Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.16


__ADS_3

"Kakak, sorry ya gak bisa bantu, kalau mau pendekatan-ya pendekatan sendiri dong, gue tidak mau persahabatan gue jadi hancur kalau Naura tidak suka atau menolak kakak!" Balas Keke.


"Ke, tolongin dong, sepertinya aku jatuh cinta sama Naura. Temanmu itu terlihat sangat cantik dan polos, gemes aku" ucap Dimas sambil tersenyum membayangkan wajah tersenyum Naura. Mata Dimas berbinar karena menemukan ide cemerlang untuk merayu adiknya


"Begini saja ke, kalo kamu mau tolongin kakak jalan bareng Naura, satu set album BTS plus tanda tangannya akan jadi milik kamu, bagaimana tawaran kakak," ucap Dimas dengan alis digerakkan.


Keke yang awalnya sedang rebahan langsung melonjak mendekati kakaknya yang bersandar di gawang pintu," beneran ya, gue bantuin, tapi untuk hasilnya aku tidak jamin, masalah nya Naura itu anaknya lurus lurus saja dan cenderung cuek," ucap Keke sambil bergelanyut manja di lengan kakaknya.


Keke salah satu bias dari BTS, jadi apapun yang berbau BTS apalagi yang orisinil maka dia akan sangat bersemangat untuk mendapatkannya.


flashback off.


Dimas tersenyum manis ke arah Naura yang hanya membalas dengan senyuman sekilas.


terlihat Lusi juga sudah duduk manis bersebelahan dengan Keke. hati Dimas yang berbunga melihat perempuan yang disukainya terlihat jelas dari matanya dan senyum secemerlang matahari.


"Dimas membuka obrolan dengan Naura karena dari tadi Naura hanya diam saja


" Naura Bagaimana kabar papamu? kakak dengar beliau sudah mulai membaik kesehatan nya," tanya Dimas sambil mengemudi dan matanya melirik ke arah Naura.

__ADS_1


"Papa sudah membaik, tinggal pemulihan saja kak, mungkin Minggu depan papa sudah diizinkan dokter pulang ke rumah," jawab Naura yang masih mengarah pandangannya ke depan.


"Naura, terus bagaimana dengan kakakmu? apa nanti dia akan melanjutkan kuliah atau tetap bekerja di perusahaan?"


"kurang tahu kak, sekarang kak Varo jarang ngobrol sama naura, sibuk terus, pulangnya malam, eh.. pergi pagi, Nyambi kuliah lagi?


"Kak Dimas, nanti kita berhenti dulu di taman kota ya, filmnya baru akan diputar satu jam lagi, jadi sambil menunggu waktu kita mabar dulu di sana ya, dan jangan lupa bayarin, biar Faris dan Reza yang mengantri karcis yang sudah kita pesan lewat online." ucap Keke yang menyahut dengan cepat, tapi jari Masih berkutat dengan gawainya.


***


Mereka berempat sampai di taman kota, setelah Dimas memarkirkan mobilnya Keke menarik tangan Lusi berjalan terlebih dahulu sambil berteriak


Ngapain Lo tarik tangan gue, sakit tahu!" gerutu Lusi yang berjalan di belakang Keke.


Naura yang merasa ditinggal Keke dan Lusi merasa bingung karena hanya ditinggalkan berdua dengan kak Dimas. terasa canggung, jadi Naura memilih diam kemudian mengambil HP dari tas miliknya.


Sini pinjem HP kamu," ucap Dimas yang langsung menyambar hp Naura.


"Dih main sambar, kembalikan dong kak, mau buat apa sih hp Nau,"

__ADS_1


"bentar, kakak mau simpan nomer kakak di hp kamu, biar kamu bisa chat sama kakak kalo kamu merindukan kakak yang ganteng inih," ucap Dimas yang sedang memindai no wa di hp Naura dan memberikan inisial Nau cantik pada hpnya dan Dimas tampan pada hp Naura.


Naura tertawa mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Dimas, hilang sudah kecanggungan yang tercipta. Dimas mengembalikan hp dan mulai melontarkan gombal receh yang membuat Naura geli.


bukan Naura tidak tahu kalau Kak Dimas menyukainya, tapi Naura hanya masih ingin bebas tanpa ikatan pacaran.


Saat mereka sedang asik berjalan ke arah kafe di sebelah taman, tiba tiba ada segerombolan anak muda menggunakan motor mengelilingi mereka berdua, ada tiga motor dan enam orang jumlah mereka. Naura dan Dimas mulai waspada dan mulai pasang kuda-kuda. tiga orang yang membonceng motor turun sambil menghunuskan belati di tangannya.


"tangkap yang perempuan saja," ucap lelaki yang menggunakan helm hitam dari atas motornya. dan diangguki oleh teman temannya.


Ketiga orang bersenjata itu langsung menyerang Naura dan Dimas tanpa kata pendahuluan. Dimas dan Naura yang memang sudah bersiap langsung menahan serangan lawan kemudian menendang dan memukul balik para penyerang itu. bukan hal sulit bagi kedua sejoli untuk melawan balik bahkan melumpuhkan lawan dengan cepat karena mereka berdua adalah pemegang sabuk hitam karate. bahkan Naura berhasil merebut belati dan menancapkan di perut lelaki yang menyerangnya. merasa terdesak para penyerang itu langsung kabur membonceng temannya.


Naura ingin mengejar para penyerang, tapi tangan kak Dimas menahan tangan Naura untuk tidak mengejarnya. Dimas mengamati seluruh tubuh Naura


"apa ada yang terluka Nau,Siapa mereka, mengapa mereka ingin menangkapmu?" " tanya Dimas yang nafasnya masih tersengal sambil mengamati keadaan Laura kemudian memeluk Naura saat melihat kondisi naura baik baik saja.


"Aku baik-baik saja, Aku juga tidak tahu siapa mereka, lagipula aku merasa tidak punya musuh, eh... ngapain kakak peluk peluk Naura?" ucap Naura yang tersadar berada dalam dekapan Dimas. dan berusaha melpaskan diri dari pelukan kak Dimas.


"Kakak cuma khawatir, tapi juga bahagia melihat kamu baik baik saja,"

__ADS_1


....


__ADS_2