
istri Arman langsung jatuh tersungkur di sebelah Arman. nenek Arin yang masih duduk di sofa hanya bisa bersedih melihat anaknya yang sedang dipukuli.
Axel yang dari tadi berada di ruang kerja Arman kembali dengan membawa beberapa berkas yang merupakan bukti kejahatan Arman dan keluarganya.
bos aku sudah mengumpulkan semua bukti kejahatan tuan Arman. "lihatlah bos! ternyata mereka menginginkan kepemilikan saham milik almarhum papa Louisa," ucap Axel dengan memberikan kertas ditangannya.
"serahkan semua pada pihak berwajib, biarkan dia membusuk di dalam penjara," ucap Charl.
Aku kembali ke rumah sakit dulu. setelah ini kamu pulang dulu ke Surabaya, biar aku yang urus di sini," ucap Charl melanjutkan.
#dua bulan setelahnya#
Lou di pindahkan ke rumah sakit yang ada di Surabaya sebulan lalu. sebenarnya fisik Lou sudah normal tapi dia belum sadar dari komanya. Setiap hari Charl menemani Lou sehabis pulang dari kantor.
" Yang aku datang, bagaimana kabarmu hari ini? aku capek banget yang, banyak kerjaan yang harus di selesaikan, mungkin seminggu lagi baru kelar, sebenarnya aku ingin ngajak kamu honeymoon sayang, ke mana saja yang Lou inginkan, karena kita dulu belum sempat honeymoon kan! cepat sadar ya sayang!" ucap panjang lebar Charl pada istrinya yang masih terbaring dan mengecup kening istrinya lembut.
__ADS_1
"papi...." teriak Varo memanggil papanya dan memeluk papinya dengan erat.
" bagaimana keadaan mommy , papi?" tanya Varo pada papinya .
" Varo kesini sama siapa?"
" sama nenek papi, tapi tadi nenek mau bayar dulu katanya," jawab Varo.
Sana sapa mommy dulu!" perintah Charles.
"Mamy cepat bangun, Varo kangen sama momy, Varo kangen bermain sama mami, kangen masakan mami, mami ayo cepat bangun, varo sendirian, mami sayang apa nggak sih sama Varo! mami jangan tidur terus dan gak bangun-bangun, Varo janji pada akan jadi anak yang baik yang patuh sama mami dan Papi. tapi mami lurus bangun," ucap Varo sambil terisak dan mencium kedua pipi Louisa.
" Sayang, sudah lama kita berkumpul, apa kamu tidak kangen dengan anak dan suamimu, mamah lihat dia lelaki yang baik. mamah dan papah sudah bahagia berkumpul di sini, kamu kembalilah raih kebahagiaanmu bersama dengan keluargamu. ada saatnya kita akan berkumpul tapi tidak sekarang," ucap mamah Friska memeluk anak perempuannya.
"Tapi Lou merasakan nyaman tinggal bersama kalian di sini, Lou masih kangen papah dan mamah," ucap Lou yang enggan untuk melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"pulanglah ada masanya kamu berkumpul bersama kami tapi bukan sekarang, kami pergi dulu," ucap papah yang menggenggam tangan istrinya dan berjalan menjauh.
"papah, mamah aku akan selalu merindukan kalian,"
Varo masih terisak dan memeluk mommy Lou. jari tangan Lou mulai bergerak dan mulai berusaha membuka matanya.
" papi... tangan mommy bergerak-gerak," teriak Varo.
" Charles yang berada tidak jauh dari Varo berjalan mendekat dan melihat Lou mulai membuka matanya.
"Sayang, kamu sudah sadar," ucap Charl dengan kegirangan dan tak lupa memencet tombol merah pemanggil dokter.
Dokter beserta perawat masuk ke dalam ruangan dan memeriksa kondisi louisa.
" syukurlah tuan nyonya sudah sadar dari komanya, sekarang yang dibutuhkan adalah pemulihan setelah lama berada di tempat tidur." terang dokter pada Charl.
__ADS_1
Lou tersenyum lemah melihat anak dan suaminya. ingin mengucapkan sesuatu tapi lidahnya masih kelu.
"Kamu istirahat dulu ya sayang, tidak usah dipaksakan bicara dulu, ... terimakasih sayang, kamu mau kembali pada keluarga kita." ucap Charl tercekat karena bahagia.