di gawai ku, hah... Dimas ganteng sungguh kepedean Manusia satu itu," gumam naura sambil memencet tombol hijau dan mengangkat panggilan VC itu dengan malas.
"Ada apa malam-malam kakak menelpon Naura?" ucap Naura yang wajahnya terlihat separo karena meletakan hp pada tripod yang ada di meja belajarnya.
"Gih, jutek amat jawabnya, tapi tetep cantik kok walau hanya terlihat separuh wajahnya" sahut Dimas yang senyum senyum tidak jelas.
"Naura tutup ini telepon Kalau kakak nggak serius cuma mau ganggu Nau karena Naura sedang sibuk mengerjakan PR!"ucap Nau sambil melanjutkan menulis tugas.
"Nau hadap sini dong, kakak kan ngomong sama Nau, masa kakak VC tapi wajah Nau hadap buku!"ucap Dimas manyun yang hanya bisa memandang bagian samping wajah Naura, beberapa saat kemudian Nau menghadap Dimas. Dimas memandangi wajah Nau yang polos tanpa riasan dengan rambut dicepol ke atas, terlihat cantik natural, membuat mata dimas tak kedip.
"Eh Nau, jangan lupa! besok jadikan kita nonton, sudah kupesankan tiket nonton untuk dua orang , ku jemput jam tujuh malam ya!" ucap Dimas sesaat setelah mendengar suara dehem Naura.
"Iya, aku tidak lupa, tapi boleh tidak aku ajak kakakku!" pinta Naura.
"Apa segitu takutnya kamu sama kak Dimas ,Nau! sampai sampai mau bawa bodyguard juga, emmm.... aku bisa jaga kamu , lagipula kakak juga gak gigit kok, dijamin aman pokoknya," Sahut Dimas buru buru agar rencana Nau mengajak Varo bisa dibatalkan, karena rencananya Dimas ingin mengungkapkan perasaan malam ini, kalau sampai Varo ikut bisa gagal total rencananya.
"tapi..." jawab Nau sambil berfikir.
__ADS_1
"Gak ada tapi-tapian, Kamu izin saja sama Varo, aku yakin pasti kakakmu kasih ijin kok," potong Dimas cepat.
"Ya sudah, sana belajar lagi, jangan lupa besok ku jemput jam tujuh dan malam ini mimpikan aku di tidur syantikmu yah Nau, by..." tutup VC Dimas sambil tersenyum senyum sendiri.
"by...apaan sih gak jelas banget, ngapain repot-repot mimpiin dia," gumam Nau setelah Dimas mematikan VC nya.
Tanpa Dimas sadari tadi adik kesayangannya mengamati tingkah kakaknya yang senyum senyum sendiri sambil meninju udara.
"Ya Tuhan, kenapa kakakku seperti orang gila, papa, mamah!!! kakak sudah gila dari tadi ketawa ketawa sendiri!" teriak Keke yang mengagetkan Dimas. dengan cepat Dimas membekap mulut adiknya.
"Sialan Lo, mengganggu kebahagiaan kakakmu saja," sewot Dimas.
"Hemmm, besok kakak mau kencan sama Naura, thanks ya adikku sayang atas bantuannya kemarin. doakan besok semua lancar ya, dan juga besok yang kakak janjikan padamu akan dikirim ke sini," ucap Dimas sambil mengecup kening adiknya.
"Masa sih kak Naura mau kencan sama kakak, gak salah tuh otak Naura, masih mau dengan kencan orang gila," ucap Keke yang terbahak sambil berlari menuju kamarnya.
"Dasar Adek lucknut! sirik aja melihat kakaknya berhasil mendekati gadis yang dicintainya," ucap Dimas dengan kesal mengejar kearah Keke yang sudah berlari terlebih dahulu menuju ke kamarnya.
__ADS_1
###
Sore harinya Naura menelpon Kak Varo dan juga Louisa untuk meminta izin pergi bersama Kak Dimas menonton film, Varo tentu saja mengijinkan Naura pergi dengan Dimas selama tidak pulang kemalaman.
Naura bersiap siap dan mematut diri di depan kaca dia mengenakan gaun berwarna biru muda yang panjang sampai bawah lutut dan tidak lupa dia selalu memakai celana pendek selutut untuk dalemanya, berjaga seandainya ada manusia yang perlu tendangannya dan tak lupa memakai sneaker hitam yang sangat pas di kakinya.
Dengan rambut tergerai panjang semakin menambah cantik wajah Naura yang terpoles dengan make up tipis dan polesan liptint berwarna pink.
Saat turun dari tangga Nathan menggoda kakaknya.
"Wow kak Naura cantik banget, mau kencan sama pacar ya, tumben pake gaun biasanya juga celana jeans," ucap Nathan yang memindai kakaknya dari ujung kepala sampai kaki, karena suaranya yang keras membuat Ara juga keluar dari ruang keluarga dan ikut mengamati kakaknya yang tampil beda.
"Sttt, anak kecil diam, jangan ganggu kakak, siapa juga yang punya pacar, kakak perginya sama temen kakak kok, sana kalian kerjakan tugas kalian, nanti kalo ada yang tidak faham tanya kak Varo saja, malam ini kakak tidak bisa mendampingi kalian belajar," jawab Naura yang meletakan telunjuk dimulut, supaya adiknya tidak komentar lagi.
Setiap malam Naura memang ikut membantu belajar adik adiknya, baru setelah itu dia mengerjakan tugas sekolahnya sendiri.
Naura berjalan ke arah luar setelah mendengar bunyi pintu diketuk kemudian membukakan pintu.
__ADS_1
"Selamat malam Kak, mau masuk dulu apa langsung berangkat nih," tanya Naura yang menyadarkan tatapan takjub Dimas pada penampilan Naura malam ini.
tbc