Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tujuh belas


__ADS_3

"iya Bu, sekarang Lou bekerja jadi ART di rumah orang kaya, dan Lou disuruh menginap sekalian di sana, jadi kadang-kadang saja Lou pulang ke kontrakan."jawab Lou.


Berarti kamu sudah tidak bekerja lagi di kafe? tanya Bu ana selanjutnya.


"masih kok Bu, Lou kan bekerjanya pagi, jadi siangnya bisa bekerja di kafe." jawab Lou.


"Oh.. ya sudah, yang giat ya nduk, semoga apa yang diharapkan cepat terwujud."


"terima kasih Bu Ana" Lou memeluk Bu Ana yang sudah seperti saudara sendiri. rencananya Lou mau ke kafe setelah ini. Lou berpamitan pada Bu Ana hendak ke kafe.


Lou keluar dari Resto dan berjalan menuju ke halte busway karena motornya mogok dijalan dia meninggakan motor di bengkel dan nanti sepulang dari kafe akan mengambilnya. tiba tiba sebuah mobil berhenti di sebelah Lou, setelah menurunkan kaca , nampak mas Reza yang mempersilahkan Lou masuk.


"terimakasih mas reza atas tumpangannya. maaf ngerepotin mas Reza. ucap Lou


"kamu tadi dari resto? berapa hari ini Lou jarang kelihatan dan sering pulang duluan dan jarang di kontrakan, apa ada sesuatu? tanya mas Reza lanjut.


"iya Mas Reza, tadi saya dari resto ketemu Bu Ana, oh iya... mas maaf sebelumnya kalau saya lancang, seandainya saya keterima kuliah di universitas X, apa masih boleh Lou bekerja di kafe ini." tanya Lou lirih yang masih terdengar jelas di telinga mas Reza dan dibalas dengan senyum manis mas Reza.

__ADS_1


"tentu saja boleh Lou, mas terima dengan tangan terbuka,


"tapi mungkin Lou tidak bisa bekerja sesuai jadwal, mas Reza boleh potong bayaran Lou, profesional dalam kerja Mas," ucap Lou yang mengucapkan dengan malu malu


kantor Charles


sebelum memulai aktivitas memeriksa dokumen yang menumpuk di atas meja, sekilas dia teringat mamahnya yang memandang Lou dengan muka pucat dan perasaan takut, "apa mungkin mamah mengenal Lou ? tapi kenapa mamah tidak mau bercerita." gumam Charl yang buyar lamunannya ketika pintu kantornya ada yang mengetuk


tok... tok...


"masuk" perintah Charl yang langsung diikuti dengan suara pintu terbuka.


"Axel, perintahkan orang untuk menyelidiki perempuan yang bernama Louisa Friska!" perintah Charl sambil menerima berkas yang disodorkan oleh Axel.


"Louisa yang bekerja di kafe itu bos," tanya Axel penasaran dan dijawab anggukkan kepala oleh Charles.


malam harinya.

__ADS_1


hari ini berjalan seperti biasa, Lou menyiapkan makan malam setelah selesai, dia pergi mandi kemudian langsung tidur karena tidak ingin melihat Charl.


Lou sadar kedudukannya dihadapan Charl, mungkin hanya Lou sendiri yang memandang bahwa pernikahan adalah ikatan suci, jadi dia berusaha menjalankan perannya dengan baik.


Lou tahu kedudukannya dihati Charl, mungkin sebagian pemuas di ranjang atau sebagai ART seperti yang dia ucapkan tadi pagi. "life must go on" pikir Lou dan akan mengakhiri semua ini pada saatnya nanti.


Charles pulang jam sembilan malam, dia melihat makanan sudah terhidang di atas meja makan, berarti Lou sudah pulang pikirannya. namun Charl sedikit kecewa saat melihat Lou sudah tidur dengan nyenyak.


Charl membangunkan Lou untuk menemani makan malam


"Lou bangun, temani aku makan malam," ucap Charl sambil menggoyang tubuh Lou namun Lou tidak Bangun juga. akhirnya Charl makan malam sendirian dengan perasaan kecewa.


hari ini pagi pagi sekali Lou sudah mempersiapkan sarapan dan bersiap pergi. ia akan mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru. sebenarnya dia ingin pamit dengan Charl tapi karena Charl masih tidur, jadi Lou hanya meninggalkan catatan kehil.


"berilah kemudahan dalam setiap urusanku ya tuhan" gumam Lou sambil berjalan keluar garasi dan menuntun motornya.


secepat mungkin dia menstarter motornya dan melaju melintasi jalanan yang masih sepi. hanya memerlukan waktu Dua puluh lima menit untuk menempuh perjalanan ke kampus X. setelah memarkir motor Lou bergegas mencari ruangan test, karena tergesa-gesa Lou menabrak seorang wanita cantik bak model.

__ADS_1


"maaf tidak sengaja, ucap Lou


" tidak apa dek


__ADS_2