Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.19


__ADS_3

"Kurasa keluargamu sekarang menjadi target seseorang balas dendam, jadi berhati-hatilah! eh, Varo izinkan aku ikut menjaga adikmu, aku berjanji akan melindungi nya semampuku," ucap Dimas meminta izin pada Varo.


"Eh, Kamu menyukai Naura, Dim?" tanya Varo penasaran yang diangguki oleh Dimas.


"Jagalah Naura, tapi kalau kamu menyakitinya, kamu akan berhadapan langsung denganku," ucap Varo.


"Naura adalah adik kesayanganku apa yang terjadi padanya, jadi tanggung jawabku, siapapun yang menyakitinya akan aku balas kan sepuluh kali lipat termasuk kamu jika sampai menyakitinya, lagi pula Naura masih kecil dia baru kelas dua SMA, apa kamu yakin dengan perasaan mu?" ucap varo dengan mata sinis.


Aku tidak bermain dengan adikmu, aku menyukainya sejak aku SMA dulu, pun aku mendekati sampai sekarangpun dia belum menerima aku sebagai pacar. Aku ingin mendekati nya dengan izin darimu sebagai kakak, lagi pula akupun tidak ingin terjadi sesuatu pada orang yang kucintai." jelas Dimas sambil menatap mata Varo dengan tatapan yang sungguh sungguh untuk meyakinkan calon kakak iparnya.


"Baiklah, aku percaya padamu dan akan ku pegang kata katamu," ucap Varo sambil menepuk punggung Dimas dan melangkah masuk ke dalam kamar tempat Charl dirawat.


malam semakin merayap menunjukkan pukul 21.00, dimas dan Keke dan Lusi langsung pamit kepada kedua orang tua Naura.


Sebenarnya Varo ingin menunggui Papi malam ini, tapi mom menyuruhnya pulang dan begitu juga dengan Naura. mereka akan membiarkan Papi dan momi nya berdua untuk malam ini.

__ADS_1


David ikut pulang bersama Varo dan Naura. Setelah mengantar David pulang ke rumah, Naura pindah duduk ke depan di samping Varo.


"Naura, tadi Dimas bilang sama kakak, ada beberapa orang tak dikenal menyerangmu, apa kamu punya musuh atau mungkin kamu punya saingan gitu?" tanya Varo yang masih fokus menyetir mobilnya.


"Aku sih merasanya tidak punya musuh, aku sering berkelahi saat SMP dulu, Sekarang tidak pernah lagi, saingan cinta, tapi pacar saja aku tak punya, saingan pelajaran juga kayaknya tidak mungkin, aku paling masuk lima besar tapi jarang nomer satu," jawab Naura masih berpikir dan membayangkan orang yang berdekatan dengannya.


"Apa mungkin musuh bisnis Papi, ya Kak? tanya Naura lagi.


"Kakak juga tidak tahu, yang jelas sekarang semua anggota keluarga kita harus hati-hati, bukan hanya kamu saja, si kembar juga harus kita perhatikan. coba nanti kakak hubungi om Axel,"


"Ish.... kakak apaan sih, dia itu seperti kakak buatku, perhatian dan melindungiku, lagian aku juga tidak terlalu dekat dengannya. tumben aja tadi ikut jalan Keke dan kita kita. tapi aku bersyukur tadi dia membantuku melumpuhkan orang yang menyerangku, walau aku sendiri juga bisa melumpuhkan mereka."


" Eh... yang kamu butuhkan sekarang bukan seorang kakak, tapi calon pendamping hidup, yang bisa melindungi dan menyayangimu. emang masih kurang apa kakakmu ini, sampai mau cari kakak lagi. ganteng ...iya, baik... iya, kaya... iya, perhatian ke adik juga iya," ucap Varo menggoda Naura.


"Iya sih kakakku, ganteng ...iya, baik... iya, kaya... iya, perhatian ke adik juga iya, tapi sayang sampai sekarang masih jomblo ha...ha...," ledek Naura sambil tertawa.

__ADS_1


"eh... ngapain kakak ngomongin masalah Naura cari pendamping, Naura masih kecil, SMA saja belum lulus, sepertinya pendamping hidup masih jauuuuh," ucapnya sambil melirik ke arah kakaknya yang sedang tersenyum.


tak terasa Varo dan Naura sudah sampai di mansion keluarganya.


Naura langsung membuka pintu mobil, masuk ke dalam rumah dan berjalan kearah kamarnya, begitu pula dengan Varo sesaat setelah sampai di kamar langsung menyambar handuk dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai merapikan diri Varo mengambil handphone kemudian menelepon Axel, omnya.


"selamat malam om," ucap Varo membuka percakapan.


"ada apa malam malam telpon om,"


"Varo menceritakan kejadian Naura pada Axel,


dan Axel akan menemui Varo di kantor besok pagi.


tbc

__ADS_1


__ADS_2