Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
delapan puluh tujuh


__ADS_3

malam ini cuaca sangat dingin tapi Lou tidak merasakan kedinginan, karena hatinya panas mengingat kejadian tiga tahun yang lalu. semilir angin yang berhembus dari arah balkon menerpa rambutnya.


Pagi tadi Charles dan Axel sudah berangkat ke kota B. Lou mengantar. kepergianya dengan pesan agar berhati-hati. sebelum pergi Axel sempat menghubungi seseorang untuk menyelidiki perusahaan yang Arman pimpin.


Charl dan Axel naik pesawat selama 2 jam akhirnya Charles dan Axel sampai juga ke bandara kota J, untuk menuju kota B Charles dan Axel menggunakan mobil yang sudah di sewa sebelum berangkat ke kota B.


Jarak dari kota J ke kota B hanya memerlukan waktu dua setengah jam perjalanan dengan menggunakan mobil, apabila tidak macet. selama perjalanan Charles lebih memilih untuk tidur sebelum memulai aktivitas pertemuan dengan Tuan Arman.


Charles tersenyum memikirkan balas dendam yang akan ia lakukan untuk membalaskan perbuatan keluarga besar Wijaya kepada louisa dan mamahnya.


" tunggu saja kehancuranmu, keluarga Wijaya, aku akan membuatmu perusahaan itu bangkrut dan gulung tikar." gumam Charl.


mobil yang dikemudikan oleh Axel sudah sampai di lobby hotel yang mereka pesan. rencana pertemuan dengan Arman akan diadakan pada pukul 13.00 siang nanti, sekarang masih pukul 11.00, ada waktu buat Charles dan Axel untuk beristirahat di hotel yang sudah mereka pesan sebelumnya.


"Axel Apa kau sudah cek semua persiapan untuk menghancurkan perusahaan Wijaya?" ucap Charles dengan memicingkan sebelah mata dan tangan bersedekap sambil melihat ke arah balkon yang tampak hamparan hijau yang sangat sejuk dan indah.


Axel masih mengutak Atik leptop milik Charl dan membuka email dari seseorang. sesaat kemudian "bingggo, bosss

__ADS_1


.. Charl, lihat lah apa yang anak buahku temukan." ucap Axel kegirangan, seperti anak kecil.


Charles mendekat dan melihat isi dari email tersebut. "mari kita mainkan permainan ini Axel, aku sudah tidak sabar melihat berita kehancuran perusahaan Arman, dan aku akan membeli saham kepunyaannya itu, akan ku persembahkan pada istri tercintaku louisa." ucap Charl diikuti seringai dari bibirnya.


Hari ini Lou tidak pergi ke kantor karena charles pergi ke luar kota , dia lebih memilih di rumah untuk menemani Varo bermain dan mengurus taman rumahnya yang sudah lama tidak ia kunjungi. lou berusaha menyibukkan diri agar dia tidak terlalu memikirkan keluarga besarnya yang tiba-tiba muncul dan menjalin kerjasama dengan perusahaan suaminya.


Varo berlari ke sana ke mari menangkap kupu dengan membawa jaring. maklumlah dulu pas di Semarang Varo jarang bermain keluar karena ruang yang sempit. sedang momynya yang sedang menikmati taman miliknya dari gazebo. dulu dia tidak pernah bisa menikmati taman indah di halaman rumah besar itu karena kesibukan bekerja dan kuliah.


di taman Lou juga sibuk dengan HP karena saat ini Lou sedang online mengikuti tuton ( tutorial online), walaupun dia hanya kuliah yang dilakukan pada Sabtu dan Minggu. ya Lou mengikuti kuliah di Universitas terbuka secara online.


"Halo kakak ipar, sapa Alexa dengan wajah ceria yang tiba-tiba sudah masuk ke gazebo.


"eh... Alexa, sang pengantin baru, akhirnya kamu berjodoh juga dengan Axel ya! selamat ya adik ipar," ucap Lou sambil tersenyum.


"gimana nih ceritanya, sudah belah duren belum," goda Lou yang diikuti dengan wajah Alexa yang memerah karena malu dengan pertanyaan Lou.


"ihhh kakak ipar apaan sih, eh kak Varo mana? tanya Alexa mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Tuh... lagi cari kupu kupu, sama belalang." tunjuk Lou pada anaknya yang wajahnya sudah memerah terkena panas matahari.


"Varo ..." panggil Alexa pada ponakannya yang langsung mendekat dan menunjukan hasil tangkapannya.


" Tante, liat nih Valo dapat belalang banyak, juga kupu, lutu lutu,"


"Eh iya, tapi nanti dilepaskan lagi ya, kasian belalang dan kupu-kupu, gak bisa cari makan."


"iya Tante," jawab Varo.


"Eh, Ada apa kamu kemari, tanya Lou.


"Ini mau menyampaikan pesan mamah, kakak dan kakak ipar juga Varo disuruh mengukur baju yang akan digunakan saat resepsi pernikahan di butik Vanny." jawab Alexa.


"Eh Kakak ipar... nanti sore aja kita ke butik, aku anterin ," ajak Alexa


"Baiklah, ayok sekarang kita masuk dan makan siang, aja Lou pada adik iparnya.

__ADS_1


__ADS_2