
Charles mengambil hpnya, dari awal hingga kini Lou tidak mengangkat panggilan, bagaimana mau diangkat lah ditelpon panggilan tidak nyambung. batin charl
"ayolah Lou aktivkan hpnya"
"gimana kak, apa kakak ipar bisa dihubungi? tanya Alexa. dan hanya dijawab dengan gelengan.
"mungkin hp sudah ganti nomor, atau dia membuangnya,"
Axel mengemudi mobil Charl, dia menyisir kota, memutari semua tempat yang yang memungkinkan Lou berada di sana. selama dalam perjalanan Charl benar benar merasa terpukul dan hancur. perempuan yang telah mengambil hatinya pergi karena perbuatan mamahnya.
"Lou... kamu pergi ke mana, bagaimana keadaanmu dan anak kita." suara Charl lirih menyayat hati yang mendengarnya.
Axel hanya berpandangan dengan Alexa yang duduk di sebelah. Alexa begitu sedih dan terkejut saat tahu Lou sedang hamil, dan pergi entah ke mana.
"Lou kamu pergi kemana? kamu itu tidak punya saudara baik dari ibu maupun ayah, semoga, ah... Lou semoga kamu dan anak kamu baik-baik saja." ucap Alexa.
mereka sudah berputar hingga menjelang pagi, akhirnya Axel membawa mobil kembali ke mansion Charles.
hari berganti hari , Minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan namun pencarian Charl belum membuahkan hasil. Charles yang sempat terpuruk tidak mau bekerja di kantor, dia menghabiskan waktu di dalam kamar dan ditemani botol minuman keras.
"Kakak, mau sampai kapan bersikap seperti ini? gara gara kakak aku jadi tidak pulang ke Aussie malah sibuk mengurusi pekerjaanmu, terus kapan gue bisa lulus kuliah dan nikah sama Axel," gerutu Alexa karena gagal kembali ke Aussie.
" kalau kakak seperti ini terus, bagaimana saat Lou dan anaknya kembali? mereka pasti malu melihat keadaanmu yang menyedihkan."
__ADS_1
Charl memikirkan masak masak, setiap perkataan adiknya, kini ada keinginan Charl untuk bangkit dan mencari kembali istri dan anaknya. Charles pun mulai bekerja lagi, semua berkat Alexa sang adik yang selalu memotivasi kakaknya.
Alexa selalu mengingatkan agar tidak terlarut dalam kesedihan, suatu saat jika kamu bertemu dengan Lou , kamu harus sudah bisa berdiri sendiri dan sukses supaya bisa membahagiakan anak dan istrimu.
sejak kejadian pengusiran Lou, Carl hampir tidak pernah pulang ke mansion orang tuanya. diapun keluar dari kantor Beird group, dan membuka perusahaan sendiri dan tentunya Axelpun ikut bos Charl. perusahaan itu diberi nama Charl and Lou company.
...
sementara itu disebuah kota, seorang perempuan sedang sibuk menyiapkan semua keperluan untuk membuka restonya pagi ini. dengan bekal pengalaman dan kemampuan saat bekerja di tempat Bu Ana, dia jadi memiliki keahlian memasak dan dengan keahlian itu dia membuka resto " momy food".
resto buka pukul 6 pagi, untuk mengantisipasi para pekerja yang masuk pagi, restonya memang tidak besar, hanya bangunan seperti rumah yang dia sulap menjadi sebuah resto yang nyaman. terletak di sebelah gedung perkantoran di sebuah kota di Semarang, resto Lou ramai dikunjungi banyak orang.
mereka bilang masakannya cocok di lidah.
Lou memiliki tiga orang yang membantu di resto miliknya.
uang yang ada lima puluh juta. dua puluh juta untuk menyewa tempat selama setahun, sisanya untuk membeli peralatan dan modal.
begitulah kesibukan Louisa setiap hari setelah pergi dari rumah Charl.
flashback on
Lou menangis sesenggukan saat meninggalkan rumah yang telah ditempati hampir satu tahun. matanya berkeliling melihat setiap sisi rumah mewah itu.
__ADS_1
bagaimana bisa kejadian yang menimpa mamahnya, terjadi juga padanya, gumamnya sambil mengusap air mata yang mengalir .
mobil yang Lou tumpangi sudah sampai di kontrakan tempat Bu ana. Lou masuk kamarnya dan berusaha untuk istirahat agar besok badannya bisa sehat saat bepergian, karena sekarang dia tidak sendiri ada anak di dalam kandungannya.
"nak tolong bantu momy agar kuat menghadapi cobaan ini, adek baik baik saja diperut momy ya!" ucap Lou lirih sambil mengusap perutnya yang mulai menonjol.
Lou berpikir mau ke mana tujuannya nanti. dia tidak ingin naik pesawat, ribet pemeriksaan begitupun dengan kereta api pasti ditanya tanda pengenal KK dan KTP. Lou memilih menggunakan bis umum. agar lebih mudah.
pagi ini Lou benar benar pergi naik bus umum. mau ke mana dia tidak tahu. dia naik bis selama 6 jam, tepat siang hari dia sampai di kota Semarang. kota yang baru dijumpai saat ini.
langkah pertama Lou mencari penginapan , sebelum itu dia membeli kartu perdana untuk HP nya. Lou mulai browsing mencari tempat yang dikontrak, akhirnya dia mendapat satu yang cocok, sebuah rumah di sebelah perkantoran.
segera Lou menghubungi pemilik rumah. pemilik rumah bertemu dengan Lou, setelah melihat KTP dan KK Lou diperbolehkan menempati sementara, selama pemilik rumah pergi dinas ke luar pulau. Lou bersyukur hari itu rumah kontrakan bisa ditempati juga.
Lou mulai menempati rumah yang cukup besar itu sendirian. awalnya Lou berfikir mau kerja apa, karena dia di tempat asing dengan minim pengalaman kerja.
Pagi harinya tepatnya jam enam Lou membersihkan halaman yang cukup luas, dan melihat lalu lalang para pekerja kantoran. Lou punya ide berjualan nasi bungkus.
keesokan Lou mulai belanja barang barang, dan bahan yang perlu disiapkan untuk di masak ke pasar yang tidak jauh dari tempatnya tinggal.
Lou meletakan meja di luar gerbang rumah kontrakannya dan menjajakan nasi bungkus berbagi variasi lauk dan sayur. untuk jualan perdana, Lou hanya membuat 50 nasi dengan bungkus steoform.
ternyata benar dugaannya, nasi bungkus buatannya laris manis, buka jualan jam 6 dan jam tujuh pagi dagangannya sudah ludes. bahkan ada yang pesan untuk besok pagi.
__ADS_1
Lou berencana menambah jumlah porsi jualannya. untuk besok pagi menjadi dua kali lipatnya.
...