
"Sial, kenapa mereka begitu bodoh, menangkap satu perempuan saja tidak becus, ahhhh.... tunggu rencanaku selanjutnya, akan ku balas semua perbuatanmu padaku, biar mereka juga bisa merasakan apa yang aku rasakan tunggu saja pembalasanku," geram pria paruh baya itu sambil menggenggam tangan dan memukul meja yang terbuat dari kaca di depannya hingga pecah, sorot matanya berkobar dengan kemarahan karena rencananya tidak berhasil dilaksanakan.
Sementara itu di lain tempat Naura dan teman temannya sedang mengantri untuk masuk ke gedung bioskop, Keke memilih menonton film romantis yang berjudul "Cinta di pucuk asmara"
Banyak pasang mata perempuan muda yang nampak mengagumi lelaki dengan wajah tampan dan berbadan tegapyang tidak terlalu tinggi dengan memakai kaos polo warna hitam pas dibadan, sambil menenteng jaket, aura macho semakin membuat perempuan yang ada di sana terpikat.
"Ris, ngapain nonton film kayak gini? kenapa tidak memilih film laga saja? ucap Naura protes pada Faris yang membeli tiket bioskop.
"Noh, Keke yang suruh, katanya biar Lo bisa romantis sama gue," kekeh Faris sambil tertawa-tawa tidak jelas.
"gak jelas lu," sewot Naura.
Keke sengaja mengatur tempat duduk agar Kakaknya bisa duduk bersebelahan dengan Naura saat menikmati film yang akan tayang sesaat lagi.
Sebenarnya Nau begitu malas melihat film romantis, dia lebih suka nonton film laga.
Kak Dimas yang duduk di sebelah Naura melihat dengan jelas wajah manyun karena tidak menyukai apa ditontonnya.
"Besok, aku ajak kamu nonton film laga yang bagus, film baru saja rilis, kalau tidak salah lusa perdana penayangan dibioskop. mau tidak?" bisik Dimas yang duduk disebelah Naura.
__ADS_1
" Beneran nih, kok kakak tau aku suka film laga? berarti lusa kita nonton rame rame kayak gini," jawab Laura dengan badan mencondng ke arah Dimas dengan mata berbinar senang.
"Kamu kan tahu sendiri Keke dan lusi tidak suka melihat film laga, mereka bisa menangis kalau melihat film adu jotos jadi mungkin hanya kita berdua saja yang menyukainya, fix aku jemput lusa oke," senyum mengembang dari bibir Dimas melihat ada celah untuk mendekati Naura.
...
Setelah selesai menonton bioskop, tepatnya pukul delapan Naura minta diantarkan ke rumah sakit tempat papa Charles dirawat. sebenarnya Keke masih ingin jalan ke mall bareng bareng tapi demi menghargai keinginan Naura, mereka akhirnya memutuskan pulang, tidak disangka ternyata Keke, Lusi dan Dimas malah ikut turun sekalian "Nau ikut, mau membesuk Papi Charles," ucap Dimas.
mereka berempat berjalan beriringan menuju ruang tempat Charl dirawat.
Dimas menekan tombol 3 pada lift . sesaat kemudian mereka sudah sampai di lantai 3 tempat ruang Charl dirawat. Naura mengajak teman-temannya masuk ke ruangan. Keke dan Lusi yang melihat Varo duduk bersandar di sofa merasa sangat senang melihat lelaki tampan yang sedang bersandar di sofa pojok ruangan.
"Selamat malam Om Charles dan tante Louisa, Bagaimana keadaannya Om Charl ? tanya Dimas dengan sopan.
" Selamat malam juga Kak Faro dan kak David makin ganteng aja nih," sapa Keke dengan senyum mengembang .
"Selamat malam, Om sudah baik, terimakasih sudah datang menjenguk, dari mana kalian kok bisa datang bersamaan,' jawab Charl
"Kami habis nonton bioskop, om," jawab Dimas.
__ADS_1
Setelah berbincang sebentar dengan Charles dan louisa, Dimas meminta izin berbincang dengan Varo. Dimas mendekat ke Varo dan mengajaknya untuk ngobrol sebentar di luar ruangan.
"Varo bisa ikut saya keluar sebentar, ada sesuatu yang hendak saya bicarakan dengan mu. Saya rasa ini sesuatu yang sangat penting untuk disampaikan padamu," ucap Dimas dengan serius ke arah Varo.
Sebenarnya Varo merasa heran kenapa tiba-tiba Dimas ingin berbincang dengannya. padahal biasanya mereka jarang bertegur sapa. tapi karena penasaran akhirnya Varo mengikuti Dimas keluar dari ruangan.
" ada apa apa Dimas? kenapa kau mengajakku bicara di luar? kenapa tidak di dalam ruangan saja?," ucap Varo sesaat setelah keluar dan duduk di tempat yang agak jauh dari ruangan perawatan Charles.
"Varo apa keluargamu punya musuh, mungkin dari saingan bisnis atau yang lai?" tanya Dimas pada Varo yang terlihat mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Dimas.
belum sempat Varo menjawab pertanyaan, Dimas sudah menceritakan kejadian di taman kota yang terjadi sebelum menonton film. terbelalak mendengar cerita dari Dimas.
Varo mendesah perlahan. sambil memijit keningnya.
"Saya juga belum jelas Dim, tapi melihat kejadian Papi, sudah jelas itu kecelakaan yang direncanakan, bahkan polisi juga belum berhasil menangkap pelakunya, sekarang bertambah kejadian Naura,"
"Kurasa keluargamu sekarang menjadi target seseorang balas dendam, jadi berhati-hatilah! eh, Varo izinkan aku ikut menjaga adikmu, aku berjanji akan melindungi nya semampuku," ucap Dimas meminta izin pada Varo.
"Eh, Kamu menyukai Naura, Dim?" tanya Varo penasaran yang diangguki oleh Dimas.
__ADS_1
"Jagalah Naura, tapi kalau kamu menyakitinya, kamu akan berhadapan langsung denganku," ucap Varo.
apa mungkin dari saingan bisnis atau